India » Travel

India Kembali Jalankan Kereta Wisata Jalur Buddhis

Kamis, 24 Oktober 2019

Bhagavant.com,
New Delhi, India – India kembali memperkenalkan dan mengoperasikan kereta wisata Jalur Buddhis (Buddhist Circuit) setelah sukses tahun lalu.

India Kembali Jalankan Kereta Wisata Jalur Buddhis
Foto: irctcbuddhisttrain.com

Indian Railways, perusahaan kereta api nasional India yang dioperasikan oleh Kementerian Perkeretaapian, telah mengoperasikan kembali layanan kereta api khusus Jalur Buddhis, yang juga dikenal sebagai Mahaparinirvan Express, yang dibangun berdasarkan keberhasilannya tahun lalu.

Layanan perjalanan ke tujuan yang terkait dengan kehidupan Buddha sejarah di India dan Nepal selama delapan hari, dimulai dan berakhir di stasiun kereta api Safdarjung di Delhi Selatan.

Menurut Indian Rail Catering and Tourism Corp (IRCTC), layanan, yang tahun ini mulai berjalan pada 19 Oktober 2019, mencakup tujuan ziarah utama yang meliputi: Lumbini di Nepal, tempat kelahiran Bodhisattva Siddhartha; Bodh Gaya, situs tempat Petama Gautama mencapai pencerahan; dan Sarnath, lokasi khotbah pertama Sri Buddha, Kushinagar, tempat Mahaparinirvana Sri Buddha.

Layanan kereta tersebut juga membawa tujuan Buddhis lainnya, seperti Nalanda, Rajgir, dan Shravasti. Perhentian di Agra juga termasuk dalam rencana perjalanan, yang memungkinkan para penumpang untuk mengunjungi Taj Mahal yang ikonis, sebuah makam besar marmer putih yang ditugaskan oleh Kaisar Shah Jahan (memerintah tahun 1628–1958) untuk mengenang istrinya.

IRCTC memperkenalkan Mahaparinirvan Express untuk wisata spiritual menggunakan kereta api dari Rajdhani Express, salah satu kereta tercepat di India, dan layanan ini mengambil nama khotbah Mahaparinirvana dari Buddha sejarah.

Menurut IRCTC, Mahaparinirvan Express dirancang pada jalur kemewahan Maharaja Express, yang mengunjungi lima negara bagian utara dan utara-tengah India: Rajasthan, Uttar Pradesh, Gujarat, Maharashtra, dan Madhya Pradesh, bersama dengan Delhi.

Mahaparinirvan Express sepenuhnya ber-AC dan menawarkan kelas perjalanan yang berbeda: kereta kelas satu ber-AC dengan 96 kursi, kereta kelas dua ber-AC dengan 60 kursi, dan dua kereta makan eksklusif masing-masing dengan kapasitas 64 tamu, bersama dengan kereta dapur.

Biaya paket adalah 123.900 rupee per dua orang di kelas satu dan 101.430 rupee untuk dua orang di gerbong kelas dua. Biaya tersebut meliputi transportasi jalan oleh pembimbing terbaik untuk perjalanan wisata Nepal, akomodasi selama kunjungan, dan makanan, layanan manajer wisata dan pemandu, biaya masuk, dan asuransi perjalanan.

Rute Kereta Wisata Jalur Buddhis

Rute yang dikeluarkan dan rencana perjalanan kereta api tersebut adalah sebagai berikut:

Hari Pertama: Berangkat dari stasiun kereta Safdarjung di Delhi Selatan ke Gaya.

Hari Kedua: Mengunjungi viahra-vihara di Bodh Gaya dengan bus, dengan bermalam di sebuah hotel di Bodh Gaya.

Hari Ketiga: Mengunjungi Rajgir dan Nalanda dengan bus, dan kemudian naik kereta di Gaya untuk melakukan perjalanan ke Varanasi.

Hari Keempat: Tiba di Varanasi, dengan mengunjungi Sarnath, dan menghadiri upacara Ganga Aarti pada malam hari di tepi Sungai Gangga di Varanasi. Naik kereta ke Nautanwa di Varanasi.

Hari Kelima: Mengunjungi Lumbini di Nepal dengan bus, termasuk menginap di sebuah hotel di sana.

Hari Keenam: Mengunjungi Kushinagar dengan bus dan kemudian melanjutkan ke stasiun kereta Gorakhpur untuk keberangkatan ke Balrampur.

Hari Tujuh: Mengunjungi Sravasti dengan bus dan kembali ke Balrampur untuk keberangkatan ke Agra.

Hari Kedelapan: Mengunjungi Taj Mahal di Agra dan Fatehpur Sikri, sebelum kembali ke Delhi.

IRCTC pertama kali meluncurkan Mahaparinirvan Express pada 28 Maret 2007, dengan tujuan untuk menarik peziarah Buddhis. Layanan ini telah mendapatkan popularitas di pasar internasional, menarik wisatawan dari Tiongkok daratan, Jepang, Sri Lanka, Taiwan, Thailand, dan negara lainnya.

Beberapa fitur dan ketentuan tur kereta api termasuk loker digital pribadi, bilik mandi, sofa satu tempat duduk, dan pijat kaki. Petugas keamanan juga dikerahkan di setiap gerbong. Menurut situs web resmi Mahaparinirvan Express, tur akan berjalan hingga Maret tahun depan.[Bhagavant, 24/10/19, Sum]

Kata kunci: ,
Penulis: