Asia Tenggara » Indonesia » Tokoh

Kunjungan Dagpo Rinpoche ke Indonesia 2019

Jumat, 25 Oktober 2019

Bhagavant.com,
Jakarta, Indonesia – Dagpo Rinpoche, guru Buddhis asal Tibet yang diyakini sebagai kelahiran kembali Guru Suwarnadwipa Dharmakirti dari Sriwijaya, akan datang ke Indonesia pada bulan November 2019.

Dagpo Rinpoche

Dalam kunjungannya kali ini, Beliau akan membabarkan tahapan pamungkas dari rangkaian pelajaran Agama Buddha yang telah disampaikan selama beberapa tahun terakhir.

Dagpo Rinpoche Jampel Jhampa Gyatso

Guru Dagpo Rinpoche adalah salah satu dari sangat sedikit guru Buddhis senior bereputasi yang masih tersisa di dunia saat ini. Beliau adalah tokoh yang memperkenalkan Agama Buddha Tibet di Perancis dan telah mendirikan pusat-pusat Agama Buddha di negara-negara Eropa, Malaysia, dan Indonesia. Beliau juga merupakan saudara seperguruan sekaligus murid Y.M. Dalai Lama XIV.

Beliau mendapat pengakuan dari Y.M. Dalai Lama XIII sebagai kelahiran kembali dari Guru Suwarnadwipa Dharmakirti, pangeran dari Wangsa Syailendra di Sriwijaya yang menjadi bhiksu sekaligus guru Buddhis berpengaruh di abad X. Pada masa itu, Indonesia menjadi salah satu pusat perkembangan Agama Buddha dunia, tepatnya pada masa kejayaan Kerajaan Sriwijaya.

Guru Dagpo Rinpoche juga merupakan pemegang ajaran khusus untuk melatih Bodhicita atau batin pencerahan. Ajaran yang berasal dari guru agung Shantidewa ini dikenal dengan istilah “Tong Len” atau “Terima Kasih”; “Terima” berarti menerima penderitaan semua makhluk, “Kasih” berarti mengasih atau memberi kebahagiaan pada semua makhluk. Guru Atisha dari India menempuh perjalanan laut selama 13 bulan ke Sriwijaya demi berguru pada Guru Suwarnadwipa Dharmakirti yang merupakan satu-satunya pemegang ajaran ini pada masanya.

Dagpo Rinpoche pertama datang ke Indonesia pada tahun 1989. Sejak saat itu, Beliau konsisten datang ke Indonesia setiap tahun untuk memberikan pengajaran, termasuk ajaran “Terima Kasih” ini. Sesi-sesi pengajaran Guru Dagpo Rinpoche dihadiri oleh peserta dari seluruh Indonesia, bahkan mancanegara.

Merampungkan Pengajaran Dharma Nusantara

Pada kunjungan kali ini, Guru Dagpo Rinpoche akan memberikan pengajaran dalam acara Southeast Asia Lamrim Festival (SEALF) 2019 yang diadakan pada tanggal 11-17 November 2019 di Gedung Prasadha Jinarakkhita, Jakarta Barat. Beliau akan merampungkan transmisi lisan dan penjelasan kitab Lamrim “Mārga Krama-Vimocana-Hasta” (Pembebasan di Tangan Kita) karya Phabongkha Rinpoche. Transmisi kitab ini telah dimulai oleh Rinpoche pada tahun 2010, diberikan setahap demi setahap setiap tahun hingga sampai pada tahapan terakhir di tahun 2019 ini.

Lamrim atau “Tahapan Jalan Menuju Pencerahan” adalah cara mempelajari Buddhadharma yang merangkum keseluruhan ajaran Buddha dalam topik-topik yang disusun berdasarkan urutan praktik dan jenis praktisi. Lamrim membimbing seorang praktisi Dharma mulai dari orang biasa yang fokus pada kehidupan ini untuk mengembangkan batin setahap demi setahap hingga mencapai pembebasan samsara dan pencerahan sempurna.

Lamrim berakar dari kitab “Bodhipathapradipa” karya pandit besar India, Atisha Dipankarasrijnana, murid utama Guru Suwarnadwipa Dharmakirti. Je Tsongkhapa, reformis Buddhadharma Tibet pendiri tradisi Gelug, menyusun kitab komentar terhadap Bodhipathapradipa yang berjudul “Risalah Agung Tahapan Jalan Menuju Pencerahan” (Lamrim Chenmo) yang menjadi basis untuk kitab-kitab Lamrim lainnya.

Lamrim yang memiliki kaitan erat dengan Nusantara melalui Guru Atisha dan Guru Suwarnadwipa diwariskan turun temurun dari guru ke murid dalam silsilah tak terputus yang bisa ditelusuri hingga Sang Buddha sendiri dan sampai pada Guru Dagpo Rinpoche, lalu dikembalikan ke Indonesia.

Selain mengajar di SEALF 2019, Guru Dagpo Rinpoche juga akan meresmikan Biara Indonesia Tuṣita Vivaraṇācaraṇa Vijayāśraya, biara Sutra dan Tantra pertama dan terbesar di Asia Tenggara yang menggunakan sistem pendidikan Biara Lamrim Dagpo Shedrup Ling. Sistem pendidikan ini bersumber dari sistem di Biara Universitas Nalanda, institusi pendidikan monastik tertua dunia, yang juga digunakan di Sriwijaya.

Informasi selanjutnya mengenai kedatangan Guru Dagpo Rinpoche dan acara Southeast Asia Lamrim Festival (SEALF) 2019, dapat mengakses:

Website:
dagporinpoche.id
lamrimretreat.id
Facebook:
Facebook.com/LamrimRetreatID

[Bhagavant, 25/10/19, Sum]

Kata kunci: ,
Penulis: