Korea Selatan

Vesak 2014, Presiden Korea Selatan Minta Maaf Peristiwa Feri Sewol

Minggu, 11 Mei 2014

Bhagavant.com,
Seoul, Korea Selatan – Presiden Korea Selatan, Park Geun-hye, kembali meminta maaf atas tragedi tenggelamnya feri yang membuat ratusan orang meninggal ataupun hilang, dalam acara puja bakti peringatan Hari Vesak Nasional 2014 pada Selasa (6/5/2014).

Presiden Korea Selatan, Park Geun-hye, menghadiri upacara peringatan Vesak di Vihara Jogyesa di Seoul, Selasa (6/5/2014). Foto: Koreaherald.com - Yonhap
Presiden Korea Selatan, Park Geun-hye, menghadiri upacara peringatan Vesak di Vihara Jogyesa di Seoul, Selasa (6/5/2014). Foto: Koreaherald.com – Yonhap

Presiden Park mengekspresikan penyesalannya atas tenggelamnya feri Sewol dan berjanji untuk melaksanakan perbaikan sistem sosial yang terganggu dengan adanya penyimpangan. Presiden Park merupakan presiden Korea Selatan yang sedang berkuasa yang pertama yang menghadiri upacara perayaan Vesak.

“Orang-orang yang dibutakan oleh keinginan duniawi tidak mematuhi peraturan keselamatan, dan mengabaikan ketidakadilan yang akhirnya telah menyebabkan kematian orang-orang,” kata Presiden Park pada upacara yang diadakan di kompleks Vihara Jogyesa, Seoul, yang dihiasi oleh lentera berwarna-warni. The Korea Herald melaporkan, Selasa (6/5/2014).

Sebelumnya, Presiden Park telah meminta maaf atas kegagalan respon awal pemerintah dan “kejahatan yang mengakar dalam” yang memberikan kontribusi terhadap tenggelamnya feri tersebut, dan yang merupakan bencana maritim terburuk yang pernah dialami oleh Korea Selatan dalam dua dekade terakhir.

Sebagian besar korban adalah mahasiswa dari Danwon High School di Ansan, selatan Seoul, yang sedang dalam perjalanan sekolah ke resor selatan Pulau Jeju.

“Saya minta dukungan Anda untuk mengoreksi penyimpangan dan kejahatan yang mengakar, dan menegakkan keadilan dalam masyarakat kita, mengikuti ajaran Buddha,” kata Presiden Park, yang melakukan puja bakti bersama dengan para pemimpin Buddhis terkemuka selama upacara tersebut.

Acara tahun ini diadakan untuk menghormati para korban dan menghibur anggota keluarga mereka ketika insiden tragis tersebut membuat negara ”ginseng” itu berada dalam duka secara kolektif.

“Saya berterima kasih kepada Anda untuk mengundang saya dalam acara tahun ini untuk memberikan penghormatan kepada para korban insiden feri dan untuk berbagi rasa sakit dan kesedihan dari para keluarga korban,” kata Presiden Park. “Saya berharap bagi jiwa-jiwa para korban dan berharap belas kasihan Buddha bersama dengan keluarga korban yang kehilangan orang yang mereka cintai.”

Pada hari Minggu (4/5/2014), Presiden Park mengunjungi Jindo, pulau di dekat lokasi tenggelamnya feri Sewol, untuk bertemu sanak keluarga yang masih menunggu jasad orang yang mereka cintai untuk diangkat dari kapal yang tenggelam tersebut. Ini merupakan kunjungan kedua Presiden Park kepada para korban feri, setelah kunjungan sebelumnya dilakukan tidak lama setelah kapal yang mengangkut 476 penumpang tersebut tenggelam pada 16 April 2014.

Saat pencarian tersebut memasuki hari ke-21, 263 orang telah dikonfirmasi tewas, dengan 39 masih hilang.

Pada Selasa, lebih dari 223.000 orang telah mengunjungi altar bersama yang didirikan di Ansan, di mana sekolah tersebut berada, untuk memberikan penghormatan kepada para korban. Di Seoul, orang-orang berbaris di altar sementara yang didirikan di depan Balai Kota untuk memberikan ucapan belasungkawa mereka.[Bhagavant, 11/5/14, Sum]

Kata kunci:
Penulis: