Asia Oseania » Asia Tenggara » Thailand

Vihara Thai Adakan Pemakaman Hewan

Kamis, 8 Juli 2010

Buddhisme di ThailandReuters,
Bangkok, Thailand – Seorang bhikkhu berjubah jingga mengucar paritta disaat sebuah keluarga berpakaian hitam berlinang air mata. Ini merupakan sebuah pelayanan pemakaman Buddhis pada umumnya di Thailand kecuali satu hal – yang meninggal adalah seekor anjing.

Di Bangkok, para pecinta hewan yang merasa kehilangan mendatangi Vihara Klong Toey Nai di dekat Sungai Chao Phraya untuk melepas kepergian teman-teman hewan mereka dengan upacara pemakaman lengkap yang dimulai dengan pembacaan paritta singkat oleh para bhikkhu, dua jam masa kremasi, dan perjalanan di sungai untuk menyebarkan abu kremasi.

“Ia adalah bagian dari keluarga kami. Semasa hidup, kami membawanya ke sebuah salon perawatan dan kolam renang. Saat mati, kami juga ingin memberikannya hal yang terbaik,” kata Jiraporn Wongwanna, 35, yang baru saja kehilangan terrier-poodle campuran, Bai Toey, seekor anjing betina berusia 14 tahun yang mati karena gagal hati.

Dalam sebuah ibukota berpenduduk 15 juta orang dengan sedikit orang yang memiliki tanah untuk kuburan, banyak orang memilih kremasi untuk hewan-hewan peliharaan mereka, demikian kata Sampao Yampradit, seorang pecinta hewan berusia 79 tahun dan juga seorang pengurus yang telah melakukan pelayanan tersebut untuk hewan peliharaan selama lebih dari 7 tahun.

Vihara Klong Toey Nai mulai melakukan kremasi pada anjing dan kucing liar hampir satu decade yang lalu, sebelum akhirnya mereka mulai menerima pelayanan pemakaman untuk para hewan peliharaan.

Sekarang mereka melakukan lima sampai 15 kali pemakaman dalam sehari.

Sementara yang paling banyak dikremasi adalah anjing dan kucing, hewan peliharaan yang lain seperti kura-kura, ikan, kelinci dan monyet juga ada yang dikremasi.

Jiraporn, ayahnya, dan dua sepupunya menghadiri upacara tersebut, melihat tubuh berbulu halus Bai Toey dimasukkan ke dalam tumpukan kayu bakar.

Biaya dari kremasi tersebut adalah 1.800 baht atau lebih kurang 4.1 juta rupiah, termasuk pelayanan kapal untuk menyebarkan abu kremasi. Pengkremasian anjing dengan berat lebih dari 20 kg dikenakan biaya 2.000 baht dan bagi mereka yang menginginkan peti mati kayu berlapis emas harus membayar 3.000 baht tersendiri.

“Orang bersedia untuk membayarnya. Ini adalah sebuah cara baik untuk mengucapkan selamat tinggal,” kata Sampao. Vihara yang berada di ibukota yang diperkirakan memiliki lebih dari 800.000 anjing liar, juga menawarkan pelayanan gratis bagi mereka yang membawa hewan-hewan liar tersebut namun tidak mampu untuk membayarnya.

Bhikkhu yang telah mengucar paritta meminta Jiraporn dan keluarganya untuk mengulangi apa yang ia ucapkan: “Sirklus kehidupan sekarang telah usai. Kami berharap Bai Toey dilahirkan di kehidupan selanjutnya diberkati dengan kesejahteraan dan kesehatan yang baik, dalam wujud yang lebih baik, seperti salah satunya wujud manusia.”

Kata kunci: ,
Penulis: