Birma

18 Ribu Bhikkhu Lakukan Buddhabhiseka Stupa Shwedagon

Rabu, 3 Januari 2018

Bhagavant.com,
Yangon, Myanmar – Sebesar 18 ribu bhikkhu melakukan buddhābhiseka Stupa Shwedagon dalam sebuah upacara yang digelar pada hari pertama Tahun Baru 2018, Senin (1/1/2018) pagi.

18 ribu bhikkhu berkumpul di Stupa Shwedagon untuk melakukan upacara buddhābhiseka pada Senin (1/1/2018)  di Yangon, Myanmar.
18 ribu bhikkhu berkumpul di Stupa Shwedagon untuk melakukan upacara buddhābhiseka pada Senin (1/1/2018)  di Yangon, Myanmar. Foto: Myanmar News Agency

Pemerintah Myanmar menggelar upacara buddhābhiseka Stupa Shwedagon di Era Buddhis 2561 bersama dengan 18 ribu anggota Sangha di Stupa Emas Shwedagon, Yangon.

Buddhābhiseka sendiri adalah istilah Pali dan Sanskerta yang mengacu pada kegiatan penyucian objek-objek keagamaan dalam tradisi Buddhis.

Upacara yang dimulai pukul 6.30 waktu setempat tersebut, dihadiri oleh Presiden U Htin Kyaw dan Ibu Negara Daw Su Su Lwin.

Upacara secara resmi dibuka oleh Y.M. Dr. Bhaddanta Eiddhi Bala, Sangha Nayaka (Ketua Umum) Dewan Sangha Wilayah Yangon, bersama dengan Presiden U Htin Kyaw, para menteri Myanmar dan para pejabat lainnya. Peresmian ditandai dengan seremonial pemotongan pita dan penekanan sebuah tombol.

Seperti yang dilansir Myanmar News Agency, Selasa (2/1/2018), bagian kedua dari upacara tersebut diadakan “Tanah Kemenangan” di bagian barat laut platform Pagoda Shwedagon, di mana para umat menerima Navanga Sila (Sembilan Sila) dari Y.M. Dr. Bhaddanta Kumarabhivamsa (Sayadaw Bhamo), Ketua Dewan Sangha Maha Nayaka Myanmar, diikuti dengan pembacaan paritta oleh para anggota Sangha.

Dalam khotbahnya kepada para umat, Y.M. Dr. Ashin Nyanissara U Nyanissara (Sayadaw Sitagu) mengatakan bahwa ini adalah upacara terbesar kedua sepanjang sejarah Myanmar setelah sebelumnya diadakan pada 2.506 tahun yang lalu pada masa Sri Buddha.

Para Sayadaw membacakan ayat-ayat buddhābhiseka di Stupa Shwedagon pada  Senin (1/1/2018)  di Yangon, Myanmar
Para Sayadaw membacakan ayat-ayat buddhābhiseka di Stupa Shwedagon pada Senin (1/1/2018) di Yangon, Myanmar. Foto: Myanmar News Agency

Selanjutnya, Presiden dan istri, para menteri dan pejabat memberikan persembahan kepada 45 bhikkhu senior yang dipimpin oleh Y.M. Sayadaw Bhamo dan Y.M. Sayadaw Sitagu.

Dalam acara tersebut Presiden Myanmar menyumbangkan 1 juta Kyat (sekitar 10 juta Rupiah) untuk Stupa Shwedagon, sementara para penderma lainnya menyumbangkan emas, perak dan uang tunai.

Menteri Agama dan Kebudayaan Myanmar, Thura Aung Ko mengatakan, “Sewaktu kita memberi perhatian kepada Stupa Shwedagon yang berkilau, ini mencerminkan kedermawanan masyarakat Myanmar dalam hal ini kepada Tiga Permata (Buddha, Dhamma, Sangha).”

Y.M. Sayadaw Sitagu kemudian menyampaikan sebuah khotbah kepada para umat, yang diikuti pelimpahan jasa oleh para peserta dari apa yang telah mereka sumbangkan.

Setelah itu, 18.000 bhikkhu, yang dipimpin oleh Ketua Dewan Sangha Maha Nayaka Myanmar, termasuk para bhikkhu senior dari negara-negara asing, membacakan ayat-ayat buddhābhiseka.

Upacara diakhiri dengan pembacaan “Buddha Sasanaṃ ciraṃ tiṭṭhatu” (Buddha Sasanang cirang titthatu – Semoga Buddha Sasana bertahan selamanya) sebanyak tiga kali.

Menjelang siang, kegiatan persembahan makanan kepada 18 ribu bhikkhu diadakan di empat pintu masuk stupa tersebut. Presiden Myanmar dan istri dan para umat lainnya memberikan makanan dan kebutuhan lainnya kepada 18 ribu anggota Sangha tersebut.[Bhagavant, 3/1/18]

Kata kunci:
Penulis: