Thailand

Buddhis Thailand Gelar Puja Bakti Massal untuk Kesembuhan Raja

Kamis, 13 Oktober 2016

Bhagavant.com,
Bangkok, Thailand – Umat Buddhis di seluruh Thailand menggelar puja bakti massal untuk kesembuhan Raja Thailand Bhumibol Adulyadej yang kini sedang mengalami sakit keras dan dalam keadaan belum stabil.

Para umat Buddhis melakukan puja bakti demi kesembuhan Raja Thailand Bhumibol Adulyadej, di R.S. Siriraj, Bangkok, Thailand.
Para umat Buddhis melakukan puja bakti demi kesembuhan Raja Thailand Bhumibol Adulyadej, di R.S. Siriraj. Bangkok, Thailand, Rabu (12/10/2016). Foto: voanews.com / Reuters

Umat Buddhis Thailand secara nasional bergabung bersama melakukan puja bakti dengan membacakan paritta untuk kesehatan Raja Thailand Bhumibol Adulyadej, setelah Badan Rumah Tangga Kerajaan (Royal Household Bureau – RHB; Thai: S̄ảnạk phrarāchwạng) mengeluarkan pengumuman mengenai perawatan Raja.

Menurut pengumuman ke-37 yang dikeluarkan pada hari Minggu (9/10/2016) oleh RHB, dokter kerajaan telah melakukan hemodialisis kepada Raja Bhumibol dan menggunakan obat-obatan untuk mengontrol tekanan darahnya.

Biro itu mengatakan dokter telah melakukan hemodialisis pada hari Sabtu (8/10) untuk memurnikan darahnya dari racun, dan mengganti tabung yang mengalirkan cairan tulang belakang yang berlebihan pada pukul 14.00 – 16.40.

“Tim medis mengawasi gejala dan memberikan perlakuan yang hati-hati karena keseluruhan gejala penyakitnya masih belum stabil,” kata pernyataan RHB.

Banyak umat Buddhis berbondong-bondong ke Rumah Sakit Siriraj pada Senin (11/10/2016), dan membacakan Bojjhanga Paritta (Tujuh Faktor Pencerahan) dari kitab Tipitaka untuk mengharapkan kesehatan yang baik dan umur panjang bagi Raja Bhumibol.

Bojjhanga Paritta yang berisi khotbah Sri Buddha mengenai Tujuh Faktor Pencerahan (Pali: satta bojjhaṅgā atau satta sambojjhaṅgā; Skt.: sapta bodhyanga) diyakini dapat membantu pemulihan orang-orang yang sakit. Dalam Gilana Sutta (SN 46.16), khotbah ini juga dibacakan kembali di hadapan Sri Buddha oleh Y.M. Maha Cunda, saat Sri Buddha jatuh sakit.

Sekelompok warga senior juga membacakan paritta di depan rupaka Pangeran Songkla (Mahidol Adulyadej), ayah dari Raja Bhumibol, yang ada di kompleks Rumah Sakit Siriraj,  Bangkok, Thailand tempat Raja Bhumibol menerima perawatan selama berbulan-bulan.

Secara nasional, pada Selasa (11/10/2016), warga Thailand mengenakan pakaian merah muda sebagai ekspresi harapan untuk kesembuhan Raja Bhumibol. Mereka berbondong-bondong ke Istana Raja (Grand Palace) untuk menandatangani buku sebagai ucapan harapan lekas sembuh.

Setelah RHB menmgumumkan kondisi kesehatan Raja Bhumibol, berbagai pesan telah disebarkan di media sosial untuk mendorong masyarakat Thailand untuk memakai merah muda – warna yang menjadi terkait dengan Raja beberapa tahun yang lalu ketika ahli astrologi kerajaan mengatakan warna itu baik untuk Raja dan akan membantu mendorong kesejahteraannya. Sejak itu, Raja Bhumibol kerap terlihat mengenakan merah muda di depan umum pada beberapa kesempatan.

Pada Rabu (12/10/2016) malam, RHB mengatakan kondisi umum Raja Bhumibol belum stabil dan para dokter kerajaan memberikan resep obat untuk mengobati gejala-gejala penyakitnya. Sementara itu keluarga kerajaan dan sejumlah besar masyarakat berkumpul di Rumah Sakit Siriraj.[Bhagavant, 13/10/2016, Sum]

Kata kunci:
Penulis: