Arkeologi » Pakistan

Stupa Mankiala yang Terlupakan

Kamis, 30 Oktober 2014

Bhagavant.com,
Islamabad, Pakistan – Terletak di Desa Mankiala, Provinsi Punjab, sekitar 40 km dari Islamabad, nampak sebuah situs berupa stupa kuno yang tak terawat lagi menjadi salah satu saksi bisu sejarah keberadaan Buddhisme di Pakistan yang kini mayoritas berpenduduk beragama Islam.

Stupa Mankiala di Desa Mankiala, Provinsi Punjab, Pakistan.
Stupa Mankiala di Desa Mankiala, Provinsi Punjab, Pakistan. Foto: wikipedia.org

Stupa kuno yang terlupakan itu disebut sebagai Stupa Mankiala. Berdasarkan para pakar sejarah, Stupa Mankiala merupakan sebuah stupa yang berasal pada masa Gandhara. Stupa ini dipercaya sebagai monumen peristiwa kehidupan lampau Buddha Gotama/Gautama yang tertera dalam kepustakaan Buddhis “tradisi Utara” yaitu dalam Kitab Jatakamala No.1, yang mengisahkan mengenai Bodhisattva yang rela memberikan diri-Nya sebagai makanan untuk seekor induk harimau betina yang kelaparan dan sedang menyusui anak-anaknya

Menurut British Library, Stupa Mankiala dibangun selama masa kekuasaan Kaisar Kanishka (128-151 EU/Masehi) dan pertama kali ditemukan oleh Mountstuart Elphinstone, seorang duta Inggris, dalam perjalanannya menuju Afghanistan pada tahun 1908. Ia juga menulis laporan lengkap atas perjalanannya dan menyebutkan stupa tersebut di dalam memoarnya yaitu “Kingdom of Caubul” (Kerajaan Kabul) pada tahun 1815.

Berdasarkan sebuah prasasti pada sebuah batu, stupa yang namanya dikatakan berasal dari kata Raja Man atau Manik tersebut direstorasi pada tahun 1891 oleh resimen Angkatan Darat Inggris di India dengan arsitenya bernama Raja Usman.

Di sisi lain, beberapa sejarawan mengatakan bahwa Stupa Mankiala dibangun oleh Kaisar Ashoka dari Dinasti Maurya, India, yang memeluk Buddhisme setelah perang Kalinga pada 260 SEU (sebelum Masehi) karena merasa muak dengan pertumpahan darah.

Kemudian Kaisar Ashoka memerintahkan membangun 84 buah (84.000 menurut kitab Ashokavadana) stupa sebagai tempat menyimpan relik Sri Buddha yang ditempatkan di dalam wadah emas dan perak. Wadah-wadah tersebut kemudian dikubur di 84 tempat berbeda di India dari Pataliputra hingga Kandahar dan stupa-stupa yang dibangun di sana dalam bentuk gundukan bulat, memiliki bentuk payung (chattra) tujuh tingkat di puncaknya – sebagai simbol perlindungan dari kejahatan.

Menurut beberapa peneliti, Stupa Mankiala merupakan salah satu dari 84 stupa tersebut. Saat ini, Stupa Mankiala tampak seperti tempat yang ditinggalkan. Pagar besi telah didirikan di seluruh area tersebut untuk melindungi stupa. Para turis, khususnya umat Buddhis dari berbagai negara, sering mengunjungi tempat tersebut.

Stupa tersebut berada dalam kondisi yang buruk karena kelalaian pemeliharaan dan sangat membutuhkan beberapa pekerjaan restorasi. Rumput liar telah tumbuh pada stupa tersebut sementara blok-blok batu pada basisnya tetap rusak.

Peninggalan yang berada di dalam Stupa Mankiala ditemukan oleh Jean-Baptiste Ventura pada tahun 1830 di kedalaman 10-20 meter di bawah bagian atas kubahnya. Namun semua benda-benda tersebut sekarang berada di British Museum, London.

Kini Stupa Mankiala hanya bisa menunggu keperdulian Pemerintah Pakistan atau pihak-pihak yang peduli terhadap kebudayaan Pakistan, untuk bisa tetap lestari dan menjadi salah satu bukti peradaban Pakistan.[Bhagavant, 30/10/14, Sum]

Kata kunci:
Penulis:

REKOMENDASIKAN: