Meditasi » Samatha » Thailand

Atlet Bulu Tangkis Putri Thailand Ungkap Resep Buddhis dari Ketangguhan Mentalnya

Kamis, 9 November 2017

Bhagavant.com,
Bangkok, Thailand – Juara tunggal putri turnamen bulu tangkis Bitburger Badminton Open 2017, mengungkapkan resep ketangguhan mentalnya dalam turnamen internasional tersebut.

Nitchaon Jindapol, atlet bulu tangkis putri asal Thailand
Nitchaon Jindapol, atlet bulu tangkis putri asal Thailand . Foto: pinterest

Nitchaon Jindapol (26) asal Thailand terbukti lebih tanguh dari sebelumnya saat ia mengalahkan peringkat ke dua belas, Zhang Beiwen dari Amerika Serikat dengan skor 21-17, 15-21, dan 21-19.

Kemenangan Nitchaon dalam turnamen yang diadakan di Saarbrucken, Jerman, 31 Oktober hingga 5 November, merupakan kemenangan kedua kalinya dalam merebut gelar World Grand Prix, setelah sebelumnya ia raih empat tahun yang lalu.

Ia mengatakan bahwa pendekatan dengan meditasi Buddhis adalah kunci untuk memperkuat kondisi mentalnya.

“Baru-baru ini saya mulai melatih mentalitas saya melalui meditasi. Saya mendapat beberapa hasil buruk sebelumnya karena saya kehilangan fokus dalam pertandingan dan peluang saya lolos,” kata atlet kelahiran Phuket, Thailand, seperti yang dilansir The Nation, Selasa (7/11/2017).

“Jadi saya beralih ke ajaran Buddhis untuk menenangkan saraf saya. Saya berlatih meditasi, membaca buku-buku Buddhis dan melakukan puja. Saya mencoba untuk bersama dengan diri saya sendiri dan tetap di masa kekinian. Ini benar-benar bekerja,” kata Nitchaon.

Dalam pertandingan melawan Zhang, ketangguhan mental Nitchaon meningkat terlihat saat ia hanya membuat sedikit kesalahan dan mengembalikan hampir semua tembakan lawannya.

“Saya melempar keberuntungan terakhir saya di akhir pertandingan ketiga dan akhirnya saya mengalahkannya. Saya senang bisa menang lagi. Saya akan terus melakukan apa yang saya lakukan,” katanya.

Peringkat ke lima belas dunia yang pernah menggemparkan dunia bulu tangkis setelah berhasil menundukkan peringkat pertama dunia, Tai Tzu Ying asal Taiwan di Indonesia Open Superseries Premier 2017 pada Juni 2017, mengatakan akan lebih mencurahkan banyak waktu untuk Agama Buddha dan pergi ke vihara untuk melakukan kebajikan dengan berdana.

“Kita harus melakukan hal-hal yang baik dan mulai memberi kepada orang lain,” pesan Nitchaon.

Meditasi sering digunakan oleh sejumlah atlet olah raga untuk meningkatkan kondisi mental mereka khususnya terkait dengan konsentrasi. Salah satunya petenis no. 1 dunia Novak Djokovic yang kerap bermeditasi di vihara di London saat turnamen Wimbledon 2015 lalu.

Sejumlah penelitian pun telah menyatakan bahwa meditasi terbukti memberikan perubahan pada sistem otak yang berdampak pada peningkatan daya fokus.[Bhagavant, 9/11/17, Sum]

Kata kunci:
Penulis: