Amerika » Amerika Serikat » Amerika Utara

Warga Snowden Terima Kehadiran 3 Bhikkhu

Buddhisme di Amerika SerikatThe Enterprise,
Washington, Amerika Serikat – Warga Snowden, Bingen, dan White Salmon di Washington, Amerika Serikat kini semakin akrab dengan melihat keberadaan tiga orang bhikkhu dengan jubah kuning keemasan yang berjalan berlalu.

Masyarakat setempat menjadi sangat cocok bagi ketiga bhikkhu yang menghargai ajaran kedamaian dan kesunyian tersebut. Pada bulan Juli, para bhikkhu tersebut mendirikan Pacific Hermitage (Pertapaan Pasifik), sebuah vihara pada lima hektar tanah yang sebagian besar berhutan di daerah Snowden.

Ketiga bhikkhu tersebut lahir di Amerika Serikat, mereka adalah Ajahn Sudanto (42), Y.M. Bhikkhu Caganando (56) dan Y.M. Bhikkhu Thitabho (25). Mereka menjelaskan bahwa mereka menetap di komunitas White Salmon untuk alasan yang beragam, termasuk keindahan yang menyertai daerah tersebut.

“Saat gagasan untuk memiliki sebuah vihara di daerah Barat Laut datang, kami diundang oleh sebuah kelompok di Portland – Portland Friends of Dhamma. Kelompok tersebut menginginkan para bhikkhu di Barat Laut dekat Portland,” kata Y.M. Caganando. “Diputuskan bahwa di suatu tempat di Gorge akan menjadi hal yang luar biasa. Tempat tersebut terlihat di kedua sisi sungai. Kira-kira di White Salmon nampaknya sangat baik, dan rumah yang kami temukan sangatlah bagus.”

Pacific Hermitage mengikuti Buddhisme “Tradisi Hutan Thailand”, sebuah praktik yang membutuhkan sebuah kawasan hutan terpencil dimana Snowden terkenal karenanya.

“Tradisi kami menekankan hidup di sebuah area alami yang terpencil, idealnya di sebuah area hutan,” jelas Y.M. Thitabho.

Y.M. Caganando menambahkan bahwa juga ada alasan praktis untuk memilih komunitas lokal tersebut.

“Kami perlu ke Portland setidaknya sebulan sekali untuk memberikan ajaran,” jelas Y.M. Caganando. “Faktanya bahwa Bingen memiliki sebuah pemberhentian Amtrak* – mereka dapat mengirimkan kami tiket dan kami berjalan ke stasiun kereta. Kami dapat naik Amtrak, dan bum, kami tiba di Portland.”

Menurut Bhikkhu Thitabho, inti ajaran Buddhisme adalah untuk “memahami aktivitas yang membuat penderitaan dan memahami bagaimana meningggalkan aktivitas tersebut, untuk mengakhiri penderitaan.”

“Untuk kebaikan kami sendiri dan untuk kebaikan pihak lain,” katanya.

Filosofi kehidupan Buddhis adalah mengikuti sebuah jalan yang sederhana.

“Hidup sederhana dengan sedikit memiliki kepemilikan…kegembiraan dari kehidupan yang tak terbebani dan membantu mereka dalam menundukkan keserakahan, kesombongan, dan noda lain di pikiran mereka,” demikian bunyi sebuah penjelasan mengenai tradisi dalam pertapaan tersebut dari sebuah situs yang menggambarkan vihara Pacific Hermitage.

Filosofi ini telah menghentak perasaan positif banyak orang.

‘Lebih dari lima atau enan tahun terakhir, dengan keserakahan dan merosotnya ekonomi meningkatkan banyak permasalahan, sudah saatnya untuk kesederhanaan dan kerjasama,” kata Dale Peters, salah seorang warga Parkdale, Ore. yang melayani sebagai juru bicara informal dari para bhikkhu dan sebagai seorang penghubung dengan warga. “Budaya kedermawanan, pengertian dan penerimaan merupakan tema-tema utama dalam Buddhisme, dan semua ajaran tersebut diterapkan secara langsung untuk apa yang dunia sedang hadapi.”

Pacific Hermitage diharapkan menjadi pelengkap tetap dalam komunitas tersebut.

“Tujuan kami adalah untuk menciptakan sebuah vihara jangka panjang di daerah Barat Laut,” kata Bhikkhu Thitabho.

“Bhikkhu senior (Ajahn Sudanto) aslinya berasal dari Vancouver, dan ia merasa senang bagaimana ia diterima. Pamannya dilahirkan di White Salmon.”

Pacific Hermitage merupakan sebuah cabang dari Vihara Abhayagiri, sebuah vihara besar yang terletak di Redwood Valley, California.

Ada sekitar 20 orang bhikkhu di daerah California, dan telah memutuskan untuk mengirimkan beberapa bhikkhu ke lokasi yang baru.

“Vihara pusat di California cukup besar dan ramai,” jelas Bhikkhu Caganando.

“Bagian dari gagasan memulai Pertapaan adalah memiliki sebuah tempat yang tenang dimana orang-orang memiliki waktu untuk memperkuat praktik mereka.”

Bhikkhu Thitabho mengatakan bahwa para bhikkhu mencari sebuah properti permanen untuk sebuah vihara. Apa yang dibutuhkan adalah sebuah paket besar dengan perhutanan dan banyak ruangan untuk berlatih dan bermeditasi.

Tempat dari Pacific Hermitage saat ini adalah menyewa selama satu tahun.

Setiap pagi, ketiga bhikkhu tersebut berjalan beberapa mil dari vihara mereka di Snowden untuk menerima dana makanan dari warga setempat.

“Bagian dari praktik mereka adalah hidup dari dana makanan, dan mereka akan berkeliling menerima dana di komunitas tersebut,” kata Fellene Gaylord, seorang warga Trout Lake.

“Tujuan utama dari perjalanan kami adalah untuk mengumpulkan makanan dan bertemu dengan warga,” jelas Bhikkhu Thitabho. “Kami dapat menerima jenis makanan apapun, apapun yang siap dimakan, tetapi kami boleh memasak atau menyimpan makanan. Gaya hidup kami murni ditopang dari kedermawanan orang lain untuk memenuhi kebutuhan dasar hidup yaitu makanan, obat-obatan, pakaian, dan tempat tinggal.”

Satu barang yang tidak digunakan oleh para bhikkhu adalah uang. Mereka harus menghindari diri dari kontak tengan uang.

“Jika orang memberikan kami uang, kami tidak boleh menggunakannya,” kata Bhikkhu Caganando.

Bhikkhu Caganando menambahkan bahwa ketiga bhikkhu tersebut tidak “menyebarkan kata” mengenai Buddhisme.

“Jika seseorang bertanya kepada kami sebuah pertanyaan, kami boleh menjawab, tetapi tidak ada usaha pengalihan keyakinan,” ia menjelaskan.

Dengan semua kisah tersebut, penerimaan para bhikkhu dalam masyarakat telah sangat positif.

“Kami tidak memiliki interaksi negatif terhadap siapa pun,” kata Bhikkhu Caganando. “Ada banyak keramahan, hubungan baik, dan banyak ketertarikan dari apa yang kami lakukan. Kami bertemu dengan orang-orang yang tulus yang tertarik dalam pengembangan kehidupan spiritual mereka dan yang tertarik untuk mengetahui lebih banyak lagi mengenai cara kami mengajar.”

Peters mengatakan bahwa ia telah terkesan dengan semangat sambutan yang telah di rasakan oleh para bhikkhu.

“Masyarakat telah benar-benar terbuka,” kata Peters. “White Salmon telah menyambut, mendukung, dan berpikiran terbuka. Ini adalah hubungan simbiosis. Masyarakat membantu mendukung para bhikkhu dan para bhikkhu memberikan terus ajaran untuk diberikan kembali kepada masyarakat. Ini benar-benar cukup mengagumkan.”

Baru-baru ini Peters membantu mengatur perkenalan para bhikkhu kepada masyarakat. Pada 25 September 2010 diadakan sebuah pertemuan umum untuk memberikan dana makanan. Acara di Taman Rhinegarten tersebut, menarik sekitar 60 orang. Dan mulai 12 Oktober, para bhikkhu akan memimpin sebuah meditasi dan mengajar setiap hari Selasa malam dari pukul 19.00 – 20.30. Sesi ini akan menawarkan meditasi dan sebuah kesempatan untuk menanyakan pertanyaan mengenai ajaran Buddhisme.

Tidak ada biaya apapun dan semuanya dipersilahkan untuk hadir. Sesi-sesi tersebut akan diadakan di Yoga Samadhi, di 177 W. Jewett Blvd., di seberang Penginapan White Salmon.
Kehadiran para bhikkhu di daerah tersebut telah memberikan dampak, dan kadang-kadang pujian datang dari sumber-sumber yang tak terduga.

Sebagai contoh, manajer Kamar Dagang Mount Adams, Marsha Holliston, mengatakan bahwa ia telah secara berkala bertemu dengan para bhikkhu dalam perjalanan pagi mereka. Ia sangat terkesan dan mendukung.

“Saya menemukan penyambutan yang penuh kelembutan yang bernilai bagi kehidupan saya,” kata Hillston. “Saya mengharapkan percakapan pagi singkat kami dan pemanjatan doa yang selanjutnya.”
Bhikkhu Thitabho mengatakan bahwa ia menginginkan secara langsung mengungkapkan penghargaannya kepada para warga dalam komunitas tersebut.

“Terima kasih,” jawabnya singkat. “Kami memiliki banyak terima kasih atas kebaikan orang-orang.”[Jesse Burkhardt, trans: Sum]

___
*Catatan Bhagavant.com:
Amtrak adalah nama layanan dari National Railroad Passenger Corporation (Perusahaan Kereta api Penumpang Nasional), sebuah perusahaan semi-pemerintah yang dibentuk 1 Mei 1971 untuk memberikan layanan kereta api penumpang antarkota di Amerika Serikat. “Amtrak” berasal dari gabungan kata “American” dan “track“.

Kata kunci: ,
Penulis:
REKOMENDASIKAN