India » Pendidikan

Universitas India Rilis Kamus Multibahasa untuk Studi Perbandingan Buddhis

Bhagavant.com,
Maharashtra, India – Departemen Studi Pali dan Buddhis di Universitas Savitribai Phule Pune (SPPU) di Pune, India, telah menerbitkan Dictionary of Buddhist Terms, kamus multibahasa dengan bahasa Pali sebagai kata dasar utamanya.

Universitas India Rilis Kamus Multibahasa untuk Studi Perbandingan Buddhis

Kamus tersebut memberikan terjemahan ke dalam bahasa Inggris, Sansekerta, dan Tibet, semuanya dalam aksara Romawi, bersama dengan pengesahan tekstual masing-masing untuk para sarjana studi perbandingan Buddhis.

Surat kabar Indian Express 10 Maret 2022 melaporkan dirilisnya jilid ketiga kamus tersebut pada tanggal 9 Maret dengan mengatakan bahwa Dictionary of Buddhist Terms (Kamus Istilah Buddhis) tersebut pada akhirnya akan tumbuh menjadi 50 jilid. Jilid pertama dan kedua diterbitkan tahun lalu. Penerbit juga berencana untuk menambahkan definisi bahasa Mandarin, yang menurut mereka, akan menjadikan Kamus Istilah Buddhis tersebut sebagai satu-satunya kamus multibahasa dari jenisnya.

“Kami akan segera menambahkan bahasa Mandarin dalam proyek ini dan sedang mencari sarjana yang cocok untuk berkolaborasi,” kata Mahesh Deokar, profesor dan kepala Departemen Studi Pali dan Buddhis. “Selain itu, kami sedang mempertimbangkan untuk memiliki kamus ini dalam aksara Devanagiri dan Tibet.”

Prof. Deokar, bersama dengan Dr. Lata Deokar, Snehal Kondhalkar dan Prof. Maheshwar Singh Negi, memulai proyek Dictionary of Buddhist Terms dua tahun lalu. Para ahli bahasa menyatakan bahwa kamus pada akhirnya akan diperluas untuk mencakup seluruh alfabet Pali.

Setiap fasikula berisi 100 kata, dengan tiga fasikula yang diterbitkan sejauh ini berisi total 300 kata yang dimulai dengan huruf “A.” Dalam fasikula yang akan datang, setidaknya 300 kata lagi akan ditambahkan.

“Buku ini bertujuan untuk digunakan secara bersamaan dalam menelusuri perubahan makna terminologi Buddhis lintas ruang dan waktu,” kata SPPU dalam sebuah pernyataan. “Selain itu, ini mungkin mengungkapkan kosakata umum dan unik yang digunakan dalam tradisi Buddhis Pali dan Sansekerta.”

Kamus Istilah Buddhis dimaksudkan untuk menjadi panduan bagi akademisi yang melakukan studi perbandingan tentang berbagai tradisi Buddhis, menggunakan bahasa Pali, Sansekerta, dan Tibet sebagai bahasa utama.

Wakil Rektor Universitas Savitribai Phule Pune Prof. Nitin Karmalkar, yang telah bekerja secara ekstensif di Ladakh dan telah berinteraksi dengan para viharawan untuk survei dan penelitian, mengatakan bahwa dia percaya bahwa kamus tersebut memiliki potensi untuk menarik perhatian para sarjana karya sastra dalam bahasa Tibet yang saat ini tersembunyi di dalam banyak vihara di Ladakh.

Prof. Prasad Joshi, wakil rektor Deccan College dan seorang sarjana Sansekerta, mencatat bahwa proyek Kamus Istilah Buddhis memberikan kontribusi signifikan pada bidang leksikografi. Selama beberapa tahun, Prof. Joshi juga telah bekerja untuk menyusun kamus bahasa Sansekerta.

“Di seluruh dunia, tidak banyak proyek leksikografi yang sedang berjalan, dan kompilasi kamus adalah proses yang panjang. Kita perlu melatih lebih banyak leksikografer dan menghentikan seni ini agar tidak punah,” kata Prof. Joshi seperti yang dilansir Indian Express. Dia menambahkan bahwa edisi digital Kamus Istilah Buddhis akan tersedia bagi para peneliti di seluruh dunia.

Deshana, sebuah Institut Studi Buddhis dan Sekutu, dan Yayasan Khyentse meluncurkan proyek kamus multibahasa ini pada Juni 2020.

Departemen Studi Pali dan Buddhis, yang kemudian dikenal sebagai Departemen Pali, didirikan pada Juli 2006. Sebelum didirikan, kursus-kursus dalam Studi Pali dan Buddhis diajarkan di Departemen Bahasa Sanskerta dan Prakerta. Departemen Studi Pali dan Buddhis adalah satu-satunya lokasi di bawah yurisdiksi Universitas Savitribai Phule Pune di mana mahasiswa dapat mempelajari literatur Buddhis dalam bahasa Pali, Sansekerta, dan Tibet, dari tingkat dasar hingga lanjutan.[Bhagavant, 23/4/22, Sum]


Kategori: India,Pendidikan
Kata kunci:
Penulis:
REKOMENDASIKAN BERITA INI: