Tokoh » Vietnam

Bhiksu Nominator Nobel Y.M. Thich Quang Do Wafat di Usia 91

Senin, 24 Februari 2020

Bhagavant.com,
Hồ Chí Minh, Vietnam – Y.M. Thich Quang Do, bhiksu aktivis sosial terkemuka yang lugas dan pembela hak asasi manusia asal Vietnam, wafat di usia 91 tahun di Vihara Tu Hieu di Kota Ho Chi Minh.

Y.M. Thich Quang Do

Y.M. Thich Quang Do (Vietnam: Thích Quảng Độ) merupakan Sangharaja Ke-5 Persatuan Buddhis Sangha Vietnam (Unified Buddhist Sangha of Vietnam – UBSV) yang dalam beberapa kesempatan dinominasikan untuk Penghargaan Nobel Perdamaian tahun 1978 karena pembelaannya terhadap hak asasi manusia dan demokrasi.

Pada tahun 2001, Y.M. Thich Quang Do menulis “Appeal for Democracy,” yang menyerukan penentangan di Vietnam Utara dan Selatan untuk mengesampingkan perbedaan budaya dan membentuk satu kesatuan dari pada tahun 2005.

Pada tahun 2006, beliau adalah penerima Penghargaan Memorial Thorolf Rafto dari Norwegia untuk “keberanian pribadi dan ketekunannya selama tiga dekade melakukan oposisi damai melawan rezim komunis di Vietnam.”

Seperti yang dilansir The Japan Times, Minggu (23/2/2020), dalam pernyataan publik pada hari Minggu, UBCV menyampaikan permintaan Y.M. Quang Do dari wasiatnya, yang ditandatangani pada April 2019, untuk melakukan “pemakaman sederhana, tidak lebih dari tiga hari.” Pernyataan itu menambahkan permintaan lebih lanjut dari beliau bahwa: “Setelah dikremasi, abu saya akan ditebar di laut.”

UBCV juga mendesak para umat dan pelayat untuk tidak mengikuti kebiasaan umum membawa hadiah uang tunai ke pemakaman. “Tidak akan ada kata-kata terakhir, tidak ada biografi, tidak ada pertunjukan emosional. . . hanya puja bakti,” pesan UBCV.

Biografi singkat Y.M. Thich Quang Do

Y.M. Thich Quang Do lahir dengan nama Dang Phuc Tue (Đặng Phúc Tuệ) pada 27 November 1928 dari keluarga pedesaan di Desa Thanh Chau, Provinsi Thái Bình, Vietnam Utara.

Beliau ditahbiskan sebagai samanera pada usia 14 tahun. Beliau menerima nama Buddhis: Thích Quảng Độ .

Ketika berusia 17 tahun, beliau melihat gurunya, Y.M. Thich Duc Hai dieksekusi oleh pengadilan Komunis. Dan ini menjadi titik balik yang menentukan dalam hidup beliau.

Dalam sebuah surat terbuka kepada sekretaris Partai Komunis pada tahun 1994, Y.M. Quang Do menyatakan: “Kemudian di sana saya bersumpah untuk melakukan semua yang saya bisa untuk memerangi fanatisme dan intoleransi dan mencurahkan hidup saya untuk mengejar keadilan melalui ajaran Buddhis tanpa kekerasan.”

Y.M. Quang Do melanjutkan pendidikan Buddhisnya selama tahun 1950-an dengan melakukan perjalanan keliling Asia, termasuk ke India dan Sri Lanka. Selama periode tujuh tahun beliau juga bekerja sebagai akademisi di sejumlah universitas.

Beliau akhirnya kembali ke Saigon untuk mengajar Agama Buddha, menulis beberapa buku teks Buddhis dan menerjemahkan sejumlah teks Buddhis ke dalam bahasa Vietnam. Beliau adalah seorang profesor di Universitas Buddhis Van Hanh dan Unitersitas Saigon pada tahun 1960-an dan 70-an.

Tahun 1982, beliau dipenjara karena menentang pemerintah yang membentuk sangha baru Sangha Buddhis Vietnam (Giáo hội Phật giáo Việt Nam).

Kemudian Y.M. Quang Do menghabiskan 10 tahun berikutnya di pengasingan di Desa Vu Doai di Thai Binh. Ibunya yang berusia 84 tahun diusir bersamanya, dan meninggal pada tahun 1985 karena perawatan medis yang tidak memadai dan kekurangan gizi. Pada tahun 1992, beliau kembali ke Vihara Thanh Minh di Saigon.

Pada tahun 2008, atas kehendak Sangharaja Ke-4 UBSV, Y.M. Thich Huyen Quang (Thích Huyền Quang), beliau menempati posisi Sangharaja.

Pada tahun-tahun terakhirnya, beliau menderita diabetes, tekanan darah tinggi dan kondisi jantung yang membutuhkan operasi pada tahun 2003.[Bhagavant, 24/2/20, Sum]

Kata kunci: ,
Penulis: