Gerakan Buddhis » Tiongkok

Inilah Isi Deklarasi Baoji Konferensi WFB Ke-27

Bhagavant.com,
Shaanxi, Tiongkok – Konferensi Umum Persaudaraan Buddhis Sedunia (World Fellowship of Buddhists – WFB) Ke-27 yang diselenggarakan di Vihara Famen di Kota Baoji, Provinsi Shaanxi, Tiongkok, pada 16-18 Oktober 2014, sukses digelar.

Para pemimpin Buddhis Konferensi Umum Persaudaraan Buddhis Sedunia (World Fellowship of Buddhists – WFB) Ke-27, di Stupa Namaste, di Provinsi Shaanxi, Tiongkok.
Para pemimpin Buddhis Konferensi Umum Persaudaraan Buddhis Sedunia (World Fellowship of Buddhists – WFB) Ke-27, di Stupa Namaste, di Provinsi Shaanxi, Tiongkok. Foto: Chinanews

Konferensi yang mengangkat tema: “Buddhism and Public-Benefit Charity” – “Buddhisme dan Derma Kemanfaatan Umum” dihadiri lebih 600 Buddhis dari 40 negara di seluruh dunia, dan menghasilkan sebuah deklarasi yang disebut dengan “Deklarasi Baoji”. Berikut isi Deklarasi Baoji seperti yang dilansir situs State Administration for Religious Affairs of P.R.C, Sabtu (18/10/2014)


DEKLARASI BAOJI
Konferensi Umum Persaudaraan Buddhis Sedunia (World Fellowship of Buddhists – WFB) Ke-27
16-18 oktober 2014
Baoji, Shaanxi, Tiongkok

Kami, para peserta dari 40 negara dan wilayah, menghadiri Konferensi Umum ke-27 Persaudaraan Buddhis Sedunia (WFB) yang diselenggarakan 16-18 Oktober 2014 (BE 2557) di Baoji, Provinsi Shaanxi, Republik Rakyat Tiongkok, dengan tema “Buddhisme dan Derma Kemanfaatan Umum” ingin menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan kepada Republik Rakyat Tiongkok, Komite Penyelenggara Shaanxi Organizing, Komite Baoji dan Asosiasi Buddhis Tiongkok untuk keberhasilannya menjadi tuan rumah Konferensi Umum dan menunjukkan kepada dunia perkembangan Buddhisme global.

Kami, para pemimpin Persaudaraan Buddhis Sedunia, sangat bersuka cita menyaksikan perkembangan Buddhisme dan atas penyelenggaraan Konferensi Umum WFB pertama kami di daratan Tiongkok sejak dimulainya Persaudaraan Buddhis Sedunia. Kami memperkuat hubungan jangka panjang dengan Asosiasi Buddhis Tiongkok sebagai salah satu negara pendiri Persaudaraan Buddhis Sedunia pada tahun 1950. Khususnya, kami secara spiritualitas dan kultural terinspirasi untuk melakukan Upacara Pembukaan Konferensi Umum di Vihara Famen di Shaanxi yang terkenal.

Setelah berhasil mengadakan Konferensi Umum Ke-27, dengan ini kami bertekad bulat:

  1. Untuk menyerukan kepada masyarakat dunia untuk memperkuat keterlibatan keberlajutan mereka dalam pembangunan kesejahteraan sosial dan kemanusiaan, dalam rangka mengurangi kemiskinan dan kesenjangan sosial.
  2. Untuk melanjutkan dan membangun masyarakat yang damai dan harmonis melalui penerapan ajaran Sri Buddha.
  3. Untuk memperkenalkan pemahaman antar-agama dan antar-budaya melalui dialog untuk mengurangi ketidakpercayaan dan kesalahpahaman di antara masyarakat.
  4. Untuk mengajak semua Buddhis untuk berkontribusi terhadap kelestarian lingkungan melalui kesadaran mengurangi keserakahan dan melalui praktik ramah lingkungan di dalam kehidupan sehari-hari mereka.
  5. Untuk mengajak masyarakat dunia memelihara penghormatan terhadap nilai-nilai kemanusiaan dalam rangka untuk menegakkan kesetaraan manusia.
  6. Untuk mendorong memperkenalkan praktik spiritualitas dan keagamaan terlepas dari latar belakang budaya dan sosial.
  7. Untuk bekerja bagi pelestarian warisan-warisan budaya tak benda dan benda Buddhis yang berada dalam bahaya di berbagai belahan dunia.
  8. Untuk memperkenalkan pendidikan moral dan etika di kalangan kaum muda Buddhis untuk mendukung mereka menjadi warga dunia yang manusiawi dan bertanggung jawab.
  9. Untuk menyerukan kepada masyarakat internasional untuk mempertahankan usaha mereka untuk terus-menerus menyediakan kesempatan pendidikan dan profesional bagi para perempuan untuk meningkatkan kualitas hidup mereka.
  10. Untuk menyediakan pengembangan pendidikan dan keterampilan bagi masyarakat miskin untuk membantu mereka meningkatkan kondisi ekonomi dan sosial mereka.

Kami berikrar untuk bekerja dengan semua manusia untuk mencapai kebahagiaan manusia melalui batin yang baik; harmoni sosial melalui rasa hormat; perdamaian dunia melalui rekonsiliasi; dan untuk mempromosikan niat baik melalui persaudaraan.

—-

Upacara Penutupan Konferensi Umum Persaudaraan Buddhis Sedunia (World Fellowship of Buddhists – WFB) Ke-27 di Shaanxi, Tiongkok.
Upacara Penutupan Konferensi Umum Persaudaraan Buddhis Sedunia (World Fellowship of Buddhists – WFB) Ke-27 di Shaanxi, Tiongkok.

Sejak berdirinya pada tahun 1950 di Kolombo, Sri Lanka, untuk pertama kalinya pada tahun 2014 Konferensi Umum WFB diselenggarakan di Tiongkok dan diselenggarakan pada tahun 2557 Era Buddhis (versi Thailand) atau 2558 Era Buddhis (versi Sri Lanka dan Birma/Myanmar).

Konferensi Umum WFB Ke-27 ini diadakan di Vihara Famen yang dipercaya menyimpan relik tulang jari Buddha Gotama yang kini disimpan di Stupa Namaste (Namaste Dagoba) yang berada di kompleks vihara tersebut.[Bhagavant, 22/10/14, Sum]

Kata kunci:
Penulis:
REKOMENDASIKAN