Bhutan » Lingkungan Hidup

Negara Buddhis Ini Satu-satunya Negara Bebas Jejak Karbon di Dunia

Kamis, 19 Juli 2018

Bhagavant.com,
Thimphu, Bhutan – Saat negara lain bergelut dengan jejak karbon yang dapat berdampak pada pemanasan global, negara Buddhis ini justru bebas darinya.

Tashichho Dzong di Thimphu adalah adalah sebuah vihara sekaligus pusat pemerintahan Bhutan sejak 1952.
Tashichho Dzong di Thimphu adalah adalah sebuah vihara sekaligus pusat pemerintahan Bhutan sejak 1952. Foto: wikipedia.org

Bhutan menjadi yang pertama dan satu-satunya negara di dunia yang bebas dari jejak karbon. Hal tersebut terungkap dalam dokumen laporan pemerintah Bhutan kepada Konvensi Rangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim (UNFCC) tahun 2015 lalu.

Laporan tersebut menunjukkan bahwa negara Buddhis tersebut hanya menghasilkan 2,2 juta ton karbon dioksida (CO2), bahkan hutan yang dimilikinya justru menyerap CO2 lebih dari tiga kali jumlah itu. Ini berarti hutan Bhutan menyerap karbon untuk lebih dari empat juta ton CO2 setiap tahun.

Selain itu, Bhutan mengekspor sebagian besar listrik terbarukan yang dihasilkan oleh sungai mereka yang mengalir deras, yang mengimbangi sekitar enam juta ton CO2. Pada tingkat ini, pada tahun 2020, Bhutan akan mengekspor listrik yang cukup untuk mengimbangi 17 juta ton CO2 per tahun.

Penting untuk mengakui bahwa Bhutan adalah negara kecil yang tidak terindustrialisasi dan metode lingkungan mereka pasti akan menghadapi tantangan dalam skala yang lebih besar.

Ada beberapa langkah yang diambil oleh pemerintah Bhutan sehingga menjadikan negara tersebut bebas jejak karbon, yaitu:

1. Pengelolaan hutan lestari dan konservasi keanekaragaman hayati untuk memastikan layanan lingkungan yang berkelanjutan.
2. Mendorong sistem transportasi rendah karbon.
3. Meminimalkan emisi gas rumah kaca melalui penerapan konsep zero waste dan praktik pengelolaan limbah berkelanjutan.
4. Mendorong ekonomi yang mandiri dan hijau menuju pembangunan yang netral dan berkelanjutan.
5. Mendorong generasi energi terbarukan yang bersih.
6. Mendorong praktik iklim pertanian ternak yang cerdas untuk berkontribusi terhadap pengentasan kemiskinan dan kemandirian.
7. Mendorong iklim pertanian yang cerdas untuk berkontribusi dalam mencapai ketahanan pangan dan gizi.
8. Manajemen sisi permintaan energi dengan mempromosikan efisiensi energi dalam peralatan, bangunan dan proses industri dan teknologi.
9. Strategi emisi rendah yang terintegrasi di permukiman perkotaan dan pedesaan melalui bangunan hijau, metode konstruksi berkelanjutan dan kota-kota ramah lingkungan.

Menurut laporan Sensus Penduduk dan Perumahan Bhutan (PHCB) 2017, yang dirilis Perdana Menteri Tshering Tobgay, jumlah penduduk Bhutan adalah 735.553 orang di mana 681.720 orang adalah masyarakat Bhutan.[Bhagavant, 19/7/18, Sum]

Kata kunci:
Penulis: