Asia Oseania » Asia Timur » Korea Utara

Korut Tunda Kunjungan Kelompok Buddhis

Minggu, 14 Maret 2010

Buddhisme di Asia PasifikBhagavant.com
Pyongyang, Korea Utara – Kementerian Penyatuan Korea pada Kamis telah menyetujui kunjungan Orde Jogye Buddhisme Korea, aliran Buddhis terbesar di Korea Selatan, untuk mengunjungi Korea Utara untuk membicarakan pertukaran perkembangan Buddhis antara kedua Korea.

Tetapi Orde Jogye mengatakan bahwa Korea Utara meminta agar kunjungan yang bertepatan dengan kunjungan pejabat pemerintah Korea Selatan tersebut ditunda, yang seharusnya dijadwalkan pada hari Jumat kemarin.

Orde Jogye Korea Utara yang disebut dengan Federasi Buddhis Korea tidak memberikan alasan tertentu untuk penundaan ini. Pihak Buddhis Korea Selatan kini sedang mencoba menjadwal kembali kunjungan tersebut.

Pada bulan Januari, kepala administrasi Orde Jogye, Jaseung, bertemu dengan para pimpinan Buddhis Korea Utara di Pyongyang untuk membicarakan program pertukaran keagamaan antara Utara dan Selatan. Jika kunjungan ini terlaksana, Orde Jogye juga akan membahas pengiriman lebih dari 4.000 orang Buddhis Korea Selatan ke Vihara Shingye di Gunung Kumgang untuk sebuah pelayanan masal.

Tetapi kunjungan ini nampaknya tertunda di tengah-tengah latihan militer gabungan antara Korea Selatan dengan Amerika Serikat. Korea Utara kerap kali mengecam latihan militer tersebut sebagai sebuah awal untuk sebuah invasi ke Korea Utara. Pyongyang telah menempatkan kekuatan militernya dengan penuh siaga pada 8 Maret, hari pertama latihan gabungan tersebut dilakukan. Demikian yang dikutip Bhagavant.com dari JoongAng Daily.

Bulan lalu Kementerian Penyatuan menolak untuk mengijinkan para Buddhis Jogye untuk mengadakan pertemuan antar kedua Korea dalam pelayanan masal, mengingat hubungan kedua negara. Tetapi kementerian mengatakan memutuskan untuk mengijinkan kunjungan terakhir ini karena merupakan bagian dari pertukaran keagamaan yang rutin.

Perjalanan ke resor Gunung Kumgang tetap dihentikan setelah seorang turis wanita Korea Selatan tewas tertembak oleh seorang prajurit Korea utara setelah ia masuk ke sebuah perbatasan zona militer di dekat resor. Kementerian Penyatuan menyatakan bahwa Kumgang harus berada di luar batas sampai program tur dijalankan kembali.

Diskusi antar Korea pada Pebruari dalam rangka memulai kembali perjalanan ke Kumgang, tidak menghasilkan apa-apa. Pada pertemuan tersebut, pihak Korea Utara mengajukan perjalanan ke Gunung Kumgang dimulai kembali pada 1 April. Korea Selatan tidak menanggapi hal ini dan justru membalasnya bahwa Korea Utara harus terlebih dulu mempertimbangkan permintaan Korea Selatan atas jaminan keselamatan untuk warga Korea Selatan.[Sum]

Kata kunci: , , , ,
Penulis: