Amerika » Amerika Serikat

Sebuah Sentra Buddhis Tibet yang Baru, Dibuka di Santa Monica

Minggu, 6 Agustus 2017

Bhagavant.com,
California, Amerika Serikat – Sebuah sentra Buddhis Tibet tradisi Sakya bagi para anggota yang tergabung dalam Sakya Buddhist Center Los Angeles telah dibuka di Santa Monica pada pertengahan bulan lalu, tepatnya 13 Juli 2017.

Pembukaan sentra Buddhis baru di Santa Monica, California, Amerika Serikat (13/7/2017), Foto: Facebook Sakya Buddhist Center, Los Angeles.

Tradisi Sakya merupakan salah satu cabang Agama Buddha yang berkembang di Tibet 900 tahun yang lalu. Sakya Buddhist Center Los Angeles adalah bagian dari Asosiasi Dechen Internasional, yang mengawasi cabang-cabang di seluruh dunia dengan tetap memelihara ajaran dan praktik meditasi garis silsilah Sakya dan Karma-Kagyu dalam Agama Buddha Tibet.

Sentra yang dibuka Santa Monica akan mengadakan pengajaran dan praktik meditasi baik bagi mereka yang telah berlindung sebagai umat Buddha maupun bagi mereka yang hanya ingin mengetahui.

“Kami sangat antusias untuk membuka Sakya Buddhist Center malam ini dengan meluncurkan buku baru Lama Jampa. Sentra kami akan menjadi sumber yang baik untuk komunitas Santa Monica. Tempat yang tenang, membuka secara luas tempat kami akan menjadi penyelenggara kelas meditasi dan kontemplasi,” kata Paul Haddon, pendiri sentra tersebut seperti yang dilansir Santa Monica Mirror, Selasa (1/8/2017).

Pembukaan sentra tersebut dihadiri oleh para anggota pusat, teman dan keluarga mereka. Dalam kesempatan tersebut mereka juga melakukan peluncuran buku baru oleh pendiri sentra tersebut, Lama Jampa Thaye.

Sejumlah sudut di dalam Sakya Buddhist Center di Santa Monica. Foto: Facebook Sakya Buddhist Center, Los Angeles.

Lama Jampa Thaye, warga asli Inggris adalah seorang master meditasi dan cendekiawan yang pada tahun 1988 menjadi salah satu dari sedikit orang Barat yang diberikan tanggung jawab sebagai seorang Lama. Buku barunya, Wisdom in Exile, tentang apa yang dia ceramahkan di pembukaan sentra tersebut, dan dari serangkaian esai yang ia tulis untuk majalah Tricycle, sebuah majalah yang mengenai Agama Buddha yang dapat bersesuaian dengan budaya kontemporer.

Lama Jampa Thaye juga membahas latar belakang dirinya sebagai pemuda Katolik beralih keyakinan memeluk Agama Buddha.

“Itu pengalaman pribadi saya. Penuh inspirasi dan kesalahpahaman. Saya beruntung dan bertemu dengan orang-orang luar biasa yang pada saat bersamaan memiliki perwakilan otentik dari ajaran Agama Buddha (tradisi) Tibet yang terbaik. Jadi saya berasal dari keliaran pada akhir tahun 60-an, kebingungan pada awal 70-an dan berhubungan dengan dharma, tapi saya merasa sangat bersyukur atas kebingungan itu karena jika tidak, siapa yang tahu apa yang akan terjadi,” katanya menceritakan.

Ia secara konsisten kembali menunjukkan bahwa mereka yang mencari kebijaksanaan dan pemenuhan dalam Agama Buddha harus mengikuti ajaran-ajaran tersebut karena telah dipelihara dan diwariskan selama berabad-abad.

Di sentra Buddhis yang baru tersebut, semua orang yang mencari kedamaian dan kebijaksanaan akan disambut baik.[Bhagavant, 6/8/17, Sum]

Kata kunci:
Penulis: