Amerika » Amerika Serikat » Amerika Utara

Ekshibisi Relik Buddhis di Worcester, MA

Sabtu, 16 Oktober 2010

Relik BuddhisBhagavant.com,
Worcester, MA, Amerika Serikat – Akhir pekan ini, ratusan orang berharap mengunjungi kota Worcester, Massachusetts, Amerika Serikat untuk melihat sebuah koleksi berharga dari sekitar 1.000 relik suci Buddhis, termasuk kristal-kristal seperti mutiara yang konon ditemukan di antara sisa-sisa kerajaan.

“Kami sangat bahagia karena relik-relik tersebut ada di sini,” kata Bhiksuni Thich Tri Hoa, kepala Vihara Linh Son di Ruthven Avenue, di mana obyek-obyek sejarah tersebut akan ditampilkan.

Ekshibisi tersebut dibuka pada pukul 6 sore tadi waktu setempat dengan upacara pemberkatan. Sebagai bentuk penghormatan, selama upacara tersebut, relik-relik tersebut diletakkan pada kepala para peserta.

Masyarakat umum juga dapat berkunjung untuk melihat relik-relik tersebut pada besok hari dari pukul 10 pagi sampai 7 malam, dan hari Minggu pada pukul 10 pagi sampai 5 sore.

Relik-relik yang ditampilkan selain relik Sang Buddha adalah relik para siswa utama yaitu Maudgalyayana (Moggallāna), Sariputra (Sāriputta), Ānanda, dan juga peninggalan-peninggalan dari guru-guru spiritual dari beragam tradisi Buddhis.

Koleksi tersebut yang rencananya akan ditempatkan secara tetap di sebuah bangunan berbentuk rupang Maitreya raksasa di Kushinagar, India, telah mengunjungi berbagai tempat di seluruh dunia.

“Relik-relik tersebut menyentuh dan membuka hati,” demikian kata Jeff Bailey, seorang relasi vihara tersebut.

“Tujuan dari ekshibisi ini adalah mempromosikan cinta kasih dan kebaikan,” katanya , seperti yang dikutip Bhagavant.com dari Telegram.

Dalam ekshibisi tersebut juga ditampilkan sebuah rupang Maitreya ukuran hidup yang menurut Tripitaka Sankerta dan Tipitaka Pali sebagai Buddha yang akan datang pada jutaan tahun yang akan datang.

Bailey menjelaskan bahwa relik-relik tersebut belum pernah di buktikan secara ilmiah sebagai peninggalan dari Buddha sejarah dan para siswanya.

“Banyak Buddhis yang percaya namun tak satu pun yang mengetahui secara pasti,” katanya. “Dalam realitasnya, hal tersebut tidaklah menjadi masalah. Apa yang penting adalah alasan untuk berkunjung – untuk menyebarkan cinta kasih dan pemahaman.”

Bhiksuni Man Shing mengatakan relik-relik ini hadir pada waktu yang tepat adalah hal yang penting, mengingat ketidakpastian yang sedang dihadapi oleh masyarakat Amerika. Ia mencatat bahwa di luar sana banyak yang tidak memiliki pekerjaan, kehilangan rumah dan jalan hidup mereka.

“Ketidakpastian ada di mana-mana. Kepercayaan dalam institusi sosial kita goyah,” kata Bhiksuni Man Shing. “Dengan penyakit sosial yang mulai terwujud dalam cara yang berbahaya ini, adalah harapan kita bahwa relik-relik ini dan doa tulus kita akan membawa beberapa kelegaan, kenyamanan, inspirasi, dan proses perubahan hidup dalam batin orang-orang.”

Bhiksuni Tri Hoa mengatakan bahwa ia mengharapkan Buddhis dari seluruh New England untuk datang. Ia mengatakan bahwa ekshibisi relik tersebut hanya akan ada di daerah lain yaitu di Hartford.

Relik adalah benda-benda peninggalan orang-orang masa lalu yang telah meninggal dunia. Siapapun yang telah meninggal dunia pastilah meninggalkan relik. Namun tidak semua relik dari orang yang meninggal dapat disebut sebagai relik suci.

Relik suci dalam Buddhisme merupakan benda-benda peninggalan para suciwan yang sudah wafat termasuk sisa-sisa dari pembakaran (kremasi) jasad para suciwan. Suci atau tidak sucinya relik berkaitan dengan perbuatan suci dan luhur seseorang yang telah dilakukannya. Jadi perbuatan suci, luruh dan mulia dari seseoranglah yang memberikan titel suci pada relik yang ditinggalkannya bukan keberadaan relik yang menentukan kesucian seseorang.[Sum]

Kata kunci: ,
Penulis: