Korea Selatan

7 Vihara Gunung di Korsel Jadi Warisan Dunia UNESCO

Rabu, 4 Juli 2018

Bhagavant.com,
Seoul, Korea Selatan – Tujuh vihara gunung di Korea Selatan resmi menyandang status Warisan Dunia UNESCO.

7 vihara gunung di Korea Selatan resmi menjadi situs Warisan Dunia UNESCO.
7 vihara gunung di Korea Selatan resmi menjadi situs Warisan Dunia UNESCO. Foto: donga.com/

Tujuh vihara kuno dari abad ke-7 hingga 9 tersebut terdaftar sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO oleh keputusan bulat pada pertemuan World Heritage Committee yang diadakan di Bahrain pada hari Sabtu (30/6/2018).

Vihara warisan dunia tersebut, yaitu –
1. Vihara Beopju (Beopju-sa – 법주사) di Boeun, Provinsi Chungcheong Utara.
2. Vihara Bongjeong (Bongjeong-sa – 봉정사) di Andong, Gyeongsang Utara.
3. Vihara Buseok (Buseok-sa – 부석사) di Yeongju, Gyeongsang Utara.
4. Vihara Daeheung (Daeheung-sa – 대흥사 0) di Haenam, Jeolla Selatan.
5. Vihara Magok (Magok-sa – 마곡사) di Gongju, Chungcheong Selatan.
6. Vihara Seonam (Seonam-sa – (선암사) di Suncheon, Jeolla Selatan.
7. Vihara Tongdo (Tongdo-sa – 통도사) di Gyeongsang Selatan —

Semua vihara didirikan selama periode Tiga Kerajaan (삼국 시대; 57 SM – 668 M), yang terdiri dari Baekje (백제), Silla (신라), dan Goguryeo ([고구려], kemudian dikenal sebagai Goryeo [고려]), atau Silla Bersatu (통일 신라; 668-935).

Di antara hasil selesi tersebut, Beopju-sa, sebuah vihara utama tadisi Jogye Order, awalnya dibangun pada 553 oleh Bhiksu Uisin dari Silla dan secara historis dikaitkan dengan Buddha Maitreya.

Buseok-sa, juga dikenal sebagai “Vihara Batu Apung”, didirikan oleh biksu-sarjana Uisang pada tahun 676. Daeheung-sa, sebuah vihara utama yang berafiliasi dengan tradisiJogye, tertanggal abad ke-4 – 9. Meskipun tidak ada catatan tentang pendiriannya masih ada, beberapa peneliti percaya itu didirikan oleh bhiksu Adohwasang pada tahun 514 M. Tongdo-sa, vihara tradisi Jogye lainnya, diakui sebagai salah satu dari Tiga Permata — tiga vihara utama di Korea Selatan — dan didirikan oleh bhiksu Jajang di tahun 646 M.

“Agama Buddha memiliki sejarah panjang yang telah melintasi sejumlah era sejarah di Semenanjung Korea,” kata World Heritage Committee dalam keputusannya.

“Tujuh vihara gunung. . . menawarkan contoh khas budaya keviharaan Buddhis dari abad ketujuh hingga hari ini. Vihara-vihara gunung ini adalah tempat-tempat suci dan memberikan kesaksian luar biasa bagi tradisi spiritual Buddhis yang panjang dan berkelanjutan.”

Pihak berwenang Korea memutuskan untuk mengajukan aplikasi daftar tunggal ke UNESCO untuk tujuh situs dengan penyebutan san-sa (vihara gunung), alih-alih menyusun aplikasi individu untuk setiap vihara tersebut.[Bhagavant, 4/7/18, Sum]

Kata kunci: ,
Penulis: