Amerika Serikat

Pusat Meditasi Buddhis di Raynham, AS, Resmi Dibuka

Rabu, 11 Juni 2014

Bhagavant.com,
Massachusetts, Amerika Serikat – Vihara sekaligus pusat meditasi Buddhis terbesar di luar Thailand resmi dibuka secara perdana di Raynham, Massachusetts, Amerika Serikat, dengan sebuah upacara dalam sebuah rangkaian acara yang diadakan pada 11-15 Juni 2014.

Vihara Nawamintararachutis (Wat Nawamintararachutis) atau NMR Buddhist Meditation Center, di Raynham, Massachusetts, Amerika Serikat.
Vihara Nawamintararachutis (Wat Nawamintararachutis) atau NMR Buddhist Meditation Center, di Raynham, Massachusetts, Amerika Serikat. Foto: Facebook Watnawamintararachutis

Peresmian vihara yang bernama Vihara Nawamintararachutis (Wat Nawamintararachutis) atau secara singkat disebut NMR Buddhist Meditation Center dilakukan bersamaan dengan Pertemuan Umum ke-38 Dewan Bhikkkhu Thailand di Amerika Serikat.

“Saya sangat senang,” kata Y. M. Mangalo Kuakool, kepala para bhikkhu di Vihara Nawamintararachutis tersebut. “Ini adalah pengalaman baru bagi para bhikkhu di sini, untuk membantu menyebarkan Dhamma kepada masyarakat dunia.” Seperti yang dilansir The Enterprise, Senin (9/6/2014).

Pembangunan konstruksi vihara setinggi 56 meter dengan luas tanah sekitar 30 ribu meter persegi dan menelan biaya sekitar 1,5 juta dolar Amerika Serikat tersebut dimulai pada dua tahun yang lalu dan pekerjaannya telah diselesaikan pada bulan Novemver tahun 2013.

Peresmian vihara tersebut yang dilaksanakan di tengah kekacauan politik dan kudeta militer yang terjadi di Thailand, membuat kepolisian A.S. setempat meningkatkan pengamanan di sekitar vihara saat kegiatan tersebut berlangsung.

Kepala Polisi Raynham, James Donovan mengatakan bahwa pihaknya telah menerima bantuan dari pemerintah negara bagian dan pemerintah federal untuk mengamankan acara tersebut, dan ia telah merencanakannya dengan para anggota vihara selama tiga bulan terakhir.

Ia mengatakan bahwa prosedur pengamanan untuk para tamu mirip dengan pengamanan yang dilakukan di Maraton Boston tahun ini. Tanpa menjelaskan lebih rinci dari setiap potensi ancaman tersebut, Donovan mengatakan bahwa pengamanan tersebut terkait dengan gejolak politik di Thailand.

“Itu yang menjadi sebuah keprihatinan,” kata Donovan. “Dengan itu, akan menjadi pengamanan yang cukup ketat. Kami tidak mengizinkan pendingin, senjata, tidak ada wadah besar, sama seperti dengan pengamanan di maraton. Tidak boleh ada tas, ransel atau hal-hal seperti itu. “

Peresmian vihara akan dimulai dengan Pertemuan Umum ke-38 Dewan Bhikkkhu Thailand di Amerika Serikat. Anggota masyarakat umum diundang pada 14 Juni untuk menghadiri upacara “Pattasima” (demarkasi) untuk menandakan selesainya Aula Uposattha, dan kemudian kegiatan akan dilanjutkan pada 15 Juni dengan perayaan pembukaan pusat meditasi.

Bhante Mangalo Kuakool mengatakan bahwa anggota masyarakat umum mungkin lebih tertarik untuk menghadiri dua hari terakhir dari kegiatan pekan ini, tetapi para tamu dapat datang kapan saja untuk mempelajari lebih lanjut tentang Buddhisme.

Akan ada sekitar 500 bhikkhu yang menghadiri pertemuan Buddhis Thailand selama pekan ini, sebagian besar melakukan perjalanan dari di A.S., dan total sekitar 1.000 pengunjung diharapkan hadir pada pekan ini, kata Bhante Mangalo.

Bhante Mangalo mengatakan Vihara Nawamintararachutis dibangun dengan dua tujuan, yaitu untuk menghormati Raja Bhumibol Adulyadej dari Thailand, yang lahir di Rumah Sakit Mount Auburn di Cambridge, Massachusetts pada tahun 1927, dan untuk membantu berbagi Buddhisme dengan orang lain.

“Sri Buddha bukanlah milik umat Buddha saja,” katanya. “Beliau untuk semua umat manusia. Ajarannya secara menyeluruh untuk semua orang. Filsafat-Nya, ajaran-Nya dan evolusi Dhamma dari Sri Buddha secara menyeluruh untuk semua orang.”[Bhagavant, 11/6/14, Sum]

Kata kunci:
Penulis:
REKOMENDASIKAN: