Asia Oseania » Asia Selatan » Sri Lanka

Bendera Buddhis Kini Kurang Dihormati

Bendera BuddhisBhagavant.com,
Colombo, Sri Lanka – Hampir di setiap vihara kita menjumpai bendera berwarna biru, kuning, merah, putih, jingga, dan wana kombinasi. Mungkin bagi beberapa umat Buddha, bendera tersebut sebagai ornamen pemanis vihara. Padahal bendera tersebut adalah Bendera Buddhis Internasional yang memiliki nilai sejarah dan sebagai simbol pemersatu umat Buddha sedunia.

Dalam perayaan peringatan Bendera Buddhis Ke-125 di Vihara Rankoth Panadura, di bagian selatan kota Colombo, Kepala Vihara Rankoth Panadura sekaligus Dosen Senior dari Universitas Kelaniya, Y.M. Profesor Kahapalage Sugatharathana Thera mengatakan bahwa bendera Buddhis tidak lagi mendapatkan tempat kebanggaan.

Dikutip dari Daily Mirror oleh Bhagavant.com, dalam sebuah seremoni di depan patung Gunananda di Panadura saat merayakan peringatan Bendera Buddhis ke-125, lebih lanjut Y.M. Sugatharathana Thera mengatakan bahwa Bendera Buddhis dan Bendera Nasional, kini digunakan untuk menghiasi tempat-tempat dan jalan-jalan umum tanpa ada rasa hormat kepada mereka. Bendera Buddhis dengan gambar dan kata-kata aneh sering digunakan untuk dekorasi.

Almarhum Prof. Gunapala Malalasekara mengajukan sebuah resolusi dalam Kongres Buddhis Seluruh Ceylon untuk memberikan pengakuan internasional terhadap bendera Buddhis yang telah diperkenalkan oleh Henry Steel Olcott, Y.M. Hikkaduwe Sri Sumangala Thera, Y.M. Migettuwatte Gunananda Thera dan Srimath Anagarika Dharmapala.

Y.M. Sugatharathana Thera menekankan bahwa pemerintah harus mengeluarkan perundang-undangan untuk memberikan pengakuan pada Bendera Buddhis dan untuk mencegah penyalahgunaannya.

Bendera Buddhis pertama kali didesain pada tahun 1885 di Colombo, Sri Lanka. Kemudian mengalami perubahan pada tahun 1886 yang kemudian dipublikasikan di surat kabar Sarasavi Sandaresa pada 8 April 1886 dan pertama kali dikibarkan pada hari Vesak 1886. Pada inagurasi Persaudaraan Buddhis Sedunia (WFB) pada tanggal 25 Mei 1950, pendirinya Presiden Profesor GP Malasekera mengusulkan agar bendera ini diadopsi sebagai bendera umat Buddha di seluruh dunia.

Kata kunci: , ,
Penulis:
REKOMENDASIKAN