Amerika » Amerika Serikat

Dikira Muslim, Pandita Buddhis Diserang di Hood River, AS

Bhagavant.com,
Oregon, Amerika Serikat – Seorang pandita Buddhis diserang dan terluka di Hood River, Oregon, Amerika Serikat oleh seorang pria tak dikenal, karena dikira seorang Muslim.

Pandita Kozen Sampson
Pandita Kozen Sampson, diserang orang tak dikenal karena dikira seorang Muslim. Foto: koin.com

Pandita Kozen Sampson dari Vihara Zen Mount Adams Trout Lake di Washington, Amerika Serikat, tiba-tiba diserang oleh seorang pria saat ia sedang mengunjungi Hood River untuk melatih anjing-anjingnya pada akhir bulan lalu Selasa (29/2/2016).

Saat ia turun dari mobil, ia mengatakan, seorang pria asing tiba-tiba berteriak dan menendang daun pintu mobilnya ke arahnya sehingga kepalanya terbentur rangka pintu mobil.

“Saya berbalik dan pintu ditendang dan membentur samping wajah saya dan kemudian kepala saya membentur bagian di sini,” kata Pandita Kozen sambil menunjuk rangka pintu mobilnya, seperti yang dilansir KGW, Rabu (9/3/2016).

Karenanya ia mendapat luka pendarahan di pipi dekat telinga yang telah sembuh sejak pekan lalu. Pandita Kozen masih mengingat kata-kata yang didengarnya sebelum orang asing itu pergi.

“Ia (penyerang) mengatakan ‘F-bomb Muslims‘ dan jadi saya beranggapan ia marah terhadap para Muslim karena alasan tertentu. Rupanya saya tampak seperti seorang Muslim,” kata Pandita Kozen yang saat peristiwa itu terjadi sedang mengenakan pakaian tradisional dengan rompi panjang.

Pandita Kozen menggambarkan tersangka sebagai pria kulit putih dengan rambut cokelat. Polisi sedang menyelidiki kasus ini, tapi tidak memiliki tersangka hingga saat ini.

“Sejauh ini penyerangan Tuan Sampson sedikit lebih langka dari apa yang biasanya kita lihat,” kata Sersan Don Cheli dari Kepolisian Hood River.

Selain bekerja di Vihara Mount Adams Trout Lake, Pandita Kozen Sampson yang cukup dikenal dan dicintai di Hood River juga merupakan relawan mingguan di sebuah rumah panti di Oregon.

Setelah peristiwa itu, ia mendapatkan pesan dukungan dari Vietnam dan Jepang serta telepon dari pejabat setempat. Dan ia ingin agar peristiwa ini menjadi sebuah pelajaran untuk melepaskan prasangka buruk kita.

“Jadi yang benar-benar saya sampaikan kepadanya (pelaku) adalah Anda benar-benar telah dimaafkan. Saya berharap Anda menemukan kedamaian dan saya berharap Anda menemukan sebuah jalan untuk berhadapan dengan hal-hal internal (batin-red) sehingga kita tidak perlu menyakiti siapa pun,” katanya.

Pihak kepolisian berharap warga yang memiliki informasi yang dapat membantu kasus ini menghubungi pihak kepolisian setempat.[Bhagavant, KGW, 14/4/16, Sum]

Rekomendasikan:

Kategori: Amerika,Amerika Serikat
Kata kunci:
Penulis:
REKOMENDASIKAN BERITA INI: