Thailand » Tradisi dan Budaya

Raja Thailand: Saya Akan Melindungi Agama Buddha Selamanya

Senin, 6 Mei 2019

Bhagavant.com,
Bangkok, Thailand – Setelah menyelesaikan upacara tradisi visuddha (wisuda) secara tradisi Buddhis dan Brahmana, pada Sabtu (4/5/2019) Raja Thailand Maha Vajiralongkorn menyatakan ikrarnya untuk melindungi Agama Buddha.

Sangharaja Thailand menuangkan air pada tubuh Raja Vajiralongkorn dalam upacara abhiseka pada Sabtu (4/5/2019) di kompleks Istana Kerajaan.
Sangharaja Thailand (kanan) menuangkan air pada tubuh Raja Vajiralongkorn dalam upacara abhiseka pada Sabtu (4/5/2019) di kompleks Istana Kerajaan. Foto: nst.com.my

Raja Thailand Vajiralongkorn melaksanakan upacara tradisi wisuda abhiseka atau Song Phra Muratha Bhisek (Pemurnian Kerajaan), yang dipimpin oleh Sangharaja pada Sabtu pukul 10 pagi waktu setempat.

Song Phra Muratha Bhisek (Pali: mūlaṭṭhābhikeka; Skt: mūrdhābhiṣikta) merupakan tradisi pemurnian diri dengan memercikkan, atau menuangkan air ke kepala. Ini merupakan sebuah tradisi masyarakat India untuk penobatan seorang raja, yang kepalanya dibasuh dengan air dari empat lautan dan dari sungai-sungai di wilayah kekuasaannya.

Air yang digunakan untuk abhiseka penobatan Raja Thailand kali ini berasal dari lima sungai yaitu Bang Pakong, Pasak, Chao Phraya, Ratchaburi dan Phetchaburi.

Setelah menyelesaikan upacara abhiseka di gedung Singgasana Cakkavatti Vimāna dan menyelesaikan upacara pemakaian mahkota di Singgasana Bhadrapīṭha, Raja Vajiralongkorn menyampaikan titah kerajaan pertamanya.

“Saya akan melanjutkan, melestarikan, dan membangun terhadap warisan kerajaan dan akan memerintah dengan kebenaran untuk manfaat dan kebahagiaan rakyat selamanya,” titah Raja Vajiralongkorn seperti yang dilansir Reuters, Sabtu (4/5/2019).

Secara tradisi titah pertama disampaikan setelah raja dimahkotai. Titah pertama raja berfungsi untuk menangkap inti dari pemerintahannya. Perintah Raja Vajiralongkorn mirip dengan titah yang pernah disampaikan oleh ayahnya.

Menjelang sore, Raja Vajiralongkorn dibawa dalam tandu kerajaan dalam sebuah prosesi dari gedung Maha Mandira (Phra Maha Monthien) ke Vihara Buddha Zamrud yang masih berada di kompleks Istana Kerajaan. Di sana para warga Thailand berpakaian kuning menunggu kedatangannya, berulang kali meneriakkan, “Panjang umur raja.”

Di dalam Vihara Buddha Zamrud, Raja Vajiralongkorn melaksanakan puja bakti dipimpin oleh Sangharaja, Y.M. Ariyavangsagatayana.

Setelah 80 bhikkhu melantunkan paritta, raja menyatakan dirinya sebagai Pelindung Agama Buddha.

“Saya akan melindungi Agama Buddha secara benar untuk selamanya,” ikrar raja.

Kemudian, Raja Vajiralongkorn dan Ratu Suthida akan melakukan ritual pindah rumah pribadi ke kediaman kerajaan di Istana Kerajaan di mana mereka akan menginap, seperti yang dilakukan raja sebelumnya, dalam mengakhiri hari pertama dari tiga hari upacara penobatan.[Bhagavant, 6/5/19, Sum]

Kata kunci:
Penulis: