Asia Oseania » Asia Timur » Seni dan Budaya » Tiongkok » Tradisi dan Budaya

Vihara Shaolin Masuk Daftar Warisan Dunia

Rabu, 4 Agustus 2010

Buddhisme di ChinaBhagavant.com,
Henan, China – Nama besar Kung Fu Shaolin di dunia seni bela diri tidaklah lepas dari Vihara Shaolin yang merupakan tempat lahirnya seni bela diri tersebut. Tahun 2010 ini UNESCO mengakui vihara berusia lebih kurang 1500 tahun ini sebagai salah satu situs warisan dunia.

Berlokasi di Song Shan (Gunung Song) di daerah Dengfeng, propinsi Henan, China Tengah, Vihara Buddhisme Chan (Zen) ini dimasukan ke dalam Daftar Warisan Dunia pada sebuah pertemuan Komite Warisan Dunia UNESCO Ke-34 di Brasilia, Brazil pada Senin (2/8), demikian penelusuran Bhagavant.com.

Vihara Shaolin, Dengfeng
Vihara Shaolin (sumber: wikipedia.org)

Vihara Shaolin bersama-sama dengan situs Hutan Pagoda yang ada di dalam wilayahnya (sekitar ½ km sebelah barat dari Vihara Shaolin), merupakan bagian dari Monumen Bersejarah Dengfeng yang juga dikenal sebagai “Pusat Langit dan Bumi”. Kumpulan monumen-monumen ini merupakan sebuah bukti sejarah China dengan pencapaian ilmu pengetahuan, agama dan kebudayaannya.

“Dengfeng merupakan pusat China kuno karena menjadi pusat ibukota dan kebudayaan untuk beberapa dinasti. Penganut Konfusianisme, Buddhisme dan Taoisme berbasis di sini untuk memajukan kebudayaan agama mereka. Karena arsitektural dan latar belakang bersejarah yang penting dari Dengfeng inilah, kami menyebutnya “Pusat Langit dan Bumi,” kata Lu Wei, Kepala Kantor Warisan Dunia Dengfeng kepada Xinhua News Agency.

Berita gembira ini disambut suka cita oleh masyarakat Dengfeng. Mereka mengadakan beberapa kegiatan perayaan dengan menampilkan permainan instrumen musik setempat dan menari untuk mengekspresikan kegembiraan mereka.

Hutan Pagoda, Vihara Shaolin
Hutan Pagoda (sumber: shaolin.org.cn)

Seorang penduduk Dengfeng mengatakan bahwa ia merasa sangat senang dan bangga karena berasal dari Dengfeng.

“Saya merasa senang dan bangga, saya pikir, kita butuh mempopulerkan kebudayaan dan warisan besar. Ini adalah tanggung jawab kami,” demikian kata penduduk yang lain.

Kepala Vihara Shaolin, Bhiksu Shi Yongxin, mengatakan bahwa pengakuan UNESCO ini merupakan suatu keistimewaan.

“Bagi para bhiksu, hidup di sebuah situs yang dikenal sebagai warisan dunia merupakan sebuah pengalaman yang luar biasa, tetapi pada saat yang sama, tanggung jawab kami untuk melindungi vihara menjadi bertambah besar,” demikian katanya.

Bhiksu Shi Yongxin juga berencana untuk memasukkan Kung Fu Shaolin ke dalam daftar warisan budaya bukan benda, UNESCO.

Vihara Shaolin dibangun pada tahun 495 Masehi dengan kepala vihara pertama bernama Batuo (Buddhabhadra) yang datang dari India. Tiga puluh dua tahun kemudian Bodhidharma yang berasal dari India Selatan tiba di Vihara Shaolin dan mengajarkan Chan /Zen (Sanskerta: Dhyana).[Sum]

Kata kunci: , , , , ,
Penulis: