Asia Tenggara » Thailand

Asalha Puja 2563, Buddhis Thailand Berdana Bunga kepada Para Bhikkhu

Kamis, 11 Juli 2019

Bhagavant.com,
Bangkok, Thailand – Dalam rangka menyambut Masa Vassa para bhikkhu, umat Buddhis di Thailand akan menggelar kegiatan berdana bunga untuk para bhikkhu.

Berdana Bunga kepada Para Bhikkhu

Vihara (Wat) Phra Phutthabat Ratchaworamaha Wihan di distrik Phra Phutthabat, Provinsi Saraburi, menggelar acara Tak Bat Dok Mai (Upacara Berdana Bunga) pada pekan depan untuk menyambut Masa Vassa (retret musim penghujan) atau disebut Khao Phansa dalam bahasa Thailand.

Masa Vassa adalah waktu selama 3 bulan ketika para bhikkhu diharuskan untuk tinggal di vihara selama musim hujan untuk mempelajari dhamma dan berlatih meditasi. Tahun ini, Masa Vassa dalam tradisi Thailand berlangsung dari 17 Juli hingga 13 Oktober 2019.

Masa Vassa selalu dimulai sehari setelah Hari Asalha Puja (atau Hari Dhamma), yang merupakan hari saat Sri Buddha untuk pertama kalinya membabarkan Dhamma.

Hari Asalha Puja jatuh pada hari bulan purnama setelah 7 minggu sejak Hari Trisuci Vesak, berdasarkan kalender Buddhis.

Acara upacara persembahan dana bunga ini diadakan setiap tahun di Vihara Phra Phutthabat, sekitar satu jam perjalanan ke utara Bangkok. Upacara di Saraburi tersebut dulunya merupakan acara lokal, tetapi karena dipromosikan sebagai daya tarik tak terlihat oleh Otoritas Pariwisata Thailand (TAT) hampir dua dekade lalu, acara ini memikat ribuan turis setiap tahun.

Seperti yang dilansir Bangkok Post, Selasa (9/7/2019), acara tersebut populer sehingga pihak vihara menyelenggarakan acara tersebut selama tiga hari dan tahun ini berlangsung dari 15-17 Juli.

Pada 15 Juli, persembahan bunga akan dimulai pukul 1 siang, diikuti dengan upacara pembukaan oleh gubernur Saraburi pada jam 5 sore.

Pada 16 dan 17 Juli, persembahan dana bunga akan diselenggarakan dua putaran sehari pada pukul 10:00 dan 15:00. Bunga-bunga yang masyarakat setempat sering didanakan adalah dok khao phansa, atau dancing lady ginger (globba winitii), yang banyak ditemukan di Saraburi. Bunga-bunga tersebut selalu menggantung dari batangnya. Mereka memiliki berbagai warna, termasuk putih, kuning, dan merah muda.

Bunga dok khao phansa, atau dancing lady ginger (globba winitii). Foto: wikipedia.org

Pengunjung dapat membeli bunga-bunga tersebut, yang ditawarkan dalam satu set bersama-sama dengan lilin kecil dan tiga dupa, oleh pedagang setempat di dalam dan di luar vihara untuk bergabung dalam upacara tersebut.

Cara mempersembahkan bunga-bunga itu seperti mempersembahkan makanan kepada para bhikkhu. Pertama, umat harus menemukan tempat di salah satu dari dua barisan panjang orang yang berdiri mulai dari gerbang kediaman para bhikkhu sampai ke dalam bangunan vihara dengan monthop (bubungan khas Thailand), tempat jejak kaki suci Buddha yang besar ditempatkan.

Sebelum mempersembahkan bunga-bunga tersebut, umat melakukan puja dan menaruh bunga-bunga itu di mangkuk seorang bhikkhu. Umat disarankan tidak perlu terburu-buru karena ada sekitar 100 bhikkhu dan samanera yang bergabung dalam upacara tersebut.

Setelah mempersembahkan bunga, beberapa penduduk setempat menuangkan air ke kaki para bhikkhu untuk membersihkan kotoran. Para bhikkhu selanjutnya akan mempersembahkan bunga-bunga tersebut ke jejak kaki Sri Buddha tersebut.[Bhagavant, 11/7/19, Sum]

Kata kunci:
Penulis: