Asia Oseania » Asia Tenggara » Birma » Gerakan Buddhis » Pelayanan Buddhis » Sosial

Kegiatan Dhammaduta di Perbatasan Birma

Rabu, 18 Agustus 2010

Buddhisme di BirmaMMTimes,
Yangon, Birma – Asosiasi Buddhis untuk Memperkenalkan Buddhisme Theravada di Daerah Perbatasan, awal bulan ini mengadakan proyek dhammaduta (duta dharma – ed) di daerah Kachin, Kayah, Kayin, Chin dan Mon, demikian kata ketua dari kelompok tersebut.

Dr. Khin Shwe, ketua kelompok itu mengatakan bahwa proyek asosiasi tersebut bertujuan untuk mendukung para bhikkhu di daerah-daerah tersebut dan membantu kelancaran pekerjaan dhammaduta mereka.

“Kami akan melakukan kegiatan dhammaduta kami di sudut-sudut terjauh perbukitan dan daerah perbatasan karena kami ingin semua warga negara Birma bersentuhan dengan ajaran Sang Buddha,” katanya.

“Tugas seorang dhammaduta bukanlah untuk memperbanyak komunitas Buddhis tetapi untuk membantu orang mencari kedamaian dan ketenangan. Saya akan bergabung dalam dhammaduta di daerah Mon dan membantu mereka melaksanakan kegiatan mereka.”

Asosiasi yang berbasis di Yangon tersebut dibentuk awal tahun ini dan bekerja sama dengan Departemen Agama untuk melaksanakan program tersebut. Menteri Agama, Thura U Myint Maung sebagai penyokong asosiasi tersebut.

Organisasi tersebut menerima lebih dari 1,4 milyar Kyat (sekitar 1,4 juta dolar AS) dari 35 simpatisan pada acara pendanaan pertama, yang diadakan di Myanmar International Convention Centre di Nay Pyi Taw pada 17 Juli, termasuk dua pendanaan individual sebesar K. 360.000 (($ 360.000).

Para pendonor termasuk Dr. Khin Shwe sendiri yang merupakan ketua perusahaan konstruksi Zaykabar, serta U Win Myint, presiden Kamar Dagang dan Industri Birma, U Htay Myint dari perusahaan Konstruksi Yuzana dan banyak lagi pengusaha terkemuka lainnya.

Uang tersebut akan digunakan untuk mendirikan vihara-vihara, kelompok-kelompok keagamaan dan para bhikkhu untuk melakukan kegiatan dhammaduta di daerah-daerah perbatasan, dimana sebagian besar penduduknya adalah Kristen atau Animisme.

Dr. Khin Shwe mengatakan bahwa asosiasi tersebut juga mengadakan pendidikan keviharaan di daerah terpencil, seperti warga di desa-desa dengan 30 rumah tangga yang biasanya tidak memiliki akses untuk pendidikan sekolah dasar.

“Kami akan menyediakan guru-guru, perlengkapan bulanan, alat tulis atau uang untuk sekolah-sekolah pendidikan keviharaan,” demikian kata ketua asosiasi tersebut.

Ia mengatakan bahwa tim dari asosiasi tersebut melakukan misi pencarian fakta untuk memastikan kebutuhan dari vihara-vihara di daerah perbatasan dan akan menanggapinya sesuai dengan dana atau bantuan lainnya.

Asosiasi tersebut juga akan mengirim warga non-Bamar yang telah beralihkeyakinan menjadi Buddhis dan telah dilatih di Sekolah Dhammaduta Kalewa di kota Kalewa, wilayah Sagaing, untuk ke daerahnya masing-masing untuk bertugas sebagai dhammaduta.

Ia mengatakan bahwa vihara-vihara ini akan menjadi lebih efektif karena mereka memiliki akses yang lebih baik bagi kelompok etnis mereka sendiri.

Menurut situs Departemen Agama, sampai pada tahun 2005, lebih dari 450 pusat dhammaduta telah didirikan di daerah perbatasan dan perbukitan dan upaya para dhammaduta telah menghasilkan buahnya dalam bentuk 144.054 orang menjadi Buddhis.[Cherry Thein, Ed: Sum]

Kata kunci: ,
Penulis:
REKOMENDASIKAN: