Arkeologi » Korea Selatan » Seni dan Budaya

29 Teks Buddhis Ditemukan Dalam Rupaka Buddha Abad Ke-15

Senin, 23 Oktober 2017

Bhagavant.com,
Seoul, Korea Selatan – Teks-teks kuno Buddhis berjumlah 29 buah ditemukan di dalam sebuah rupaka kayu Buddha dari abad ke-15 di sebuah vihara bersejarah di Korea Selatan.

Teks Buddhis yang ditemukan di dalam rupaka kayu Buddha Amitabha di Vihara Haein, Provinsi Gyeongsang Selatan, Korea Selatan.
Teks Buddhis seukuran saku yang ditemukan di dalam rupaka kayu Buddha Amitabha di Vihara Haein, Provinsi Gyeongsang Selatan, Korea Selatan. Foto: yonhapnews

Nikaya (ordo) Jogye Korea Selatan mengatakan pada Senin pekan lalu (16/10/2017), kedua puluh sembilan teks Buddhis dalam bentuk buku tersebut ditemukan dalam rupaka kayu Buddha Amitabha yang berada di Vihara Haein (Haeinsa), Provinsi Gyeongsang Selatan, Korea Selatan.

Teks-teks Buddhis yang salah satunya berukuran saku tersebut dibuat pada masa Dinasti Goryeo (918-1392) dan jenis ini belum pernah ditemukan sebelumnya. Buku tersebut juga dilengkapi dengan sejarah publikasi dan lukisan Buddhis yang terperinci.

Rupaka kayu Buddha Amitabha bersepuh warna keemasan yang di dalamnya terdapat teks-teks Buddhis.
Rupaka kayu Buddha Amitabha bersepuh warna keemasan yang di dalamnya terdapat teks-teks Buddhis. Foto: beopbo

Seperti yang dilansir situs Korean Buddhism, Selasa (17/10/2017), teks-teks Buddhis tersebut berupa 28 bab Avatamsaka Sutra (salah satu teks dari tradisi Mahayana) yang dicetak dari balok cetak kayu asli Tripitaka Koreana (Tipitaka koleksi Korea) dan Great Dharani of Enlightenment (성불수구대다라니, 成佛隨求大陀羅尼) yang dicetak pada tahun 1375.

Avatamsaka Sutra yang diabadikan tersebut memiliki arti penting untuk penelitian terhadap sutra-sutra dan buku-buku Buddhis edisi Goryeo yang dicetak di vihara-vihara dan penelitian terhadap pencetakan dengan balok kayu, termasuk penelitian terhadap Tripitaka Koreana.

Sementara Great Dharani of Enlightenment adalah satu-satunya dharani dari jenisnya di Korea. Dengan catatan yang jelas tentang proses pencetakan dan publikasi, termasuk ilustrasi, dharani tersebut dikatakan sangat penting untuk penelitian lebih lanjut mengenai sejarah dan filosofi lukisan dan bibliografi Buddhis.

11 dari 28 bab sutra yang ditemukan dalam rupaka kayu Buddha Amitabha di Vihara Haein.
11 dari 28 bab sutra yang ditemukan dalam rupaka kayu Buddha Amitabha di Vihara Haein. Foto: yonhapnews

Vihara Haein, yang pertama kali dibangun pada tahun 802, merupakan vihara utama dari Nikaya Jogye Korea, sebuah cabang Agama Buddha tradisi Seon (Zen) dan merupakan tradisi Agama Buddha terbesar di Korea Selatan, yang telah memiliki sejarah selama 1.200 tahun.

Vihara Haein terkenal karena sebagai rumah bagi Tripitaka Koreana, sebuah koleksi terdiri dari 81.350 balok cetak kayu yang diukir pada abad ke-13, yang isinya berupa koleksi lengkap semua kitab suci Buddhis. Tripitaka Koreana adalah versi tertua dan paling komprehensif di dunia dari kanon Buddhis dalam karakter Tionghoa (hanja).[Bhagavant, 23/10/17, Sum]

Kata kunci: ,
Penulis: