Korea Selatan

Ada Skandal Moral, Ketua Nikaya Jogye Korsel Segera Mudur

Senin, 6 Agustus 2018

Bhagavant.com,
Seoul, Korea Selatan – Ketua Nikaya Jogye Korea Selatan, Y.M. Seoljeong segera mengundurkan diri dari kepemimpinannya setelah diterpa isu skandal moral.

Y.M. Seoljeong. Foto: Yonhap News.
Y.M. Seoljeong. Foto: Yonhap News.

Pengumuman segera mundurnya Y.M. Seoljeong disampaikan pada Rabu (1/8/2018) sebagai tanggapan atas sejumlah dugaan yang telah mencoreng reputasi Nikaya (Ordo -red) Jogye.

Setelah berbicara dengan Y.M. Seoljeong di markas besar Nikaya Jogye di Seoul tengah, seorang bhiksu senior lainnya mengumumkan kepada pers atas namanya bahwa Y.M. Seoljeong akan mengundurkan diri sebagai presiden organisasi itu sebelum 16 Agustus 2018, ketika rapat darurat dewan pusat diatur untuk berurusan dengan masalah itu.

Sebelumnya, Jumat (27/7/2018), Y.M. Seoljeong menyatakan permohonan maafnya tentang isu yang menerpa dirinya.

“Saya merasa bertanggung jawab untuk menempatkan sangha ini dalam situasi yang sulit ini,” katanya seperti yang dilansir Yonhap News, Jumat (27/7). “Saya dengan tulus memohon maaf karena mengecewakan dan mengkhawatirkan masyarakat.”

Y.M. Seoljeong (76) telah dirundung oleh serangkaian tuduhan telah menyalahgunakan dan menggelapkan dana publik sangha dan diam-diam menjadi ayah dari seorang anak perempuan.

Namun dia membantah tuduhan yang dialamatkan kepadanya, dan ia mengatakan keputusan apa pun harus dibuat sesuai dengan aturan sangha.

“Karena mereka tidak benar, saya berharap keraguan tersebut akan hilang segera. Saya percaya kebenaran pasti akan keluar,” katanya. “Saya akan dengan rendah hati menerima pendapat dari anggota sangha untuk melalui situasi saat ini dengan cara yang bijaksana.”

Isu skandal ini menjadi perhatian setelah Pandita Seoljo (87) melakukan puasa di luar Vihara Jogye pada 20 Juni untuk menuntut pengunduran diri Y.M. Seoljeong. Pandita Seoljo akhirnya dirawat di rumah sakit pada hari Senin (30/7) pada hari ke 41 dari puasanya.

Tuduhan yang diketahui secara luas di kalangan para viharawan bahkan sebelum pemilihan Y.M. Seoljeong sebagai ketua, hanya mendapat sedikit perhatian dari masyarakat awam. Namun isu ini memperoleh lebih banyak publisitas pada Mei setelah MBC menyiarkan segmen pada program jurnalisme investigatif “PD Notebook” yang menggali masa lalu Y.M. Seoljeong.[Bhagavant, 6/8/18, Sum]

Kata kunci: ,
Penulis: