Asia Oseania » Asia Tenggara » Indonesia » Tokoh

Kunjungan Ajahn Brahm Ke Indonesia 2010

Jumat, 19 Maret 2010

Buddhisme di IndonesiaBhagavat.com,
Jakarta, Indonesia – Bulan Meret ini Pemerintah Indonesia tengah sibuk mempersiapkan kunjungan kenegaraan Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, yang menjadi tokoh kontroversi di kalangan dunia Muslim Indonesia. Alih-alih datang berkunjung, Barak Obama akhirnya menunda kunjungannya ke Indonesia karena situasi politik di negaranya yang tidak memungkinkan.

Namun, dalam bulan ini pula, dunia Buddhis Indonesia akan kedatangan seorang tokoh Buddhis yang baru-baru ini juga cukup membuat kontroversi di dunia Buddhis, khususnya dalam tradisi Theravada, yaitu Ajahn Brahmavamso Mahathera.

Y.M. Ajahn Brahmavamso Mahathera (58) atau lebih dikenal dengan sebutan Ajahn Brahm adalah seorang bhikkhu Barat kelahiran Inggris. Beliau merupakan salah satu siswa dari Y.M. Ajahn Chah yaitu seorang bhikkhu yang terkenal karena kebijaksanaannya dan telah berperan dalam mendirikan tradisi Theravada di dunia Barat.

Kepiawaian Ajahn Brahm dalam menyampaikan ceramah Dhamma secara segar, mendapatkan perhatian banyak orang dari Australia sampai Indonesia.

Dalam kunjungan 10 hari (20 Maret – 30 Maret 2010) di Indonesia, Ajahn Brahm direncanakan akan memberikan ceramah Dhamma di beberapa kota antara lain: Padang, Samarinda, Pekan Baru, Jakarta, Bekasi, Makassar, Karawai, dan Serang. Khusus di kota Serang akan diadakan retret selama 2 hari.

Di antara tema yang akan diangkat dalam ceramah Dhamma dari Ajahn Brahm antara lain: “Why Bad Things Happen to Good People?” (Mengapa Hal-Hal Buruk Terjadi Pada Orang-Orang Baik?) dan “Love You” (Aku Menyayangimu). Informasi selengkapnya dapat dibaca di Ajahn Brahm Tour d’Indonesia 2010.

Penghujung tahun lalu, tepatnya 22 oktober 2009, Ajahn Brahm yang berdomisili di Vihara Bodhinyana, Australia, melakukan upacara penahbisan calon bhikkhuni. Tindakan yang dilakukan oleh Ajahn Brahm ini bersifat kontroversi. Bagi sebagian besar penganut tradisi Theravada, penahbisan bhikkhuni tidak bisa dilakukan lagi karena garis silsilah bhikkhuni telah terputus sejak lama, sehingga upacara penahbisan calon bhikkhuni yang juga memerlukan kehadiran sejumlah bhikkhuni tidak bisa dilakukan.

Kata kunci: , , ,
Penulis:
REKOMENDASIKAN: