Asia Tenggara » Birma » Fokus » Sosial

Negara Terdermawan 2016 Ini Berpenduduk Mayoritas Buddhis

Kamis, 27 Oktober 2016

Bhagavant.com,
Naypyidaw, Myanmar – Negara paling dermawan di dunia pada tahun 2016 ternyata berpenduduk mayoritas Buddhis (beragama Buddha), demikian menurut studi kedermawanan global yang baru-baru ini dilakukan di pertengahan tahun 2016.

Pindapada, salah satu dari bentuk Sangha Dana dalam tradisi kehidupan sehari-hari Buddhis Birma (Myanmar). Foto: youtube
Pindapada, salah satu dari bentuk Sangha Dana dalam tradisi kehidupan sehari-hari Buddhis Birma (Myanmar). Foto: youtube

Myanmar (Birma) disebut menjadi negara terdermawan pada tahun 2016 ini dalam sebuah laporan World Giving Index 2016 (WGI – Indeks Memberi Dunia 2016) yang dipublikasikan oleh Charities Aid Foundation (CAF) – sebuah yayasan bantuan amal internasional yang berbasis di Inggris Raya, pada Selasa (25/10/2016).

Laporan WGI yang berdasarkan studi dari data survei Gallup’s World View World Poll yang dilaksanakan pada tahun 2015, menobatkan Myanmar sebagai negara paling dermawan sedunia tahun 2016 dan menempatkannya pada peringkat pertama dari 140 negara yang telah disurvei.

Ini berarti secara berturut-turut selama tiga tahun dari tahun 2014, Myanmar menduduki peringkat pertama sebagai negara paling dermawan sedunia, dengan nilai 70%.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, lebih dari sembilan dari sepuluh orang di Myanmar menyumbangkan uangnya sebulan sebelum diwawancarai dan tingkat yang sangat tinggi ini mendorong peringkat Myanmar dalam World Giving Index 2016 secara keseluruhan.

Selain mempertahankan peringkatnya di nomor satu, nilai WGI Myanmar juga meningkat dibanding dengan tahun 2015, termasuk nilai untuk waktu yang diberikan seseorang sebagai relawan dan nilai untuk membantu orang asing.

“Nilai tertinggi tersebut kemungkinan merupakan hasil dari Agama Buddha Theravada yang dipraktikkan oleh sebagian besar penduduk di Myanmar, di mana para umat menyumbang untuk menyokong mereka yang hidup dalam gaya hidup keviharaan – suatu praktik yang disebut sebagai Sangha Dana (Dana untuk Sangha),” jelas laporan CAF tersebut.

Myanmar menjadi negara terdermawan tahun 2016.

Studi tersebut juga mengatakan bahwa peningkatan hasil penilaian WGI Myanmar sejak 2015 sebagian mungkin disebabkan rasa optimis yang meluas menjelang pemilu pertama negara itu pada bulan November 2015, setelah sebelumnya berada di dalam kekuasaan militer.

Dua negara dengan populasi mayoritas Buddhis di luar tradisi Theravada yang masuk dalam 35 teratas WGI 2014 adalah Bhutan, yaitu di peringkat ke-18 dan Mongolia di peringkat ke-27.

Dibandingkan dengan tahun 2014 dan 2015 yang lalu, dari tujuh negara berpenduduk mayoritas Buddhis, hanya Bhutan dan Thailand yang mengalami penurunan nilai global WGI tahun 2016 ini.

Posisi peringkat kedua dan ketiga dalam WGI 2016 masing-masing ditempati oleh Amerika Serikat dengan nilai 61% dan Australia dengan nilai 60%.

Dalam Agama Buddha, melakukan praktik berdana atau kedermawanan atau kemurahan hati merupakan salah satu dari 3 dasar atau landasan perbuatan baik (Pali: punnakiriyavatthu), dua lainnya adalah sīla (kemoralan) dan bhavana (pengembangan batin/mental). Dengan mempraktikkan berdana secara baik dan benar, dapat menuntun seseorang kepada kehidupan yang bahagia dan terlahir di alam surga.

Semua orang bisa melakukan praktik berdana dan tidak harus berupa materi tetapi juga bisa berupa pikiran maupun ucapan.

Menurut Agama Buddha terdapat 2 jenis dana yang dapat diberikan yaitu āmisa-dāna dan dhamma-dāna. Āmisa-dāna (berdana barang-barang) adalah dana berupa meteri seperti pakaian, makanan, tempat tinggal, dsb. Sedangkan Dhamma-dāna (berdana dhamma/kebenaran) adalah dana berupa memberikan khotbah atau mengajarkan kebenaran, memberikan nasihat yang baik dan benar, dsb.[Bhagavant, 26/10/16, Sum]

Kata kunci: ,
Penulis: