Jepang » Kesenian » Seni dan Budaya

Unik, Rupaka Buddha Ini Berambut Afro

Selasa, 29 September 2015

Bhagavant.com,
Tokyo, Jepang – Pada umumnya rupaka Buddha memiliki rambut berulir yang pendek, tapi rupaka Buddha di Jepang ini memiliki rambut berulir bergaya Afro.

Gokoushiyui-Amida-Nyoraizazo, Rupaka
Gokoushiyui-Amida-Nyoraizazo, Rupaka “Buddha Afro”. Foto: mag.japaaan.com

Rupaka-rupaka Buddha di Jepang terdiri dari berbagai bentuk, yang mewakili berbagai manifestasi, aspek dan tradisi Buddhisme. Dari semua wujud rupaka yang dapat ditemukan di seluruh Jepang, mungkin yang paling unik adalah rupaka Buddha Amitabha (Skt: Amitābha, Jpn: Amida) dengan rambut bergaya afro raksasa.

Selain dijuluki dengan nama “Buddha Afro”, rupaka yang disimpan di Vihara Todai (Todai-ji) di Kota Nara ini juga jarang dlihat publik. Namun karena keadaan tertentu, rupaka ini diperlihatkan di museum yang berada di Vihara Todai dari 16 September sampai 18 Oktober 2015. 

Gokoushiyui-Amida-Nyoraizazo, Rupaka "Buddha Afro".
Gokoushiyui-Amida-Nyoraizazo, Rupaka “Buddha Afro”. Foto: mag.japaaan.com

Nama resmi rupaka Buddha berambut Afro tersebut adalah Gokoushiyui-Amida-Nyoraizazo (五刧思惟阿弥陀如来坐像) atau Rupaka Tathagata Amitabha Bermeditasi Selama Lima Kalpa. Untuk mempermudah penyebutannya karena namanya yang panjang, banyak orang Jepang menyebutnya dengan nama “Afuro Butsuzou” (secara harfiah, “Rupaka Buddha Afro”), tentu saja karena rambutnya.

Seperti yang dilansir Japaaan Magazine, Kamis (17/9/2015), meskipun jarang dilihat publik, sebenarnya rupaka jenis ini jumlahnya lebih dari satu. Beberapa prefektur atau wilayah di Jepang memiliki rupaka “Buddha Afro” sendiri-sendiri, seperti misalnya di Vihara Konkaikomyo (Konkaikōmyō-ji) di Kyoto. Namun rupaka “Buddha Afro” di Vihara Todai jarang diperlihatkan, hanya setahun sekali setiap tanggal 5 Oktober.

Karena tahun ini sedang ada renovasi Kanjinsho Aminda-dou atau Aula Kanjinsho Amitabha, tempat biasanya rupaka “Buddha Afro” diperlihatkan, maka tidak memungkinkan untuk mempertunjukkan rupaka itu di sana pada 5 Oktober ini. Untuk itu rupaka tersebut akan diperlihatkan di Museum Vihara Todai di Nara dan diperpanjang hingga 18 Oktober.

Rupaka
Rupaka “Buddha Afro” di Vihara Konkaikomyo, Kyoto, Jepang. Foto: video youtube

Rambut Afro dari rupaka itu sendiri bukanlah tanpa makna dan simbol. Seperti namanya Gokoushiyui yang berarti bermeditasi selama lima kalpa, rupaka ini menyimbolkan Bodhisattva Dharmakara (Jpn: Hozo Bosatsu) yang kemudian menjadi Buddha Amitabha, bermeditasi selama lima kalpa (Pali: kappa – sebuah rentang waktu masa keberadaan dunia yaitu sekitar 16 juta tahun untuk 1 kalpa). Dengan melakukan meditasi selama itu rambut-Nya menjadi panjang sehingga bergaya Afro.[Bhagavant, 29/9/15, Sum]

Kata kunci: ,
Penulis: