Korea Selatan » Seni dan Budaya

Festival Lentera Lotus KorSel Diakui UNESCO Sebagai Warisan Budaya Takbenda

Bhagavant.com,
Seoul, Korea Selatan – Festival Lentera Lotus (Yeon Deung Hoe) Korea Selatan yang digelar untuk menyambut Hari Vesak telah diakui oleh UNESCO sebagai warisan budaya takbenda.

Festival Lentera Lotus KorSel Diakui UNESCO Sebagai Warisan Budaya Takbenda

Penetapan itu dibuat selama sesi ke-15 Komite Antarpemerintah untuk Pengamanan Warisan Budaya Takbenda UNESCO yang berlangsung 14 hingga 19 Desember 2020, secara online.

Keputusan tersebut terjadi kira-kira sebulan setelah panel memilih Festival Lentera Lotus, sebagai salah satu dari 25 kandidat yang berhasil untuk terdaftar.

Festival cahaya yang diadakan setiap tahun dengan menggunakan lentera tersebut digelar untuk menyambut Hari Vesak. Lentera tersebut melambangkan penerangan kepada dunia untuk menjadikannya tempat yang makmur dan adil bagi semua orang. Administrasi Warisan Budaya Korea Selatan menetapkan festival ini sebagai aset budaya takbenda nasional pada tahun 2012.

Tradisi Festival Lentera Lotus sudah ada sejak berabad-abad lalu. Sejarah Tiga Kerajaan Korea yang menggambarkan kerajaan kuno Silla (57 SM – 935 SM), menceritakan kisah bangsawan yang mengunjungi vihara untuk melihat lentera teratai.

Dulunya festival ini merupakan upacara keagamaan, kini telah berkembang menjadi festival yang digemari masyarakat. Lentera yang dibuat dari kertas dan bambu menghiasi vihara dan jalan di seluruh negeri, dan sejumlah parade juga digelar.

Yeon deung hoe adalah warisan yang hidup dan bernafas yang merupakan salah satu contoh terbaik dari budaya tradisional Korea. Karena komunitas internasional telah mengakui pentingnya dan kontribusi Yeon deung hoe sebagai harta budaya bersama umat manusia, saya bersama rakyat Korea serta semua umat Buddha Korea merayakan keputusan Komite dan akan melanjutkan usaha lama saya untuk melestarikan dan mengembangkan warisan berharga ini dan menyebarkannya ke generasi masa depan.” kata Y.M. Wonhaeng, ketua Komite Perlindungan Yeon Deung Hoe seperti yang dilansir situs berita Sangha Jogye.

Dengan masuknya festival tersebut dalam daftar Warisan Budaya Takbenda, Korea Selatan kini memiliki 21 aset budaya takbenda yang ditorehkan sebagai warisan budaya takbenda UNESCO. Mereka termasuk nyanyian epik pansori, ritual leluhur kerajaan di kuil Jongmyo dan musiknya, serta budaya dari Jeju “haenyeo” atau penyelam wanita di pulau resor selatan Jeju.[Bhagavant, 1/1/21, Sum\

Kata kunci: ,
Penulis:
REKOMENDASIKAN