Seremonial » Thailand » Tokoh

Buddhis Thailand Memperingati HUT Ke-100 Sangharaja

Selasa, 8 Oktober 2013

Bhagavant.com,
Bangkok, Thailand – Umat Buddha di Thailand memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-100 Sangharaja Thailand, Yang Mulia (Y. M.) Nyanasamvara Suvaddhana Mahathera (Somdet Phra Nyanasamvara Suvaddhana) pada Kamis (3/10).

Dalam rangka merayakan HUT Sangharaja yang ke-100, warga Buddhis di Thailand mengadakan perayaan selama tujuh hari sejak tanggal 3 Oktober 2013 lalu di Vihara Bovoranives (Wat Bowonniwet Vihara Rajavaravihara), Bangkok, Thailand.

Sangharaja Thailand, Yang Mulia Nyanasamvara Suvaddhana Mahathera, sebelum usia 100 tahun. Foto: undv.org
Sangharaja Thailand, Yang Mulia Nyanasamvara Suvaddhana Mahathera, sebelum usia 100 tahun. Foto: undv.org

Selama tujuh hari berbagai kegiatan digelar, seperti pameran 4-dimensi mengenai kehidupan dan karya dari Y. M. Somdet Phra Nyanasamvara Suvaddhana, pameran buku harian dan tulisan-tulisannya, patidana, dan serangkaian ceramah Dhamma.

Vihara Bovoranives, untuk menandai ulang tahun ke-100 Sangharaja Nyanasamvara yang juga merupakan kepala vihara tersebut, Kamis lalu membuka pintu untuk sebuah museum barunya yang di dalamnya memajang benda-benda dan karya milik enam kepala Vihara Bovoranives.

Keenam Sangharaja tersebut adalah Phra Vajiranyano (dikenal sebagai Raja Rama IV), Somdet Pra Maha Samana Chao Kromma Phraya Pavares Variyalongkorn (Phra Ong Chao Rerk), Somdet Pra Maha Samana Chao Kromma Phraya Vajiranyanavarorassa (Phra Ong Chao Manussanagmanop), Somdet Pra Sangharaja Chao Kromma Luang Vajiranyanavamsa (Mom Rajawong Chuen Nopavongse), Phra Prommuni (Pin, Suvaco), dan Somdet Phra Nyanasamvara Suvaddhana.

Y. M. Somdet Phra Nyanasamvara Suvaddhana, Sangharaja Thailand, yang saat lahir diberi nama Charoen Gajavatra (Charoen Khotchawat – เจริญ คชวัตร), dilahirkan di Provinsi Kanchanaburi, pada 3 Oktober 1913. Y. M. Suvaddhana ditahbiskan menjadi seorang samanera di Vihara Devasangharam, Kanchanaburi saat beliau berusia 14 tahun.

Beliau mendaftarkan diri untuk studi Dhamma di Vihara Bovoranives hingga beliau mencapai usia minimum yang diperlukan untuk ditahbiskan menjadi bhikkhu. Beliau di tahbiskan secara penuh (upasampada) sebagai seorang bhikkhu di Vihara Bovoranives oleh Y. M. Kromma Luang Vajiranyanavamsa pada 15 Februari 1933 dan menetap di sana hingga beliau lulus kelas 9 tingkat tertinggi studi bahasa Pali seperti yang ditetapkan oleh Sangha Thailand pada tahun 1941.

Y. M. Suvaddhana telah menjabat sebagai Sangharaja Thailand sejak 1989. Beliau adalah seorang yang tekun belajar, beliau memiliki kebiasaan untuk selalu memiliki pengetahuan baru, khususnya bahasa. Medote belajar mandirinya meliputi membaca surat kabar berbahasa Inggris, mendengarkan siaran BBC bahasa Inggris, dan membaca buku-buku agama Buddha berbahasa Inggris. Selain bahasa Inggris, Y. M. Suvaddhana juga mempelajari bahasa Jerman, Perancis dan China. Beliau adalah Sangharaja Thailand pertama yang bukan berasal dari garis keturunan kerajaan.

Dengan usianya yang sekarang genap mencapai 100 tahun pada tanggal 3 oktober 2013, Y. M. Somdet Phra Nyanasamvara Suvaddhana merupakan Sangharaja Thailand yang memiliki usia terpanjang dalam sejarah Thailand. Beliau diakui sebagai salah satu cendekiawan Buddhis yang telah memberikan sumbangsih bagi pendidikan dan pengajaran Buddhis khususnya di Thailand.[Bhagavant, 8/10/13, Sum]

Kata kunci:
Penulis: