Korea Selatan

Vesak: Presiden Korea Selatan Ingatkan Semangat Buddhis atasi Wabah COVID-19

Kamis, 30 April 2020

Bhagavant.com,
Seoul, Korea Selatan – Presiden Korea Selatan Moon Jae-in mengingatkan semangat Buddhis untuk mengatasi wabah COVID-19 dan bencana kebakaran di Icheon.

Presiden Korea Selatan Moon Jae-in

Presiden Moon Jae-in, pada Kamis berduka atas korban kebakaran gudang yang menewaskan sedikitnya 38 orang dan 10 lainnya luka-luka pada hari kemarin, dengan mengatakan bencana telah menambah kesengsaraan pada krisis virus corona.

“Banyak orang meninggal. Sangat menyedihkan bahwa kecelakaan malang ini terjadi ketika semua orang bekerja keras untuk mengatasi COVID-19,” kata Moon dalam pesannya memperingati Hari Vesak. “Saya sangat berduka terhadap para korban dan berharap mereka yang terluka pulih dengan cepat.”

Tahun ini, warga Korea Selatan memperingati Hari Vesak dengan suasana hati yang khusyuk alih-alih seremonial di tengah pertempuran berbulan-bulan melawan COVID-19 dan kebakaran gudang pada Rabu (29/4/2020) di Icheon, 50 kilometer tenggara Seoul, salah satu kebakaran paling mematikan dalam beberapa tahun.

“Ketika tetangga kita kesakitan, kita juga kesakitan,” kata Moon di akun media sosialnya seperti yang dilansir Yonhap, Kamis (30/4/2020). “Saya merasa sangat menyesal dan merasa sangat bertanggung jawab besar atas insiden malang yang terjadi di tengah upaya nasional untuk mengatasi COVID-19.”

Presiden Moon menyatakan belasungkawa kepada para korban dan berharap yang terluka cepat pulih.

Presiden menunjukkan bahwa Agama Buddha telah memainkan peran secara tradisional dalam menyatukan orang-orang pada saat krisis nasional di Korea Selatan.

Ia menambahkan, bahwa para umat Buddhis telah membantu mereka yang membutuhkan melalui sumbangan dan berbagi.

“Hati yang hangat dari komunitas Buddhis selalu membantu orang-orang,” kata Moon. “Belas kasih, yang menganggap rasa sakit tetangga sebagai milik sendiri, adalah kekuatan dan harapan kita.”

Moon menegaskan kembali prioritas utama melindungi kehidupan dan keselamatan masyarakat pada saat Hari Vesak.

Sebelumnya, Y.M. Wonhaeng, ketua umum Sangha Jogye Korea Selatan, membaca pernyataan Y.M. Jinje, Sesepuh Zen Sangha Jogye yang menyatakan:

Y.M. Jinje, Sesepuh Zen Sangha Jogye.

“Untuk mengatasi kesulitan yang kita hadapi hari ini, kita perlu berhenti saling bertentangan dan membuka jalan untuk bersatu untuk masa depan yang baru … Dengan saling mengampuni dan mencari penyatuan, kita dapat mengatasi bencana nasional ini dengan bijak … Memperingati Kelahiran Buddha, masyarakat dan umat Buddhis perlu mencari perdamaian dunia dengan menyalakan lentera lotus sehingga virus corona dapat diberantas. “

Menekankan bahwa vihara-vihara Sangha Jogye telah menyediakan ruang dan akomodasi untuk staf medis yang telah memerangi COVID-19, Y.M. Jinje mendesak umat Buddhis untuk mematuhi semangat Buddha Gotama dan bertindak secara bertanggung jawab.

Sebelumnya, Sangha Jogye memutuskan untuk menunda perayaan Vesak hingga 30 Mei untuk mencegah penyebaran infeksi virus corona.[Bhagavant, 30/4/20, Sum]

Kata kunci: ,
Penulis:
REKOMENDASIKAN: