Asia Oseania » Asia Timur » Pilihan » Tiongkok

Mark Zuckerberg: Buddhisme Agama yang Mengagumkan

Selasa, 27 Oktober 2015

Bhagavant.com,
Shaanxi, Tiongkok – Pendiri sekaligus CEO Facebook, Mark Zuckerberg, mengungkapkan kekagumannya terhadap Agama Buddha di sela-sela kunjungannya ke Pagoda Dayan (Giant Wild Goose Pagoda – 大雁塔) di Kota Xi’an, Provinsi Shaanxi, Tiongkok, pada Selasa (27/10/2015).

Tampak dari belakang Mark Zuckerberg memberikan penghormatan kepada rupaka Buddha di Pagoda Dayan, Shaanxi, Tiongkok, Selasa (27/10/2015).
Tampak dari belakang Mark Zuckerberg memberikan penghormatan kepada rupaka Buddha di Pagoda Dayan, Shaanxi, Tiongkok, Selasa (27/10/2015). Foto: facebook.com/zuck

Pada status di laman Facebook pribadinya, Zuckerberg menulis bahwa ia memiliki kesempatan mengunjungi Pagoda Dayan di Xi’an dan memanjatkan doa untuk perdamaian dan kesehatan bagi dunia, serta menyampaikan titipan doa dari istrinya, Priscilla.

“Saya memiliki kesempatan untuk mengunjungi Wild Goose Pagoda di Xi’an dan memanjatkan doa untuk perdamaian dan kesehatan bagi dunia dan untuk keluarga saya. Priscilla adalah Budddhis dan meminta saya untuk juga memanjatkan doa darinya,” tulis Zuckerberg.

Tampak pada statusnya, Zuckerberg merekatkan foto saat ia sedang melakukan penghormatan kepada rupaka Buddha di salah satu aula di Pagoda Dayan. Dan Mark Zuckerberg juga menulis dalam statusnya bahwa Agama Buddha (Buddhisme) merupakan agama dan filsafat yang mengagumkan.

Status Mark Zuckerberg: Buddhism is an amazing religion and philosophy, Selasa (27/10/2015), 12.56 p.m.
Status Mark Zuckerberg: Buddhism is an amazing religion and philosophy, Selasa (27/10/2015), 12.56 p.m.. Foto: facebook.com/zuck

“Buddhisme adalah sebuah agama dan filsafat mengagumkan, dan saya telah belajar lebih banyak mengenainya seiring waktu. Saya berharap untuk terus memahami keyakinan tersebut lebih dalam,” tulis pria yang pada tahun 2014 lalu mengunjungi Candi Borobudur di Jawa Tengah.

Pagoda Dayan yang dikunjungi Mark Zuckerberg merupakan pagoda yang bersejarah yang dibangun pada tahun 652 saat pemerintahan Dinasti Tang. Salah satu fungsi dari pagoda tersebut adalah untuk menyimpan sutra-sutra dan rupaka-rupaka Buddha yang dibawa ke Tiongkok dari India oleh Y.M. Bhiksu Xuanzang (Hsüan-tsang).

Pagoda tersebut sering disebut sebagai Giant Wild Goose Pagoda atau Pagoda Angsa Liar Raksasa karena penerjemahan yang kurang tepat dari kata “Dà” (大) yang diartikan sebagai kata “besar” atau “raksasa”, alih-alih menerjemahkannya sebagai kata “agung”. Sehingga nama sebenarnya adalah Pagoda Angsa Agung yang diperkirakan mengacu pada kisah Angsa Agung di dalam Kitab Jataka berjudul Mahāhaṁsa Jātaka.[Bhagavant, 27/10/15, Sum]

Kata kunci:
Penulis: