Asia Oseania » Asia Selatan » India » Perdamaian » Seremonial

Penguncaran Tipitaka Untuk Perdamaian Dunia

Minggu, 17 Februari 2008

Bhagavant.com,
Bodh Gaya, India – Sejak hari Selasa, tepatnya tanggal 12 Pebruari 2008, ribuan umat Buddha dan para bhikkhu berkumpul untuk berpartisipasi dalam acara penguncaran Tipitaka untuk perdamaian dunia, yang dilakukan selama 10 hari di Vihara Mahabodhi, Bodh Gaya, India.

Acara ini diselenggarakan oleh Mahabodhi Society India yang dihadiri oleh beberapa bhikkhu dari Sri Lanka, Bangladesh, Birma, Kamboja, Laos dan Thailand.

Para bhikkhu akan menguncarkan Tipitaka di bawah pohon Bodhi dimana Sang Buddha mencapai Penerangan Agung.

”Terdapat tujuh negara Buddhis Theravada, termasuk Thailand, Sri Lanka, Kamboja, Birma, Laos, Bangladesh. Kesemua negara ini berkumpul bersama setiap satu tahun sekali untuk merayakan dan menyebarkan ajaran-ajaran Sang Buddha,” demikian kata Bhante P.Sibli Thera, salah seorang anggota Mahabodhi Society India.

Dengan mengenakan jubah berwarna safron dari tradisi Theravada, para bhikkhu dan anagarini berpartisipasi dalam prosesi yang diadakan pada hari Selasa melalui jalan-jalan di Bodh Gaya. Beberapa instrumen musik tradisional digunakan dalam acara tersebut.

Kemudian para bhikkhu berkumpul di Vihara Mahabodhi untuk acara penguncaran paritta. Mereka juga menguncarkan Tipitaka yang merupakan koleksi ajaran-ajaran Sang Buddha yang ditulis dalam bahasa Pali.

Major Bunnag, Penasihat Dhamma Society dari Thailand berkata, ”Tahun lalu, keluarga kerajaan Thailand, Putri Galyani, dengan murah hati mempersembahkan edisi World Tipitaka (Tipitaka Dunia) dalam Teks Roman, dimana terdapat 40 bagian. Mahobodhi Society merupakan institusi pertama di India yang menerima hadiah kerajaan ini.”

Upacara penguncaran yang akan berakhir pada tanggal 22 Pebruari ini sempat diwarnai aksi protes oleh para peserta karena kedatangan Presiden Pratibha Patil yang cukup mengganggu jalannya proses penguncaran ini. Pada hari Sabtu (16/2), para peserta juga memprotes terhadap peletakan gambar Presiden dan Kepala Pemerintah Bihar, Nitish Kumar, yang diletakan di atas gambar Sang Buddha yang mereka anggap sebagai bentuk ketidakhormatan kepada Sang Buddha.

Kata kunci: , ,
Penulis:
REKOMENDASIKAN: