Korea Selatan » Seremonial

Buddhis Korea Selatan Rayakan Vesak 2564 dengan Masker dan Jaga Jarak

Jumat, 1 Mei 2020

Bhagavant.com,
Seoul, Korea Selatan – Umat Buddhis Korea Selatan merayakan Hari Vesak 2564 EB pada Kamis (30/3/2020) di tengah wabah COVID-19.

Buddhis Korea Selatan Rayakan Vesak 2564 dengan Masker dan Jaga Jarak
Umat Buddhis mengikuti puja bakti di Vihara Jogye, Seoul, Korea Selatan, Kamis, (30/4/2020). Foto: Tangkapan video AFP

Wabah COVID-19 yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 telah mengubah berbagai bidang kehidupan masyarakat dunia termasuk bidang keagamaan.

Karena wabah tersebut, perayaan Hari Vesak di Korea Selatan (juga pastinya di seluruh dunia) tahun ini terasa berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

Seremonial Hari Vesak yang dijadwalkan diadakan pada 30 April 2020, ditunda hingga 30 Mei 2020. Asosiasi Sangha Korea (Association of Korean Buddhist Orders), yang anggota-anggotanya termasuk Sangha tradisi Jogye yang mayoritas di negara itu, mengatakannya dalam konferensi pers di Seoul bulan lalu.

Festival Lentera Lotus atau Yeon Deung Hoe yang merupakan festival lentera terbesar tahunan, yang dijadwalkan diselenggarakan pada 25 April juga dipindahkan ke 23 Mei.

Vesak dalam tradisi Buddhis Asia Timur, dirayakan sebagai Hari Kelahiran Bodhisattva Gautama pada tanggal 8 bulan ke-4 kalender lunar, yang tahun ini jatuh pada Kamis, 30 April 2020. Komunitas Buddhis Korea biasanya mengadakan sejumlah festival dan acara di seluruh negara selama satu bulan sebelum hari itu.

Meskipun sejumlah seremoni ditunda pelaksanaannya karena wabah, umat Buddhis Korea Selatan tetap merayakan Hari Vesak dengan mengunjungi sejumlah vihara untuk melakukan puja bakti dan melakukan upacara penyalaan lentera tradisional Korea di pusat kota.

Perlu diketahui bahwa hingga saat ini Korea Selatan khususnya ibu kota Seoul tidak menerapkan penguncian diri atau lockdown. Warga masih diperbolehkan untuk keluar rumah namun dengan mengenakan masker dan menjaga jarak.

Warga Buddhis di Seoul, yang mengunjungi Vihara Jogye (Jogyesa) di pusat kota yang merupakan vihara utama tradisi Jogye, untuk melakukan puja bakti Hari Vesak harus mengenakan masker dan diperiksa suhu tubuhnya saat memasuki vihara. Pihak vihara juga membuat papan peringatan agar umat menjaga jarak dan tetap mengenakan masker.

Mereka yang mengikuti puja bakti di halaman kompleks vihara duduk dalam posisi yang berjauhan. Para bhiksu yang memimpin puja bakti Vesak di aula utama juga mengenakan masker.

Namun, banyaknya jumlah warga yang hadir, mau tidak mau mereka yang duduk paling belakang justru duduk saling berdekatan.

Dalam kunjungannya ke vihara, selain melakukan puja bakti, menyalakan dupa dan lilin, mereka juga melakukan tradisi pemandian rupaka Bayi Bodhisattva Pangeran Siddhartha.

Tidak lupa para umat juga memanjatkan harapan agar pandemik COVID-19 segera berlalu secepatnya dan semua orang dalam kondisi sehat.

Pada hari Jumat (1/5/2020), Korea Selatan telah melaporkan 10.765 kasus infeksi virus corona secara kumulatif, dengan 247 kematian. Laju infeksi harian baru yang meningkat telah melambat dalam beberapa hari terakhir, tetapi transmisi kluster virus corona telah dilaporkan di gereja-gereja dan rumah sakit.[Bhagavant, 1/5/20, Sum]

Kata kunci: ,
Penulis:
REKOMENDASIKAN: