Korea Selatan » Seni dan Budaya

Ribuan Orang Kunjungi Expo Agama Buddha 2019 di Seoul, Korea Selatan

Jumat, 15 November 2019

Bhagavant.com,
Seoul, Korea Selatan – Puluhan ribu orang dari seluruh dunia, menuju ke Korea Selatan bulan ini untuk mengunjungi salah satu pameran paling beragam di Asia, BEXPO 2019.

Orang Kunjungi Expo Agama Buddha 2019 di Seoul
Foto: chookjenews.kr

Seoul International Buddhism Expo (BEXPO) 2019 diadakan di Seoul Trade Exhibition and Convention (SETEC) dari tanggal 14 hingga 17 November 2019. Seperti namanya, expo ini mempertunjukkan industri global yang lahir dari tradisi, keyakinan, dan praktik spiritual Agama Buddha.

Para penyelenggara mengatakan mereka mengharapkan kehadiran lebih dari 70.000 pengunjung lokal dan asing, dari seluruh Asia, Eropa dan Amerika Utara.

Ekspo yang mengambil tema: “PAUSE: Breathe in, Breathe out” tersebut menampilkan sejumlah konferensi dan pembicara yang dipimpin oleh para pakar Agama Buddha yang terkenal secara internasional, 417 stan dan 327 peserta pameran. Peserta dan pengunjung yang akan datang di antaranya dari Kanada, AS, Tiongkok, Taiwan, Thailand, Malaysia, India, Nepal, Sri Lanka, Myanmar, dan negara-negara lainnya.

“Kami berharap expo kami menjadi kesempatan bagi industri Buddhis untuk tumbuh dan berkomunikasi dengan publik, memungkinkan lebih banyak orang merasakan esensi industri dan budaya tradisional Buddhis,” kata Y.M. Wonhaeng, Ketua Seoul International Buddhism Expo 2019 yang juga merupakan Sanghanayaka Nikaya (ordo) Jogye Korea Selatan, seperti yang dilansir BNN Bloomberg, Rabu (13/11/2019).

Nikaya Jogye, sponsor utama dan penyelenggara acara tahunan ketujuh ini, mewakili segmen terbesar dari populasi Buddhis Korea Selatan, yang mengelola sekitar 1.900 vihara aktif dengan lebih dari 13.000 bhiksu dan bhiksuni yang memimpin tujuh juta umat di seluruh Korea Selatan.

“Warisan spiritual-budaya dan metode mempraktikkan Buddhisme Korea, seperti meditasi, adalah salah satu permata mental dan budaya terbaik yang dapat disajikan Korea kepada dunia,” kata Hong Seung-do, Sekretaris Jenderal dari expo tersebut.

Ia mengatakan expo tersebut menyediakan lahan subur untuk pertukaran dan pengembangan industri Buddhis global.

Ajung Kim, seorang pembuat film yang berbasis di Vancouver, AS, mengatakan expo tersebut menampilkan keragaman industri Agama Buddha, yang merupakan komponen budaya yang signifikan di Korea Selatan yang berasal dari sekitar 1.700 tahun yang lalu.

“Kami selalu berusaha untuk berbagi praktik budaya dan pesan-pesan ini dengan audiens global,” kata Kim, yang bertanggung jawab atas Pengembangan Bisnis Global untuk Mind Design Inc. yang telah bekerja dengan panitia Seoul International Buddhism Expo, sejak awal berdirinya.

“Di Amerika Utara, ada semakin banyak orang yang mengadopsi meditasi Buddhis dan gaya hidup yang penuh berkesadaran, menggabungkan mereka dalam sains, penemuan medis dan inovasi teknologi,” katanya.

Praktik dan pelatihan berkesadaran penuh, yang berawal dari ajaran meditasi Buddhis, sekarang menjadi bagian dari industri kesehatan global yang bernilai triliunan dolar. Ini termasuk lebih dari 1.300 aplikasi yang dapat diunduh, buku, dan kursus online.

“Kami berharap dapat segera membawa komponen-komponen Seoul International Buddhism Expo,” tambah Kim.

Selain produk kerajinan Buddhis tradisional, teh, seni, dekorasi dan arca, expo ini juga akan menampilkan Makanan Vihara (Temple Food) yang akan dibawakan tahun ini oleh Hyang Jeok Won – Vihara Bulguk (Bulguk-sa) dari Gyeongju; Table in Nature oleh Vihara Tongdi (Tongdo-sa) dari Yangsan, Korea dan Mananim Recipe dari Seoul.

Makanan Vihara mengacu pada masakan para bhiksu dan bhiksuni dan dianggap sebagai salah satu cara untuk melatih ajaran Buddha. Menurut Korps Kebudayaan Buddhis Korea, Makanan Vihara mencakup mengembangbiakkan bahan untuk memasak dan makan, karena umat Buddhis menghormati semua makhluk hidup dan memeluk harmoni dengan alam.

Buddha Art Festival (BAF). Foto: bexpo.kr

Dalam ekspo tersebut juga diselenggarakan berbagai program seperti “Seoul Relax Week” yang memperkenalkan ruang dan kelas tempat merilekskan tubuh dan pikiran di Seoul termasuk Vihara Bongeun (Bongeun-sa). Anda akan menemukan berbagai ruang santai dan program seperti meditasi, yoga, konseling, musik, vegetarisme, dan kunjungan ke vihara.

Selain itu juga diselenggarakan program 7th Buddha Art Festival (BAF) dengan tema: “Joy of Art” di mana pengunjung dapat mengagumi seni Buddhis dari berbagai perspektif dan melihat karya seni dari gaya tradisional hingga modern, seperti lukisan, arca, dan Dancheong (kerajinan tradisional Korea dalam membuat dekorasi. [Bhagavant, 15/11/19, Sum]

Kata kunci:
Penulis: