Asia Tenggara » Gerakan Buddhis » Thailand

Meditasi dan Baca Paritta Jadi Tren Sambut Tahun Baru

Sabtu, 5 Januari 2013

Buddhisme di ThailandBhagavant.com,
Bangkok, Thailand – Daripada hanya berpesta pora, meniup terompet dan memasang ingar-bingarnya petasan, mengawali tahun baru dengan pikiran yang tenang kini menjadi tren di kalangan umat Buddha di Thailand.

Melantunkan paritta dan bermeditasi dimulai pada Malam Tahun Baru berlanjut hingga Hari Tahun Baru. Sebuah perayaan yang tenang seperti itu telah dilakukan beberapa tahun oleh masyarakat Thailand khususnya warga Bangkok.

Tren ini dimulai untuk pertama kali pada saat puja bakti resmi pelantunan paritta menyambut Tahun Baru enam tahun yang lalu yang diadakan di Vihara Saket (Wat Saket Ratcha Wora Maha Wihan) dengan bantuan Pemerintah Wilayah Pom Prap Sattru Phai, demikian berdasarkan keterangan Lembaga Buddhisme Nasional seperti yang dilansir oleh The Nation Thailand, Senin (31/12/12).

Kepopuleran melantunkan paritta dan bermeditasi untuk menandai awal tahun baru telah menyebar luas dalam beberapa tahun terakhir. Bahkan diinformasikan sekitar 30 ribu vihara sedang mempersiapkan kegiatan pelantunan paritta dan meditasi bagi 10 juta orang untuk menyambut Tahun Baru 2014 dalam “Buddhist Style” (Gaya Buddhis) tersebut.

“Pertama kalinya saya waktu empat atau lima tahun yang lalu di Vihara Suthat Thepphawararam di Bangkok. Sejak itu, saya mempraktikkannya setiap tahun. Tahun ini saya memikirkan sebuah vihara di Bangkok atau Chiang Mai. Saya belum memilih salah satu,” kata Ging, seorang wanita pekerja kantor berusia 44 tahun.

“Duduk di dalam sebuah vihara, melantunkan paritta dan bermeditasi, saya merasa tenang,” katanya. “Melakukan hal ini menjadi sebuah kampanye sehingga banyak orang yang telah merayakan Tahun Baru dengan cara ini. Bagaimanapun, ini adalah hal yang baik untuk dilakukan,” katanya.

Seorang teknolog medis di Nakhon Pathom, Adjima Neenungnok mengatakan bahwa ia akan meminta orang tua dan saudari-saudarinya untuk melantunkan paritta di sebuah vihara terdekat, karena mereka percaya bahwa hal tersebut akan membantu membawa keberuntungan bagi keluarga tersebut. Wanita berusia 33 tahun tersebut berencana untuk melakukan hal tersebut setelah mengadakan sebuah pesta dengan keluarganya di rumah pada hari terakhir tahun 2012 lalu.

Adjima juga melakukan kunjungan ke daerah Chiang Khan, sebuah komunitas yang mempesona di timur laut Provinsi Loei, untuk bersantai bersama dengan teman-temannya selama akhir pekan sebelum bersenang-senang dan melakukan puja untuk tahun Baru bersama keluarganya.

Mengingat kebiasaan baru tersebut menjadi sebuah nilai yan baik yang pantas dipromosikan, pada tahun 2010 Dewan Sangha Agung memutuskan bahwa setiap vihara di seluruh negara itu menjadi tuan rumah bagi kegiatan tersebut, demikian kata Lembaga Buddhisme Nasional.

Tahun 2012 lalu pemerintah Thailand memperkirakan 30 juta orang melantunkan paritta bersama-sama di seluruh negeri. Setiap wilayah akan memiliki sebuah vihara induk untuk mengadakan upacara tersebut. Dan tentu saja Vihara Saket dan Taman Phutthamonthon (Buddha Monthon) menjadi tempat utama bagi wilayah Thailand Tengah. Vihara Saket dapat menampung sampai 60 ribu partisipan.

Sanam Luang, sebuah ruang publik di depan Vihara Phra Kaew (Wat Phra Kaew) di Bangkok juga merupakan tempat lainnya yang bukan hanya untuk pelantunan paritta tetapi juga sebagai tempat bincang-bincang Dhamma dan musikal mengenai kehidupan Sang Buddha. Diperkirakan hingga 200 ribu umat Buddha memadati taman tersebut.

Vihara Phra That Doi Suthep (Wat Phrathat Doi Suthep) di Provinsi Chiang Mai ditetapkan sebagai area utama pelantunan paritta di Thailand Utara, Vihara Phra That Phanom (Wat Phra That Phanom) di Provinsi Nakhon Phanom menjadi tempat utama di Timur Laut Tahiland, dan Vihara Phra Borommathat Chaiya (Wat Phra Borommathat Chaiya) di Provinsi Surat Thani menjadi tempat utama di Thailand Selatan.

Setelah melakukan upacara pelantunan paritta, para umat Buddha dapat membuat kebajikan pada fajar pertama di awal tahun dengan memberikan dana makanan kepada para bhikkhu di vihara-vihara di seluruh negeri maupun di Sanam Luang.

Kegiatan tersebut ditayangkan secara langsung oleh Badan Penyiaran Nasional Thailand (National Broadcasting Services of Thailand – NBST) dan Thai TV Global Network.

Vihara-vihara yang berafiliasi dengan tradisi Thailand di negara-negara lain juga merayakan Tahun Baru dengan pelantunan paritta dan bermeditasi, sehingga mereka di luar negeri juga dapat bergabung untuk melaksanakan hitung mundur Tahun Baru dengan “Buddhist Style

Perayaan spiritual tersebut tidaklah sebatas di vihara-vihara. Lebih dari 2.400 narapidana di sebuah penjara di timur laut Provinsi Khon Kaen juga melakukan pelantunan paritta dan bermeditasi. Hal tersebut menjadi sebuah peluncuran praktik Dhamma di penjara, sebagai sebuah rangkaian kegiatan yang dilaksanakan oleh mereka sepanjang tahun untuk menanamkan Dhamma dalam pikiran mereka dan meningkatkan perilaku mereka menjadi lebih baik.

Meskipun di Thailand mudah untuk pergi ke vihara terdekat untuk mencoba melakukan Buddhist Style tersebut untuk menyambut Tahun Baru, namun jika tidak merasa tidak nyaman untuk pergi keluar, orang-orang masih bisa menjadi bagian dari perayaan penuh harapan tersebut dengan duduk di depan sebuah rupa Buddha di rumah dan memanjatkan paritta dan bermeditasi.

Jadi, bagi Anda yang memiliki kondisi yang tidak memungkinkan untuk pergi ke vihara terdekat karena minim atau tidak adanya vihara, seperti halnya di banyak daerah di Indonesia, Anda masih dapat ikut serta dalam kegiatan “Buddhist Style” menyambut Tahun Baru ini di rumah Anda.[Bhagavant, 5/1/13, Sum]

Kata kunci: ,
Penulis: