Korea Selatan

Nikaya Jogye Korsel Pilih Y.M. Wonhaeng Sebagai Ketua Baru

Rabu, 3 Oktober 2018

Bhagavant.com,
Seoul, Korea Selatan – Ordo atau Nikaya Jogye di Korea Selatan menetapkan Y.M. Wonhaeng sebagai ketua baru pada Selasa (2/10/2018).

Y.M. Wonhaeng terpilih sebagai ketua Nikaya Jogye
Y.M. Wonhaeng terpilih sebagai ketua Nikaya Jogye. Foto: yonhapnews.co.kr

Penetapan tersebut dilakukan setelah sebelumnya diadakan pemilihan suara yang berlangsung pada Jumat (28/9/2018).

Pemilihan ketua baru tersebut dilakukan setelah adanya dugaan skandal korupsi yang melibatkan ketua nikaya yang mengundurkan diri pada 21 Agustus lalu.

Dalam pemilihan tersebut Y.M. Wonhaeng terpilih oleh Dewan Pusat nikaya tersebut dengan memenangkan 235 dari 315 suara yang diberikan dalam pemilihan yang diadakan di kompleks Vihara Jogye di pusat kota Seoul. Beliau sebelumnya adalah ketua dari Dewan Pusat tersebut.

Y.M. Wonhaeng akan segera menjabat menggantikan mantan ketua nikaya, Y.M. Seoljeong, yang mengundurkan diri dan adanya mosi tidak percaya terhadap dirinya – sebuah peristiwa yang pertama kali terjadi dalam sejarah nikaya tersebut.

Sebelumnya, Y.M. Wonhaeng adalah salah satu biksu senior yang menyerukan pengunduran dirinya setelah skandal korupsi tersebut muncul.

“Saya merasa bertanggung jawab atas kenyataan yang mengerikan yang dihadapi Agama Buddha dan nikaya kami,” kata Y.M. Wonhaeng dalam konferensi pers setelah pemilihan tersebut. Beliau bersumpah untuk mendengarkan pendapat dari komunitas Buddhis.

Protes

Namun, masa jabatan empat tahunnya di depannya ini memiliki jalan bergelombang. Dia terpilih setelah tiga pesaing lainnya keluar dari pemilihan pada hari Rabu, mengklaim proses pemilihan tersebut tidak adil.

Pada hari Jumat, perwakilan dari 26 kelompok pro-reformasi berunjuk rasa di luar kantor pusat Jogye di Seoul. Unjuk rasa ini menyerukan pembatalan pemilihan suara kepemimpinan.

“Pemilihan ini telah menjadi batal dan kosong dengan pengunduran diri dari tiga kandidat lainnya,” kata kelompok itu dalam sebuah pernyataan seperti yang dilansir AFP, Jumat (28/9/2018).

Beberapa kelompok Buddhis dan biksu senior juga mengancam akan menolak ketua nikaya yang baru kecuali aturan pemilihan direformasi.

Pemilihan Y.M. Wonhaeng harus disetujui oleh dewan bhiksu senior nikaya yang merupakan badan pembuat keputusan tertinggi.

Dengan lebih dari 3.000 vihara, 13.000 biksu dan tujuh juta umat, Nikaya Jogye diikuti oleh sebagian besar umat Buddhis Korea Selatan dan sangat berpengaruh di negara di mana agama tetap merupakan kekuatan sosial yang kuat.[Bhagavant, 3/10/18, Sum]

Kata kunci:
Penulis: