Australia

Mundurnya Kristen, Berkembangnya Buddhisme di Australia

Selasa, 26 Juni 2012

Buddhisme di AustraliaBhagavant.com,
Sydney, Australia – Meskipun sebagian besar warga Australia memeluk agama Kristen, namun agama Kristen secara keseluruhan di negeri kanguru tersebut mengalami sebuah penurunan yang tetap, sementara jumlah pemeluk agama Timur seperti Buddhisme dan Hinduisme mengalami perkembangan. Demikian yang telah diungkapkan oleh sebuah sensus nasional di Australia.

Seperti yang dilaporkan oleh Christian Post, Badan Statistik Australia baru-baru ini mengungkapkan serangkaian penemuannya untuk tahun 2011, yang menunjukkan bahwa agama Kristen tetap menjadi agama yang mayoritas di antara penduduk Australia yang berjumlah 21.507.717 orang, dan diklaim sebagai agama yang dipeluk oleh 61,1 persen responden – meskipun demikian angka tersebut mengalami penurunan hampir 3 persen dari 63,9 persen di tahun 2006.

Di antara umat Kristen tersebut, 25,3 persen menyatakan dirinya sebagai umat Katolik, 17,1 persen sebagai umat Anglikan, 5 persen sebagai umat Methodis, dan 2,8 persen sebagai umat Presbiterian – ini berarti bahwa setiap dominasi agama Kristen utama di Australia telah mengalami kemunduran dalam keanggotaannya dari tahun 2006.

Terlebih lagi, antara 1986 dan 2006, jumlah umat Hindu di Australia meningkat tujuh kali lipat, sedangkan jumlah umat Buddha meningkat lima kali lipat. Jumlah warga Australia yang tidak beragama meningkat menjadi 22,3 persen pada 2011 dari 18,7 persen populasi pada tahun 2006. Bahkan pada sensus 2006, sebesar 55.000 warga memilih Jedi sebagai agama mereka. Jedi adalah sebuah keyakinan yang berasal dari film seri Star Wars karya George Lucas.

Tren kemunduran Kristen di Australia belakangan ini mungkin terjadi akibat sebuah pergeseran budaya utama dunia. India, sebuah negara Hindu terbesar merupakan tempat lahir para imigran yang datang ke Australia, sebesar 13,1 persen, kemudian diikuti oleh imigran asal Inggris sebesar 12,1 persen.

Para imigran asal Asia juga menyumbang sejumlah besar orang yang pindah ke Australia dengan imigran asal China dan Filipina yang menempatkan urutan terdepan dalam jumlah.

Direktur eksekutif sensus nasional 2011, Andrew Henderson mengatakan bahwa secara mendasar, hal ini menyebabkan pergeseran percampuran budaya Australia. Secara keseluruhan, sekitar satu dari empat warga Australia lahir di uar negeri, dan sebanyak 43,1 persen dari warga memiliki setidaknya satu orang tua yang berasal dari luar negeri.[Bhagavant, 26/6/12, Sum]

Kata kunci: ,
Penulis:

REKOMENDASIKAN: