Tokoh

Dua Buddhis Peraih Nobel Perdamaian Bertemu di Inggris

Senin, 25 Juni 2012

Buddhisme di Inggris RayaBhagavant.com,
London, Inggris – Dua orang Buddhis peraih Penghargaan Nobel Perdamaian, Y.M. Dalai Lama dan Aung San Suu Kyi, saling bertemu di Inggris dalam sebuah kesempatan tak terduga pada Selasa 19 Juni yang lalu.

Kedua Buddhis dari latar belakang negara dan tradisi Buddhis yang berbeda tersebut bertemu satu sama lain tanpa perencanaan terlebih dulu, saat keduanya sama-sama di lingkungan akademis di London.

Pertemuan dilakukan secara pribadi pada pagi hari saat Y.M. Dalai Lama akan menyampaikan Kuliah C R Parekh di Universitas Westminster, sedangkan Aung San Suu Kyi akan menuju ke sebuah seminar di Sekolah Ekonomi London.

Pertemuan Dalai Lama XIV dengan Aung San Suu Kyi di Inggris (19/6/12). Foto: Tibetoday.com
Pertemuan Dalai Lama XIV dengan Aung San Suu Kyi di Inggris (19/6/12). Foto: Tibetoday.com

 

“Saya mengagumi keberanian anda. Saya sangat senang kita dapat bertemu,” demikian kata Y.M. Dalai Lama saat menerima kunjungan Suu Kyi, seperti yang dikutip dari situs resmi Dalai Lama.

Setelah perbincangan akrab selama lebih dari setengah jam, Dalai Lama mengatakan bahwa sama seperti almarhum ayah Suu Kyi yang telah menunjukkan dedikasi yang besar, beliau yakin bahwa Suu Kyi juga dapat memberikan pelayanan besar bagi kemanusiaan dan berharap Suu kyi dapat selalu sukses dalam memenuhi tujuan hidupnya. Dalai Lama juga mengatakan bahwa beliau menanti pertemuan kembali dengan dirinya.

Suu Kyi tiba di London dari Irlandia pada bagian kedua terakhir dari perjalanannya ke Eropa yang kemudian melanjutkan perjalanannya dari London ke Perancis sebelum ia kembali ke Birma. Ini adalah pertama kalinya Suu Kyi kembali ke Inggris sejak tahun 1988, saat ia meninggalkan Oxford untuk merawat ibunya yang sakit di Birma dan tidak pernah kembali ke Inggris sampai saat ini tiba.

Pada masa sebelum Suu Kyi bebas dari tahanan rumah sebagai tahanan politik, Dalai Lama bersama-sama dengan para rekan peraih Nobel lainnya sering menyerukan untuk melepaskan Suu Kyi. Dan saat Suu Kyi bebas dari tahanan rumah pada tahun 2010, salah satu pemimpin spiritual Tibet tersebut memberikan pernyataan sambutan.

“Saya menyambut pembebasan dari rekan peraih Penghargaan Nobel Aung San Suu Kyi dan menyampaikan penghargaan kepada rezim militer di Birma. Saya menyampaikan dukungan penuh saya dan solidaritas kepada gerakan demokrasi di Birma dan mengambil kesempatan ini untuk meminta masyarakat pencinta kebebasan di seluruh dunia untuk mendukung gerakan tanpa kekerasan tersebut,” demikian pernyataan Dalai Lama pada tahun 2010 lalu.[Bhagavant, 25/6/12, Sum]

Kata kunci: ,
Penulis: