Arkeologi » Asia Selatan » India

Dua Gua Buddhis Kembali Ditemukan di Jajpur

Jumat, 21 Desember 2012

Seni dan Budaya BuddhisBhagavant.com,
Jajpur, India – Sepasang gua kuno Buddhis berasal dari abad ke-3 Sebelum Era Umum (SEM/ SM) awal bulan ini ditemukan di bukit Sukhuapada dekat desa Bikramtiran, di bawah Blok Badachana, Jajpur, Orissa, India. Sementara beberapa orang yang tidak bertanggung jawab, secara ilegal menggali pasir dan tanah laterit di bukit kecil tersebut.

Seperti yang dilansir oleh Orissa Post, Kamis (13/12), berdasarkan beberapa sumber, para penambang tanah laterit telah menemukan dua gua kuno yang di dikelilingi oleh tumpukan tanah laterit, dan mereka meninggalkan tempat tersebut baru-baru ini.

Saat berita tersebut menyebar di daerah tersebut, banyak para cendekiawan Buddhis mengunjungi bukit kecil tersebut dan membersihkan semak-semak untuk mendapatkan penglihatan yang lebih baik terhadap bangunan kuno tersebut.

Penemuan baru tersebut dikonfirmasikan berasal dari masa Kaisar Ashoka. Menurut Harish Chandra Prusty, seorang cendekiawan Buddhis, dua gua kuno tersebut yang diperkirakan memiliki panjang delapan kaki (2,4 meter) dan lebar empat kaki (1,2 meter), berbentuk kubah setengah lingkaran. Gua-gua tersebut diperkirakan dihuni oleh para bhikkhu.

Kemungkinan para bhikkhu telah menggunakan gua-gua tersebut untuk tinggal di musim hujan dan berlatih meditasi.

Salah satu gua tersebut telah rusak akibat eksplorasi tanah laterit ilegal, sedangkan yang lain tetap utuh. Gua-gua tersebut kemungkinan dibangun antara abad ketiga sampai kedua SEM, pada pemerintahan Maurya, demikian kata Chandra Prusty.

Para peneliti menyatakan bahwa gua-gua kuno yang terdiri dari stupa-stupa dan tempat tinggal tersebut kemungkinan telah dibangun oleh Kaisar Ashoka untuk menyebarkan agama Buddha di Kalinga.

Meskipun pemerintah daerah telah memberlakukan larangan menambang tanah laterit di bukit Sukhuapada, para penggali tetap merusak stupa-stupa, rupang-rupang, chhatri- chhatri (paviliun berkubah – ed), dan artefak-artefak lainnya yang tersebar di sekitarnya.

Gua-gua tersebut telah menjadi bagian dari penelitian mengenai vihara-vihara yang berkembang setelah Ashoka memeluk agama Buddha.

Sebanyak lima buah gua telah ditemukan empat dekade yang lalu di Hatkhola, di seberang bukit Sukhukhola.

Warga setempat mendesak Pemerintah Negara Bagian untuk mengambil langkah-lankah untuk melestarikan gua-gua tersebut demi generasi mendatang.

Yang perlu dicatat, bukit di Lalitagiri, Sukhabha (Sukhuapada), Olasuni, perbukitan Gangi dan Ragadi (Bandareswar) secara kolektif disebut dengan nama mandala Pancagiri dari wilayah Cuttack. Bukit-bukit tersebut menjelaskan tentang kebudayaan Buddhis yang umum pada masa lampau di daerah ini. Ini merupakan tanggung jawab pemerintah India untuk melindungi dan menyelamatkan monumen-monumen sejarah untuk studi dan penelitian.[Bhagavant, 21/12/12]

Kata kunci:
Penulis: