Thailand » Tokoh

Upacara Kerajaan Diadakan Secara Buddhis untuk Vichai Bos Leicester City

Sabtu, 3 November 2018

Bhagavant.com,
Bangkok, Thailand – Jenazah Vichai Srivaddhanaprabha pemilik klub sepak bola Leicester City telah tiba di Bangkok, Thailand pada Jumat (2/11/2018).

Vichai Srivaddhanaprabha (1958-2018)
Vichai Srivaddhanaprabha (1958-2018)

Raja Thailand, Maha Vajiralongkorn, telah mempersiapkan air upacara penghormatan terakhir dan menganugerahkan pasu (bejana) abu kremasi untuk menyokong upacara kerajaan untuk Vichai Srivaddhanaprabha yang meninggal dalam kecelakaan helikopter pada Sabtu (27/10/2018).

Ritual pembasuhan yang disokong kerajaan tersebut akan berlangsung di Vihara Rajavara Debsirindrawas (Wat Debsirindrawas Ratchaworawihan/Wat Thepsirin), Bangkok pada Sabtu (3/11/2018) pukul 17.30.

Pelantunan kutipan ayat-ayat Abhidhamma untuk mendiang diselenggarakan selama sepekan dari Minggu hingga Jumat (9/11) pekan depan. Sedangkan pelantunan Abhidhamma yang disokong oleh kerajaan akan berlangsung selama tiga malam.

Anggota staf Grup King Power pada hari Jumat telah menyiapkan dan mendekorasi sebuah paviliun di kompleks vihara Rajavara Debsirindrawas untuk puja bakti penghormatan terakhir yang disokong oleh kerajaan.

Jenazah Vichai akan dikremasi secara Buddhis pada pekan depan.

Kehidupan pribadi

Vichai Srivaddhanaprabha adalah miliader pendiri dan CEO dari Grup King Power, sebuah perusahaan travel terkemuka di Thailand. Ia juga pemilik dari klub sepak bola Liga Premier Leicester City sejak 2010.

Ia lahir dari keluarga Tionghoa Thailand 5 Juni 1958 di Bangkok. Pada tahun 2012, Raja Thailand Bhumibol Adulyadej memberikan keluarganya nama keluarga baru yaitu Srivaddhanaprabha, yang berarti “Cahaya Kejayaan yang Progresif”.

Semasa hidupnya ia seorang pemain Polo dan menjadi presiden Klub Polo Ham di London, Inggris daro 2008 hingga 2012.

Sebagai seorang Buddhis, ia yakin bahwa kegagalan dan kesuksesan sebuah klub dipengaruhi oleh kamma. Karena itu, untuk mengumpulkan karma baik dengan membangun vihara-vihara dan menyokong para bhikkhu.

Saat Liga Premier Inggris 2015-2016, dalam asuhan Vichai, Leicester City dengan mengejutkan memenangkan kompetisi sepak bola bergengsi di Inggris tersebut.

Ia memiliki hubungan baik dengan Bhikkhu Phra Prommangkalachan dan kolega bhikkhunya, yang sering memberkati para pemain tim, baik di Inggris atau di Vihara Traimit, Bangkok.

Dhamma mengatakan bahwa tidak ada satu kekuatan pun yang dapat mengubah suatu kamma saat berbuah. Vichai Srivaddhanaprabha meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan saat mengendarai helikopter di Stadium King Power pada 27 Oktober 2018.

Meninggalnya Vichai tentu saja merupakan kehilangan bagi para anggota keluarga dan seluruh karyawan dan anggota Klub Leicester City, juga rakyat Thailand.[Bhagavant, 3/11/18, Sum]

Kata kunci:
Penulis: