Asia Tenggara » Thailand

Upacara di Vihara Buddha Zamrud Awali Penobatan Raja Baru Thailand

Minggu, 5 Mei 2019

Bhagavant.com,
Bangkok, Thailand – Anggota keluarga kerajaan, pemerintah, dan para pemimpin agama Thailand dengan suara bulat memutuskan mengadakan Upacara Penobatan Raja Rama Ke-10 dari Dinasti Chakri, selaman tiga hari.

 Raja Thailand Maha Vajiralongkorn menyalakan Lilin Kemenangan mengawali penobatannya di Vihara Buddha Zamrud.
Raja Thailand Maha Vajiralongkorn menyalakan Lilin Kemenangan mengawali penobatannya di Vihara Buddha Zamrud pada Jumat (3/5/2019). Foto: nationmultimedia.com

Y.M. Brahma Muni (Phra Phrom Muni), sekretaris dari Sangharaja Thailand, Y.M. Ariyavangsagatayana, membuat pengumuman tersebut pada hari Jumat (3/5/2019) setelah Sangharaja menyalakan Lilin Kemenangan bersama dengan Raja Maha Vajiralongkorn berdiri di sisi salah satu sisi di Balairung Singgasana Amarinda Vinicchayā Maha Suriya Vimāna (
Thailand: พระที่นั่งอมรินทรวินิจฉัยมไหสูรยพิมาน – Phra Amarintharathikom Mahayasuriya Phiman).

Raja Vajiralongkorn tiba di Istana Kerajaan pada hari Jumat pukul empat sore bersama dengan Ratu Suthida dan ketiga anaknya – Putri Bajrakiti-yabha, Putri Sirivannavari Narirat-ana dan Pangeran Dipangkorn Rasmijoti.

Iring-iringan mobil mereka disambut oleh warga yang mengenakan pakaian kuning dan meneriakkan “panjang umur para bangsawan” di luar gedung uposatha Vihara Sri Ratana Seṭṭha Arama (Thailand: วัดพระศรีรัตนศาสดาราม – Wat Phra Si Rattana Sasdaram) atau yang dikenal dengan Wat Phra Kaew atau Vihara Buddha Zamrud.

Dipimpin oleh Sangharaja Thailand, Raja Vajiralongkorn melakukan upacara penghormatan. Foto: Foto: nationmultimedia.com

Keluarga Kerajaan memasuki gedung uposatha utama Vihara Buddha Zamrud, di mana Raja menghormati rupaka-rupaka leluhur dan Buddha di antaranya Raja Rama I dan Rama II, dan rupaka Buddha Zamrud.

Mereka kemudian pindah ke Balairung Singgasana Amarinda Vinicchayā, di mana Raja memberi hormat kepada Ti Ratana dan rupaka Buddha.

Sedangkan Putri Ubolratana, Putri Maha Chakri Sirindhorn dan Chulabhorn bersama dengan banyak anggota Keluarga Kerajaan lainnya menunggu di Balairung Singgasana Vesālā Dakkhiṇa.

Raja Vajiralongkorn menyapa saudari-saudarinya. Ia menyapa kakak perempuannya, Putri Ubolratana, dengan pelukan – sebelum memasuki sebuah cetiya di dekatnya untuk memberi penghormatan kepada sisa-sisa kremasi para leluhurnya, sebuah tradisi yang dimulai oleh Raja Rama VII.

Raja Vajiralongkorn menyapa saudari-saudarinya. Foto: nationmultimedia.com

Kemudian di Balairung Vesālā Dakkhiṇa, Raja Vajiralongkorn mempersembahkan kipas tālapatta (kipas daun palem untuk upacara para bhikkhu) kepada Sangharaja dan 94 bhikkhu senior lainnya, sebelum menemani Sangharaja saat ia menyalakan Lilin Kemenangan di Balairung Singgasana Amarinda Vinicchayā.

Begitu lilin dinyalakan, para bhikkhu mulai melantunkan paritta di Balairung Singgasana Amarinda Vinicchayā dan Singgasana Vesālā Dakkhiṇa (Thailand: พระที่นั่งไพศาลทักษิณ – Phra Thinang Phaisan Thaksin) dan Singgasana Cakkavatti Vimāna (Thailand:พระที่นั่งจักรพรรดิพิมาน – Thinang Chakraphat Phiman) – yang secara kolektif ketiga tempat itu dikenal sebagai Maha Mandira (Thailand: พระมหามณเฑียร – Phra Maha Monthien) yang merupakan tempat termulia di dalam Istana Kerajaan (Thailand: พระบรมมหาราชวัง – Phra Borom Maha Ratcha Wang; Grand Palace – Parama Maha Rājavara).

Sebelumnya, pada pukul 10 pagi, plakat Emas Kerajaan dengan nama, data kelahiran resmi Raja dan Segel Negara Kerajaan dibawa dalam prosesi dari Vihara Buddha Zamrud ke Balairung Singgasana Vesālā Dakkhiṇa, yang berjarak 220 meter. Tiga hal yang semuanya memainkan peran penting dalam upacara penobatan tersebut, dibuat dalam ritual sakral pada 23 April 2019.

Prosesi tersebut dilakukan di tengah kumandang suara drum, terompet dan sangkakala emas dan perak, termasuk 113 orang dari lima lembaga pemerintah. Di balairung singgasana, Marsekal Angkatan Udara Thailand, Satitpong Sukvimol membawa tiga hal tersebut di atas nampan emas ke sebuah tumpuan di dalam balairung.

Upacara, sesuai dengan tradisi tersebut, disiarkan televisi untuk disaksikan oleh semua orang.[Bhagavant,5/5/19, Sum]

Kata kunci:
Penulis: