Gerakan Buddhis » Sosial

Peduli dan Hargai Petani Mahasiswa Buddhis Terjun ke Kehidupan Desa

Rabu, 9 Agustus 2017

Bhagavant.com,
Jakarta, Indonesia – Anda tentu tahu nasi yang Anda makan berasal dari tanaman padi yang ditanam oleh para petani. Tapi pernahkan Anda yang hidup di perkotaan merasakan perjuangan para petani dalam menanam padi di desa? Bagaimanakah kehidupan keseharian mereka?

DV Live 2014. Foto: tangkapan gambar Youtube
DV Live In ajang mahasiswa Buddhis peduli petani. Foto: tangkapan gambar Youtube.

Untuk peduli dan memunculkan rasa lebih menghargai jerih payah para petani mahasiswa/i Buddhis berpartisipasi dalam kegiatan terjun langsung ke kehidupan desa.

Kegiatan yang diberi nama “DV Live In 2017” tersebut diselenggarakan oleh Keluarga Mahasiswa Buddhis (KMB) Dhammavardana Universitas Bina Nusantara (Binus) Jakarta dengan mengangkat tema: “Sharing Dhamma, Spreading Metta“.

Berdasarkan proposal yang diajukan panitia penyelenggara, setidaknya ada tiga tujuan dari kegiatan yang berlangsung di Dusun Gletuk, Desa Getas, Kecamatan Kaloran, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, pada 22-29 Desember 2017.

Pertama, mengajak para peserta untuk mengetahui secara langsung kehidupan penduduk desa dan menciptakan hubungan baik antara peserta dengan penduduk desa. Kedua, membantu penduduk desa yang kurang mampu dengan memberikan sumbangan berupa sembako dan alat tani.

Tujuan yang ketiga, memfasilitasi para warga untuk kebaktian di vihara dengan memberikan donasi berupa alas duduk kebaktian, serta membangun benteng untuk Vihara Kartika Kusala yang terancam longsor.

Di Desa Getas sendiri, menurut situs web resmi Kementerian Desa, ada sekitar 33,94 persen atau 1.425 orang dari jumlah penduduk desa yang beragama Buddha.

Dalam kegiatan tersebut masing-masing peserta menjadi anak asuh sementara dari sebuah keluarga di dusun, tinggal di rumah mereka, dan mengikuti aktivitas keluarga angkat mereka tersebut.

“Sewaktu kita di sana peserta akan dibagi kelompok (3-4 peserta) yang akan dibina oleh orang tua asuh yang ada di dusun,” kata Hansen, Ketua Panitia Pelaksana kegiatan tersebut, dalam pesan di halaman Facebook Bhagavant, Selasa (8/6/2107).

Pihak panitia menargetkan 86 orang perserta yang berpartisipasi dengan cakupan peserta dari Mahasiswa/i Universitas Binus yang beragama Buddha serta KMB se-Jabodetabek.

Meskipun kegiatan ini diselenggarakan oleh mahasiswa Buddhis, namun masyarakat umum khususnya umat Buddha dapat berpartisipasi di dalam kegiatan peduli petani dan warga dusun ini.

Pihak panitia memberikan beberapa pilihan cara agar masyarakat umum dapat perpartisipasi di dalamnya, di antaranya dengan menyalurkan sumbangan dana finansial untuk pembelian sembako, untuk pembangunan benteng, atau kedua-duanya.

Berikut keterangan dari panitia mengenai donasi yang dapat disalurkan.

1. Paket Sembako (Rp. 100.000,-)
2. Paket Pembangunan (Rp. 200.000,-)
3. Paket Sembako + Pembangunan (Rp. 300.000,-)

Penyaluran dana tersebut dapat melalui transfer ke :

BCA
5271533005
a.n Howard Ignatius
dengan menambahkan angka ‘8’ di digit terakhir.
Contoh : Rp. 100.008,-

Untuk konfirmasi mengenai dana yang telah dikirimkan, dapat langsung menghubungi:
Howard Ignatius
WA: 0812-8044-3077
Line: Howardignatius

Untuk info lebih lanjut dapat menghubungi:
David
WA: 0823-6780-5161
Line: wangdavid1998

Hansen
WA: 0812-1943-2066
Line: hansengotamaaa

Untuk melihat perkembangan kegiatan tersebut dapat dilihat di :
instagram.com/dv.livein/

Bhagavant.com mendorong para pembaca yang hendak berpartisipasi berdana untuk mendapatkan konfirmasi lebih lanjut dari pihak panitia penyelenggara mengenai kegiatan ini.[Bhagavant, 9/8/17, Sum]

Kata kunci:
Penulis: