Birma » Sosial

Ini Alasan Myanmar Jadi Negara Paling Dermawan 2014

Selasa, 2 Desember 2014

Bhagavant.com,
Rangoon, Birma – Birma atau Myanmar menjadi peringkat pertama dari dua negara paling dermawan di dunia tahun 2014 berdasarkan laporan tahunan World Giving Index 2014 (WGI – Indeks Memberi Dunia 2014) yang dipublikasikan November 2014 yang lalu.

Pindapada, salah satu dari bentuk Sangha Dana dalam tradisi kehidupan sehari-hari Buddhis Birma (Myanmar)
Pindapada, salah satu dari bentuk Sangha Dana dalam tradisi kehidupan sehari-hari Buddhis Birma (Myanmar). Foto: youtube

Berdasarkan laporan tahunan WGI edisi kelima (2014) yang dipublikasikan oleh Charities Aid Foundation (CAF) – sebuah yayasan bantuan amal internasional yang berbasis di Inggris Raya, Birma bersama dengan Amerika Serikat (AS) menduduki peringkat pertama sebagai negara yang paling dermawan di dunia di antara 135 negara yang disurvei.

WGI sendiri merupakan indeks global dunia kegiatan amal berdasarkan data survei Gallup’s World View World Poll – sebuah perusahaan penelitian AS, yang memberikan peringkat kepada negara-negara berdasarkan pada proposi masyarakatnya yang memberikan uangnya untuk amal, melakukan kegiatan sukarela dan membantu orang asing dalam satu bulan terakhir.

Tahun 2014 ini, Birma dan AS berada di peringkat pertama dengan nilai rata-rata WGI 64% dari tiga kategori penilaian yaitu membantu orang asing, menyumbangkan uang, dan waktu yang digunakan melakukan kegiatan sukarela. Kedua negara tersebut memiliki nilai rata-rata kategori yang berbeda-beda. Bagi Birma, ini merupakan peningkatan peringkat dari posisi peringkat ke-2 pada tahun 2013 dengan nilai rata-rata WGI 85%.

Dalam kategori memberikan uang untuk amal atau berdana, Birma memiliki nilai tertinggi yaitu 91%. Ini berarti 91% masyarakat Birma mengatakan bahwa mereka telah memberikan uang mereka untuk berdana di bulan sebelum pelaksanaan survei. Nilai Birma dalam ketegori waktu yang digunakan melakukan kegiatan sukarela adalah 51%, dan 49% untuk kategori membantu orang asing.

Lalu, apa yang menyebabkan tingginya nilai keterlibatan pemberian amal atau dana dalam masyarakat Birma?

Menurut CAF, sembilan dari sepuluh orang Birma memeluk Agama Buddha (Buddhisme) tradisi Theravada. Dan dalam Buddhisme Theravada (juga pada tradisi lain – red) terdapat kehidupan Sangha (para bhikkhu dan bhikkhuni) yang didukung oleh dana dari umat awam. Nilai Buddhis berupa Saṅgha Dāna (dana untuk Sangha) inilah yang menyebabkan tingginya nilai keterlibatan pemberian amal atau dana dalam masyarakat Birma.

“Memang, negara-negara yang memiliki proposi populasi pemeluk Buddhisme Theravada yang tinggi, terlihat menonjol dalam World Giving Index tahun ini, terutama dalam persentase orang yang memberikan uang untuk amal,” kata Adam Pickering Manajer Kebijakan Internasional CAF dalam situs CAF Future World Giving.

Sri Lanka yang juga merupakan negara dengan mayoritas pemeluk Theravada juga masuk dalam daftar 10 Teratas (Top 10) World Giving Index 2014 dengan menempati posisi ke-9. Meskipun tidak masuk dalam 10 besar WGI 2014 dan hanya diposisi 21, Thailand berada pada posisi ke-3 dalam persentase orang yang memberikan uang untuk dana atau amal.

Empat dari lima negara dengan jumlah populasi Buddhis Theravada tertinggi – Birma, Sri Lanka, Thailand dan Kamboja – masuk dalam World Giving Index 2014 (tidak ada data untuk Laos). Keempat negara tersebut masuk dalam 35 Teratas (Top 35) negara-negara dalam kategori memberikan uang untuk amal dari 135 negara yang masuk dalam indeks tahun ini.

Dua negara dengan populasi mayoritas Buddhis di luar tradisi Theravada yang masuk dalam 35 Teratas WGI 2014 adalah Bhutan, yaitu di peringkat ke-11 dan Mongolia di peringkat ke-32.

Berikut tabel rangkuman negara-negara dengan mayoritas populasi Buddhis (yaitu ≥ 50% dari populasi keseluruhan masing-masing negara) dengan peringkatnya dalam World Giving Index 2014.

Birma atau Myanmar sebagai negara paling dermawan 2014.

Dalam Buddhisme, melakukan praktik dana atau kedermawanan atau kemurahan hati merupakan salah satu dari 3 dasar atau landasan perbuatan baik (Pali: punnakiriyavatthu), dua lainnya adalah sīla (kemoralan) dan bhavana (pengembangan batin/mental). Dengan mempraktikkan berdana secara baik dan benar, dapat menuntun seseorang kepada kehidupan yang bahagia dan terlahir di alam surga.[Bhagavant, 2/12/14, Sum]

Kata kunci:
Penulis: