Asia Oseania » Asia Selatan » Ekosistem » India » Lingkungan Hidup » Meditasi

Taman Meditasi di Kushinagar Alami Kerusakan

Rabu, 21 Januari 2009

Buddhisme dan EkosistemBhagavant.com
Kushinagar, India – Taman Meditasi di Kushinagar di Uttar Pradesh, India, dalam keadaan yang memburuk. Kurangnya pemeliharaan membuat taman ini mengalami kerusakan.

Kushinagar merupakan salah satu situs ziarah Buddhis terkenal di Uttar Pradesh, dimana Sang Buddha parinibbana di tempat ini.

Kushinagar juga merupakan sebuah pusat wisata unggulan dan banyak turis asing mengunjungi tempat ini setiap tahunnya.

Taman Meditasi Jepang ini merupakan sebuah proyek Indo-Jepang. Taman ini dibangun pada tahun 1992-1993. Enam puluh delapan Lakh Rupee dialokasikan untuk pembangunan taman ini.

“Taman ini dibangun dengan tujuan untuk membantu orang-orang melepas lelah, sehingga mereka bisa datang ke sini untuk bersantai untuk beberapa saat, jauh dari jadwal kerja mereka yang membosankan. Tetapi kondisi taman ini memburuk hari demi hari,” demikian kata Santosh Kumar salah seorang warga yang dikutip Bhagavant.com dari Asian News International.

Meskipun taman ini memberi daya tarik bagi masyarakat internasional untuk mengunjunginya, namun tetap tidak ada turis asing atau pengunjung lokal yang mau pergi di sekitar taman ini. Menurut beberapa warga, taman ini juga telah menjadi tempat kumuh bagi kawanan orang-orang anti sosial.

“Saya sependapat bahwa memang ada beberapa kealpaan dalam pemeliharaan seperti adanya air mancur yang tidak bekerja. Tetapi kami tidak dapat melakukan apapun terhadapnya karena kami hanya mendapat 1.83 Lakh dari pemerintah untuk pemeliharaan taman ini. Dengan jumlah dana sekecil itu, kami harus tetap menggaji para pekerja, memelihara jalan-jalan dan juga memperindah taman,” kata Vikas Verma, seorang Konservator Hutan wilayah Gorakhpur.

Jelas bahwa tujuan utama dibangunnya taman ini adalah untuk memberi contoh pentingnya meditasi dan relaksasi. Tetapi karena kurangnya pemeliharaan, semua upaya dan pemikiran mulia tersebut menjadi sia-sia.

Kata kunci: , , , ,
Penulis: