Arkeologi » Pakistan

Rupaka Buddha 2.000 Tahun dari Pakistan Dipertunjukkan di Museum Swiss

Kamis, 20 Desember 2018

Bhagavant.com,
Islamabad, Pakistan – Rupaka Buddha berusia sekitar 2.000 tahun yang nyaris tanpa cacat dari Provinsi Khyber Pakhtunkhwa, Pakistan, dipertunjukkan di Museum Rietberg di Zurich, Swiss.

Rupaka Buddha Shakyamuni dipersiapkan untuk dipindahkan ke Museum Rietberg di Zurich, Swiss, dari Museum Peshawar, Pakistan.
Rupaka Buddha Shakyamuni dipersiapkan untuk dipindahkan ke Museum Rietberg di Zurich, Swiss, dari Museum Peshawar, Pakistan. Foto: thenews.com.pk

Berdasarkan nota kesepahaman antara Departeman Musem dan Pariwisata Khyber Pakhtunkhwa dengan pemerintah Swiss, rupaka yang monumental setinggi tiga setengah meter tersebut dipindahkan ke Museum Rietberg dari Museum Peshawar.

Rupaka yang diberi nama Buddha Shakyamuni tersebut dibawa untuk ditampilkan di ekshibisi yang bertajuk “Next Stop Nirvana – Approaches to Buddhism” pada 12 Desember 2018 hingga 31 Maret 2019 di Museum Rietberg.

“Rupaka Buddha ini telah digali pada tahun 1909 dari Sahri Bahlol. Rupaka ini berasal dari abad pertama, hampir 2000 tahun,” kata Asif Raza, asisten kurator Museum Peshawar, seperti yang dilansir The News International, Kamis (13/12/2018).

Rupaka Buddha Shakyamuni sedang dalam pengecekan saat akan dipindahkan ke  Museum Rietberg di Zurich, Swiss.
Rupaka Buddha Shakyamuni sedang dalam pengecekan saat akan dipindahkan ke Museum Rietberg di Zurich, Swiss. Foto: thenews.com.pk

Sahri Bahlol adalah sebuah yang terletak kurang dari 5 kilometer dari situs Warisan Dunia Takht-i-Bahi, situs arkeologi dari vihara kuno yang merupakan salah satu struktur yang paling terpelihara dan paling mengesankan dari periode Gandhara. Gandhara adalah sebuah kerajaan kuno yang terkenal karena merintis salah satu aliran seni Buddhis paling awal yang dipengaruhi oleh budaya India-Yunani.

Rupaka itu telah diperlihatkan di Museum Peshawar sejak penggaliannya dan, sebelum pergi ke Swiss, rupaka itu tidak pernah meninggalkan Pakistan. Karena rupaka seberat hampir dua ton itu tidak pernah dipindahkan dari museum, para kurator membutuhkan lebih dari seminggu untuk membongkarnya dari tempatnya di Museum Peshawar.

Rupaka Buddha Shakyamuni tersebut adalah artefak yang unik, sebagian karena ukuran dan fakta bahwa ia bertahan hampir dua milenium dan hampir tanpa kerusakan. Selain itu juga karena rupaka itu adalah contoh terbaik dari perpaduan gaya pahat India dan Yunani sehingga terbentuk karakteristik dari seni Buddhis periode Gandhara.[Bhagavant, 20/12/18, Sum]

Kata kunci:
Penulis: