Malaysia » Pelayanan Buddhis

Relawan Tzu Chi Malaysia Bantu Keluarga Penumpang MH370

Senin, 10 Maret 2014

Bhagavant.com,
Kuala Lumpur, Malaysia – Hilangnya pesawat Malaysia Airlines MH370 pada Sabtu (8/3/2014) menimbulkan beban psikologi yang berat bagi keluarga para penumpang pesawat yang berangkat dari Kuala Lumpur, Malaysia menuju Beijing, China.

Pesawat Malaysia Airlines jenis Boeing 777-200ER seperti ini yang dinyatakan hilang pada Sabtu (8/3/2014) . Foto: Wikimedia.org
Pesawat Malaysia Airlines jenis Boeing 777-200ER seperti ini yang dinyatakan hilang pada Sabtu (8/3/2014) . Foto: Wikimedia.org

40 relawan dari Yayasan Buddha Tzu Chi bekerja sama dengan Malaysia Airlines (MAS) memberikan dukungan konseling bagi keluarga para penumpang penerbangan MH370.

“Kami telah mengerahkan tim kami di sini di Putrajaya dan juga ke Beijing untuk membantu MAS dalam berurusan dengan para anggota keluarga, terutama mereka yang berbahasa Mandarin, ” kata Sio Kee Hong, Wakil CEO Buddha Tzu Chi, seperti yang dilaporkan Astro Awani, Minggu (9/3/2014).

Sebelumnya, Yayasan Buddha Tzu Chi Malaysia telah menandatangani perjanjian dengan MAS pada tahun 2007 dalam rangka untuk memberikan konseling pada saat terjadi bencana .

Sio mengatakan bahwa anggota keluarga yang pada saat ini berada di Putrajaya cukup mengalami trauma dan apa yang benar-benar para relawan perlu lakukan hanyalah hadir di sana secara fisik .

“Sebagian besar anggota keluarga berada dalam keterguncangan dan benar-benar tidak bisa bicara banyak. Kita hanya perlu menunjukkan bahwa kita di sini untuk mereka,” katanya .

Sio menambahkan bahwa timnya akan tetap tinggal selama yang dibutuhkan untuk memberikan banyak bantuan dan dukungan yang mereka dapat mereka lakukan.

Pesawat Malaysia Airlines MH370 berjenis Boeing 777-200ER yang rencananya tiba di Beijing pukul 06.30 di hari yang sama meninggalkan Kuala Lumpur menuju Beijing pada 00.41 waktu setempat. Dan mengalami hilang kontak dengan pesawat tersebut terjadi pada 02.40 waktu setempat.

Pesawat tersebut berpenumpang 239 orang termasuk di dalamnya 12 awak pesawat, 38 warga Malaysia dan7 warga Indonesia serta warga negara lainnya.

Minggu (9/3/2014) sekitar 40 ribu orang termasuk beberapa bhikkhu dan bhiksu melakukan doa lintas agama di Putrajaya, Malaysia, untuk para penumpang dan keluarga.[Bhagavant, 10/3/14, Sum]

Kata kunci:
Penulis: