Birma

Buddhis Myanmar Rayakan Hari Abhidhamma dan Awal Kathina 2562 EB

Jumat, 26 Oktober 2018

Bhagavant.com,
Yangon, Myanmar – Buddhis Myanmar merayakan Hari Abhidhamma dan awal Kathina 2562 Era Buddhis (EB) pada Rabu (24/10/2018).

Para umat Buddhis mengunjungi Stupa Shwedagon dalam perayaan Hari Abhidhamma dan awal Kathina 2562 EB di Yangon, Myanmar, Rabu (24/10/2018)
Para umat Buddhis mengunjungi Stupa Shwedagon dalam perayaan Hari Abhidhamma dan awal Kathina 2562 EB di Yangon, Myanmar, Rabu (24/10/2018). Foto: globalnewlightofmyanmar.com

Tepat pada hari Purnama Thadingyut (bulan ke-7 penanggalan Myanmar), umat Buddhis di seluruh penjuru Myanmar memadati vihara-vihara dan stupa-stupa untuk melakukan puja bakti perayaan awal Kathina yang merupakan akhir masa vassa para bhikkhu serta merayakan Hari Abhidhamma. [Baca juga: 5 Hal Tentang Kathina yang Mungkin Belum Anda Ketahui]

Umat Buddhis di Yangon berkumpul di Stupa Shwedagon untuk mengadakan upacara penyalaan lentera menyambut berakhirnya masa vassa para bhikkhu. Masa vassa adalah masa retret musim penghujan.

Stupa Shwedagon penuh sesak dengan umat, di hari pertama dari tiga hari libur nasional untuk Perayaan Thadingyut untuk menandai akhir vassa para bhikkhu. Para umat mempersembahkan bunga, buah, air, dan lampu minyak di depan rupaka Sri Buddha, mengikuti pindapata mempersembahkan dana makanan kepada anggota Sangha.

Selain di Stupa Shwedagon, umat juga berkumpul di Sirimangala Kaba Aye Ceti (Stupa Perdamaian Dunia) di Yangon di mana umat melakukan upacara penyalaan lilin, dan melakukan jasa kebajikan seperti berdana dan melimpahkan jasa.

Di berbagai stupa di Yangon lainnya seperti di Stupa Maha Wizaya, Stupa Thiri Mingalar Kaba Aye, Stupa Shwe Phone Pwint, dan Stupa Botahtaung, para umat menyumbangkan dana makanan dan air kepada para pengunjung. Organisasi-organisasi Buddhis melantunkan ayat-ayat Dhamma di stupa-stupa tersebut, dan gedung-gedung perkantoran dan taman diterangi dengan lampu warna-warni di malam hari.

Para bhikkhu dan samanera menyalakan lilin pada malam Purnama Thadingyut yang merupakan akhir masa vassa dan awal Kathina
Para bhikkhu dan samanera menyalakan lilin pada malam Purnama Thadingyut yang merupakan akhir masa vassa dan awal Kathina. Foto: globalnewlightofmyanmar.com

Pada hari yang sama, umat Buddha di Myanmar juga merayakan Hari Abhidhamma, yaitu hari memperingati kembalinya Sri Buddha dari Surga Tavatimsa setelah selama tiga bulan mengajarkan Abhidhamma (Penguasaan Dhamma) kepada para dewa termasuk kepada mendiang ibu-Nya yang telah lahir sebagai dewa.

Puja bakti memperingati Hari Abhidhamma juga diadakan di Stupa Shwedagon dan Stupa Sule dengan beberapa kegiatan sejak pagi hari. Kegiatan tersebut di antaranya juga mempersembahkan pelita, makanan, bunga dan pelantunan ayat-ayat Dhamma.

Pada malam hari, 50.000 lampu minyak dinyalakan oleh organisasi Buddhis dan umat lainnya di Stupa Shwedagon dan Stupa Sule selama tiga hari.

Sementara itu wilayah Mandalay, festival 10 ribu lentera diadakan di rupaka Buddha Maha Muni, Vihara Kyauktawgyi Buddha, dan di Stupa Bukit Mandalay, untuk memperingati dua peristiwa tersebut.

Seperti yang dilansir Global News Light of Myanmar, Kamis (25/10/2018), pada hari purnama tersebut umat Buddhis di Mandalay sebagian besar mengunjungi Rupaka Buddha Maha Muni di pagi hari untuk memberi penghormatan, mempersembahkan bunga, air dan pelita, dan juga mengunjungi stupa-stupa terkenal lainnya termasuk Stupa Jade dan Stupa Relik Gigi Suci.

Bangunan-bangunan religius (Dhamma Yone) di pusat kota Mandalay dipenuhi dengan umat untuk puja bakti dan bertekad melatih Sila. Para umat juga mempersembahkan makanan kepada masyarakat, nasi dan kebutuhan pokok kepada anggota Sangha dan para thilashin (anagarini/maechi/dasa sila mata) di jalanan di Mandalay.

Tiga stupa di kaki Bukit Mandalay, Stupa Kyauktawgyi, Sandamuni dan Kuthodaw penuh sesak dengan pengunjung festival tersebut.[Bhagavant, 26/10/18, Sum]

Kata kunci: ,
Penulis: