Asia Tenggara » Vietnam

Presiden Vietnam Hadiri Perayaan Vesak 2560 di Vihara Quan Su

Sabtu, 21 Mei 2016

Bhagavant.com,
Hanoi, Vietnam – Presiden Vietnam Tran Dai Quang menghadiri perayaan Hari Vesak 2560 EB / 2016 yang diselenggarakan oleh Komite Pusat Sangha Nasional Vietnam (Giáo hội Phật giáo Việt Nam – GHPGVN) di Vihara Quan Su, di Jalan Quan Su 73, Hanoi, Vietnam, pada Sabtu (21/5/2016).

Presiden Vietnam Tran Dai Quang mengucapkan selamat kepada para bhiksu, bhiksuni, tokoh Budhdis danpara umat pada Hari Vesak 2560 .
Presiden Vietnam Tran Dai Quang mengucapkan selamat kepada para bhiksu, bhiksuni, tokoh Budhdis danpara umat pada Hari Vesak 2560 . Foto: vovworld.vn (VGP / Gia Han)

Dalam acara tersebut, Presiden Tran Dai Quang mengatakan bahwa Partai, negara, dan masyarakat Vietnam telah mengakui dan menghargai kontribusi dari Sangha Nasional Vietnam (SNV), para tokoh Buddhis, para bhiksu, bhiksuni, dan para umat untuk persatuan nasional dan pertahanan nasional.

“Selama 35 tahun terakhir, sejak berdirinya, Sangha Nasional Vietnam telah terus berkembang dan memperoleh prestasi baru. Dengan motto “Dharma, bangsa, sosialisme”, Sangha Nasional Vietnam akan terus meningkatkan perannya dalam kerukunan nasional, solidaritas, dan persatuan serta berkontribusi untuk reformasi nasional, industrialisasi, modernisasi, dan integrasi global. SNV telah terus memperluas hubungan eksternal, hubungkan luar negeri para umat Buddhis Vietnam dengan tanah air, dan mempromosikan status Buddhisme Vietnam dan citra tanah air dan masyarakat Vietnam kepada dunia,” katanya seperti yang dilansir VOV5, Sabtu (21/5/2016).

Presiden Quang mengatakan bahwa para umat beragama memainkan peranan penting dalam memastikan keberhasilan reformasi nasional, konstruksi, dan pertahanan.

“Saya meminta Komite Partai dan badan-badan administrasi di semua tingkat untuk lebih fokus pada mengomunikasikan pedoman Partai dan kebijakan negara terhadap agama ke masyarakat dan mendukung agama-agama untuk berjalan dalam hukum. Sangat penting untuk mempromosikan nilai-nilai kemanusiaan dan moral agama pada umumnya dan Buddhisme pada khususnya untuk membantu membangun gaya hidup sehat, meningkatkan persatuan nasional, dan mendorong para pemeluk agama untuk terlibat dalam kampanye emulasi patriotik nasional,” imbuhnya.

Presiden, para bhiksu, bhiksuni, dan para umat membakar dupa, melaksanakan tradisi pemandian rupaka Pangeran Siddhartha, dan melepaskan merpati untuk harapan bagi perdamaian dan kemakmuran.

Kehadiran Presiden Vietnam dalam perayaan Vesak 2560 EB ini memberikan tanda adanya pengakuan terhadap Buddhisme di Vietnam oleh pemerintah Vietnam yang dikuasai oleh Partai Komunis yang dikenal pada umumnya mengekang kebebasan beragama.[Bhagavant, 21/5/16, Sum]

Kata kunci: ,
Penulis: